Bungkas News

Hasil Pencarian untuk: "Teknologi"

Ditemukan 13 berita.

Utama

Rakerwil HIMMAH Sumut Ditutup, Lahirkan 4 Program Strategis Termasuk Digitalisasi KTA Berbasis Bank Sumut

Simalungun, Bungkasnews.com — Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Sumatera Utara (HIMMAH Sumut) yang mengusung tema "Aktualisasi Gerakan Intelektual Menuju #Sinergi Sumut Madani" resmi ditutup pada Minggu, 27 September 2026 di Mess Pora-Pora Pemprovsu, Parapat, Kabupaten Simalungun. Agenda strategis keorganisasian yang berlangsung selama tiga hari (25–27 September 2026) tersebut sukses merumuskan dan mengesahkan berbagai langkah terobosan untuk perbaikan tata kelola serta kaderisasi organisasi.Dalam pidato penutupannya, Ketua Pimpinan Wilayah (PW) HIMMAH Sumut, Imransyah Pasai, menegaskan bahwa PW HIMMAH Sumut memberikan komitmen dan dukungan penuh terhadap perbaikan struktur keinstrukturan serta standardisasi kaderisasi nasional. Hal ini sejalan dengan kebijakan Pimpinan Pusat HIMMAH telah membentuk Badan Instruktur Nasional di bawah kepemimpinan Sekretaris Jenderal PP HIMMAH, Sukri Soleh Sitorus."Perbaikan keinstrukturan dan pembenahan kaderisasi adalah harga mati. Melalui penguatan fungsi instruktur, kita ingin memastikan seluruh proses pencetakan kader HIMMAH di Sumatera Utara berjalan terukur, memiliki kualitas yang baku, kuat secara ideologis, serta memiliki legalitas hukum dan organisasi yang tidak terbantahkan," tegas Imransyah Pasai.Guna mengakselerasi langkah tersebut, dalam Rakerwil ini juga resmi ditunjuk Banu Wira Baskara sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Koordinator Badan Instruktur Nasional Wilayah Sumatera Utara. Penunjukan ini ditujukan sebagai bentuk percepatan dalam rangka penataan dan penguatan sistem keinstrukturan di Sumatera Utara.Sebagai penjelmaan dari komitmen konsolidasi tersebut, Rakerwil HIMMAH Sumut berhasil menyepakati empat program unggulan strategis yang menjadi pijakan gerak organisasi ke depan:Biro Instruktur Wilayah: Berfungsi sebagai badan semi-otonom di bawah Bidang Pendidikan, Kaderisasi, dan Keanggotaan yang memegang otoritas pedagogis. Biro ini menjadi satu-satunya pemegang wewenang memimpin sidang yudisium kelulusan, memandu baiat, serta mengukuhkan kader pada jenjang Latihan Kader Dasar (LKD), Latihan Kader Menengah (LKM), dan Latihan Kader Lanjut (LKA).KTA Digital & Smart Card Terintegrasi Bank Sumut (Platform SIM-HIMMAH Sumut): Penguatan sistem pendataan keanggotaan terpadu yang terintegrasi langsung dengan jaringan perbankan Bank Sumut. Langkah strategis ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara PW HIMMAH Sumut dan Bank Sumut di sela-sela Rakerwil. KTA berteknologi smart card dan QR-Code ini berfungsi sebagai kartu identitas legal, verifikasi Nomor Induk Registrasi Kader (NIRK), kartu akses forum resmi, serta sarana transaksi perbankan.Keadministrasian dan Standardisasi Sertifikat Berbarcode: Pembakuan tata naskah persuratan dan pengarsipan digital di bawah pengawasan Sekretariat Wilayah. Setiap sertifikat kelulusan jenjang LKD, LKM, dan LKA kini wajib melampirkan QR-Code Certificate Validator serta ditandatangani oleh Ketua PC, Koordinator Instruktur, dan disahkan oleh Ketua PW HIMMAH Sumut guna menjamin keaslian dokumen.Pengembangan Amal Usaha dan Kemandirian Ekonomi: Pembentukan pusat inkubasi bisnis mandiri sebagai wadah pembentukan dana abadi kas organisasi. Program ini mencakup HIMMAH Store & Merchandise Hub, Klinik Usaha & Legalitas UMKM Kader (fasilitas NIB dan sertifikasi halal gratis), serta penyediaan modal bergulir syariah hasil kerja sama dengan BAZNAS Provinsi Sumatera Utara.Penutupan Rakerwil dilakukan secara resmi oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) HIMMAH, Abdul Razak Nasution. Dalam arahannya, Abdul Razak mengapresiasi tinggi jajaran PW HIMMAH Sumut yang dinilainya sukses menjadi pelopor dalam modernisasi organisasi, digitalisasi kaderisasi, dan penguatan kemandirian ekonomi di tingkat wilayah."Kami mengapresiasi langkah progresif PW HIMMAH Sumut. Terobosan ini diharapkan tidak berhenti di atas kertas, tetapi segera diimplementasikan secara berjenjang hingga ke tingkat pimpinan cabang dan komisariat demi melahirkan kader Al Washliyah yang berdaya saing tinggi, mandiri, dan berkarakter," pungkas Abdul Razak.

28 Sep 2026
Utama

Ketua PW HIMMAH Sumut Jalin MoU Bersama Bank Sumut Wujudkan Integrasi KTA Digital di Rakerwil Prapat

Simalungun, Bungkasnews.com — Pimpinan Wilayah Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (PW HIMMAH) Sumatera Utara menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) di Mess Pora-Pora Pemprovsu, Prapat, Kabupaten Simalungun, 25–27 September 2026 dengan mengusung tema “Aktualisasi Gerakan Intelektual Menuju #Sinergi Sumut Madani”, sebagai momentum konsolidasi organisasi sekaligus merumuskan program kerja PW HIMMAH Sumut untuk periode mendatang.Dalam kesempatan tersebut, PW HIMMAH Sumut juga secara resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) bersama PT Bank Sumut dalam rangka penerbitan KTA (Kartu Tanda Anggota) yang ter-integrasi dengan rekening Bank Sumut dalam mendukung BUMD khususnya pembangunan berkelanjutan di Sumatera Utara.Selain itu, pembuatan KTA berbasis rekening Bank Sumut ini merupakan wujud nyata dari keseriusan Imransyah Pasai selaku Ketua PW HIMMAH Sumut dalam rangka moderenisasi organisasi mahasiswa di era perkembangan kemajuan teknologi yang sangat pesat."HIMMAH Sumut telah membuka ruang bagi PC HIMMAH se-Sumut agar membangun jalinan kerjasama dengan KCP Bank Sumut di daerahnya masing-masing dalam percepatan pelaksanaan pembuatan KTA," ujar Imransyah Pasai, Ketua PW HIMMAH Sumut.Imransyah Pasai, Ketua PW HIMMAH SUMUTDalam sambutannya, Imransyah Pasai menegaskan bahwa pelaksanaan Rakerwil merupakan forum strategis untuk menyatukan langkah seluruh jajaran dan kader. “Rakerwil ini bukan sekadar agenda rutin organisasi, tetapi menjadi forum strategis untuk menyatukan langkah, menyusun program kerja, dan memperkuat konsolidasi seluruh kader,” ucapnya.Ia berharap seluruh peserta dapat berpartisipasi aktif dalam setiap pembahasan dengan mengedepankan musyawarah dan semangat kebersamaan serta menekankan pentingnya menjadikan HIMMAH sebagai organisasi mahasiswa yang tetap memiliki tradisi intelektual, semangat kaderisasi, serta kepedulian terhadap berbagai persoalan masyarakat.Menyambung hal tersebut, Ketua PW Al Washliyah Sumut Dedi Iskandar Batubara, yang hadir memberikan sambutan turut memberikan apresiasi tinggi atas langkah progresif yang diambil oleh PW HIMMAH Sumut. Ia menilai terobosan digitalisasi melalui integrasi KTA dengan perbankan daerah merupakan bukti nyata adaptasi organisasi terhadap kemajuan zaman."Gerakan intelektual mahasiswa hari ini tidak boleh hanya berhenti pada tataran retorika di ruang-ruang diskusi, tetapi harus mampu bertransformasi menjadi kerja-kerja kolaboratif yang dirasakan langsung oleh umat dan masyarakat," ujar Dedi Iskandar Batubara di hadapan para kader.Ia juga berpesan agar seluruh kader HIMMAH senantiasa mempertahankan identitas intelektual, memperkuat kolaborasi lintas sektor, serta mengawal pembangunan Sumut Madani yang adil, terbuka, dan bermoral.Selanjutnya, Ketua Umum PP HIMMAH RI Abdul Razak Nasution dalam sambutannya sekaligus secara resmi membuka kegiatan menyampaikan bahwa Rakerwil bukan sekadar agenda rutin organisasi, tetapi menjadi ruang penting untuk melakukan evaluasi, konsolidasi, serta menyusun langkah strategis organisasi.Ia mendorong seluruh kader HIMMAH Sumatera Utara untuk terus menjaga tradisi intelektual dan memperkuat kaderisasi.“HIMMAH harus terus menjaga tradisi intelektual, memperkuat kaderisasi, serta membangun sinergi dengan berbagai elemen masyarakat. Kader harus mampu hadir sebagai bagian dari solusi terhadap berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat,” ujar Abdul Razak.Menurutnya, forum Rakerwil harus mampu melahirkan gagasan konstruktif dan program kerja yang memberikan manfaat bagi organisasi, umat, bangsa, dan daerah. Forum ini diharapkan menghasilkan program kerja dan rekomendasi organisasi yang dapat memperkuat konsolidasi serta kontribusi HIMMAH Sumatera Utara di tengah masyarakat.

26 Sep 2026
Terkini

Lamhot Sinaga: Untirta Punya Peran Strategis Menyiapkan SDM Unggul dari Banten untuk Indonesia

Jakarta, Bungkasnews.com — Ketua Ikatan Alumni Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (IKA Untirta) yang juga Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Lamhot Sinaga, menyampaikan ucapan selamat atas peringatan Dies Natalis ke-45 Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta).Lamhot berharap momentum 45 tahun perjalanan Untirta tidak hanya menjadi perayaan atas capaian yang telah diraih, tetapi juga menjadi titik tolak untuk memperkuat kontribusi perguruan tinggi bagi masyarakat, pembangunan Banten, dan kemajuan Indonesia."Selamat Dies Natalis ke-45 untuk Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh civitas akademika Untirta yang selama ini telah menjaga dan mengembangkan tradisi akademik, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta inovasi," kata Lamhot dalam keterangannya, Jumat (25/9/2026).Menurut Lamhot, usia 45 tahun merupakan perjalanan panjang yang menunjukkan bahwa Untirta telah menjadi bagian penting dari perkembangan pendidikan tinggi di Banten.Karena itu, ia berharap Untirta tidak berhenti pada pencapaian institusional, tetapi terus memperluas kontribusinya sehingga keberadaan kampus benar-benar dirasakan oleh masyarakat."Perguruan tinggi tidak boleh hanya menjadi ruang untuk menghasilkan lulusan. Kampus harus menjadi pusat pengetahuan, pusat inovasi, sekaligus mitra strategis masyarakat dan pemerintah dalam menjawab berbagai persoalan pembangunan," ujar Lamhot.Ia mengatakan, posisi Untirta menjadi semakin penting karena Banten merupakan salah satu provinsi dengan dinamika ekonomi yang sangat besar. Perkembangan industri, perdagangan, jasa, pariwisata, ekonomi kreatif, hingga transformasi digital membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi sekaligus kemampuan beradaptasi.Dalam konteks tersebut, menurut Lamhot, Untirta memiliki peluang besar untuk menjadi garda terdepan pendidikan tinggi di Banten yang berdampak bagi kesejahteraan masyarakat dan perekonomian nasional."Untirta harus menjadi salah satu lokomotif utama peningkatan kualitas sumber daya manusia di Banten. Kampus ini harus mampu membaca perubahan zaman dan menyiapkan lulusan yang tidak hanya siap masuk dunia kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan," katanya.Lamhot menilai hubungan antara pendidikan tinggi dan pertumbuhan ekonomi tidak dapat dipisahkan. Kualitas pendidikan akan menentukan kualitas tenaga kerja, sementara kualitas tenaga kerja akan memengaruhi produktivitas dan daya saing ekonomi suatu daerah.Karena itu, ia berharap pengembangan Untirta ke depan semakin diarahkan pada penguatan riset, inovasi, kewirausahaan, teknologi, dan kolaborasi dengan dunia industri."Kalau kita ingin ekonomi tumbuh secara berkelanjutan, maka fondasinya adalah manusia. Kita membutuhkan manusia yang terdidik, memiliki keterampilan, mampu berinovasi, dan mempunyai keberanian untuk menciptakan sesuatu yang baru," ujar Lamhot.Ia juga mendorong agar hasil penelitian dan inovasi yang lahir dari lingkungan Untirta tidak berhenti di ruang-ruang akademik. Pengetahuan yang dihasilkan perguruan tinggi, kata dia, perlu diterjemahkan menjadi solusi yang dapat digunakan masyarakat dan dunia usaha.Menurut Lamhot, kampus memiliki posisi strategis sebagai jembatan antara ilmu pengetahuan, kebutuhan masyarakat, dan perkembangan industri."Riset harus memiliki kebermanfaatan. Inovasi harus bisa menjawab kebutuhan masyarakat. Dan pendidikan harus memiliki keterhubungan dengan realitas ekonomi yang dihadapi masyarakat," katanya.Dalam pandangannya, tantangan perguruan tinggi ke depan juga semakin kompleks. Perkembangan kecerdasan artifisial, otomasi, ekonomi digital, perubahan struktur industri, serta kebutuhan terhadap pekerjaan berbasis pengetahuan akan mengubah peta kompetensi tenaga kerja.Karena itu, Untirta perlu terus memperkuat ekosistem pembelajaran yang adaptif agar mahasiswa memiliki kemampuan akademik sekaligus keterampilan yang relevan dengan perubahan dunia kerja."Mahasiswa Untirta harus dipersiapkan bukan hanya untuk menghadapi dunia hari ini, tetapi juga dunia sepuluh atau dua puluh tahun ke depan. Karena itu, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, teknologi, kewirausahaan, dan karakter harus berjalan bersama," ujar Lamhot.Lamhot juga menekankan pentingnya memperkuat hubungan antara Untirta dan para alumninya. Menurut dia, alumni merupakan bagian dari ekosistem perguruan tinggi yang dapat memberikan kontribusi melalui pengalaman profesional, jejaring, mentoring, kerja sama, maupun dukungan terhadap pengembangan kampus.Sebagai Ketua IKA Untirta, Lamhot mengatakan bahwa organisasi alumni memiliki tanggung jawab untuk ikut memperkuat hubungan antara kampus dan dunia profesional."IKA Untirta harus menjadi jembatan yang mempertemukan potensi kampus dengan pengalaman para alumni. Kita ingin alumni tidak hanya datang ketika ada acara seremonial, tetapi juga hadir dalam pengembangan pendidikan, penelitian, kewirausahaan, jejaring industri, dan pengabdian kepada masyarakat," katanya.Ia berharap sinergi antara civitas akademika, alumni, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dapat semakin diperkuat. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar perguruan tinggi tidak berjalan sendiri dalam menghadapi tantangan pembangunan.Lamhot mengatakan, pembangunan pendidikan pada akhirnya bukan hanya mengenai pembangunan gedung, peningkatan jumlah mahasiswa, atau bertambahnya program studi. Lebih dari itu, pembangunan pendidikan harus tercermin dari kemampuan sebuah perguruan tinggi menghasilkan manusia dan pengetahuan yang memberikan dampak nyata."Ukuran keberhasilan perguruan tinggi bukan hanya seberapa besar institusinya berkembang, tetapi seberapa besar kontribusinya terhadap masyarakat dan bangsa," ujar dia.Dalam konteks Banten, Lamhot berharap Untirta dapat menjadi pusat pengembangan gagasan dan inovasi yang mampu memperkuat daya saing daerah. Kampus diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap berbagai sektor strategis, mulai dari industri, ekonomi kreatif,UMKM, teknologi, lingkungan, hingga pengembangan masyarakat.Ia juga berharap lulusan Untirta dapat menjadi bagian dari kekuatan ekonomi baru di Banten dan berdampak secara nasional. Tidak seluruh lulusan harus berorientasi menjadi pencari kerja, tetapi juga didorong menjadi pencipta lapangan kerja melalui kewirausahaan dan inovasi."Kalau setiap tahun lahir generasi muda yang memiliki kemampuan menciptakan usaha, mengembangkan teknologi, dan membangun inovasi, maka kampus secara tidak langsung ikut menciptakan mesin pertumbuhan ekonomi baru," kata Lamhot.Menurut dia, kontribusi tersebut pada akhirnya tidak hanya berdampak bagi Banten. Perguruan tinggi daerah yang mampu menghasilkan SDM berkualitas akan ikut memperkuat struktur sumber daya manusia Indonesia secara keseluruhan.Lamhot berharap perjalanan 45 tahun Untirta menjadi fondasi untuk memasuki fase baru yang lebih kuat. Ia mendorong seluruh civitas akademika menjaga budaya akademik sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan berbagai pemangku kepentingan."Selamat ulang tahun ke-45 untuk Untirta. Semoga semakin maju, semakin kuat, semakin terbuka terhadap inovasi, dan semakin besar kontribusinya bagi Banten dan Indonesia," ujar Lamhot.Ia menambahkan, IKA Untirta akan terus mendukung kemajuan almamater melalui berbagai bentuk kolaborasi yang memungkinkan. Menurut dia, kemajuan Untirta merupakan kepentingan bersama seluruh keluarga besar alumni."Sebagai alumni, tentu kami ingin melihat Untirta tumbuh menjadi perguruan tinggi yang semakin diperhitungkan. Tetapi yang paling penting adalah bagaimana kemajuan itu memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat," kata Lamhot.Lamhot yang dikenal sebagai mantan aktivist kampus dan kepemudaan di level nasional ini pun mengajak seluruh civitas akademika Untirta menjadikan Dies Natalis ke-45 sebagai momentum untuk memperkuat optimisme dan semangat pengabdian."Empat puluh lima tahun adalah perjalanan yang panjang, tetapi masa depan masih jauh lebih panjang. Mari kita jadikan momentum ini untuk membangun Untirta yang semakin unggul, inovatif, inklusif, dan memberikan dampak nyata bagi pembangunan bangsa," ujar dia.

26 Sep 2026
Nasional

Prabowo Ingin Kuliah di PTN Gratis, Pemerintah Siapkan Kajian

Jakarta, Bungkasnews.com – Wacana pendidikan gratis kembali mencuat. Presiden Prabowo Subianto menyampaikan keinginannya agar biaya pendidikan di sekolah negeri hingga perguruan tinggi negeri (PTN) bisa digratiskan.Menanggapi hal tersebut, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengatakan pemerintah akan menindaklanjuti arahan Presiden. Dilansir dari detikNews, Brian menyebut Presiden Prabowo sebelumnya juga telah meminta kementeriannya mengkaji kemungkinan menggratiskan biaya kuliah di PTN.“Kami tentu akan menindak lanjuti arahan Bapak Presiden. Sebetulnya, sejak beberapa waktu lalu Bapak Presiden juga sudah meminta kami untuk melakukan kajian terhadap kemungkinan menggratiskan biaya kuliah di Perguruan Tinggi Negeri,” kata Brian kepada wartawan, Minggu (20/9/2026).Skema Pembiayaan Masih DikajiMenurut Brian, kajian yang dilakukan pemerintah salah satunya membahas opsi skema pembiayaan untuk pendidikan tinggi negeri.Setelah kajian selesai, hasilnya akan dilaporkan kepada Presiden Prabowo. Selanjutnya, rencana tersebut akan dibahas bersama kementerian dan lembaga terkait.“Setelah selesai (kajiannya), tentu kami akan laporkan kepada Bapak Presiden untuk dibahas secara menyeluruh bersama kementerian dan lembaga terkait lainnya,” ujar Brian.Artinya, wacana kuliah gratis di PTN saat ini masih berada dalam tahap kajian. Belum ada keterangan mengenai kapan kebijakan tersebut mulai diterapkan atau seperti apa skema pembiayaannya.Saat Ini Sudah Ada KIP Kuliah dan BeasiswaBrian juga menjelaskan bahwa pemerintah sebenarnya sudah memberikan dukungan biaya pendidikan bagi mahasiswa melalui sejumlah program.Salah satunya melalui KIP Kuliah dan berbagai program beasiswa, terutama untuk mahasiswa yang berasal dari keluarga kurang mampu.Brian menyebut, pada 2025 sekitar 28,2 persen mahasiswa baru yang diterima di PTN memperoleh dukungan pembiayaan melalui berbagai skema tersebut.Menurutnya, dukungan tersebut memiliki semangat yang sama, yaitu memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi.“Semangatnya sama: bagaimana kita semakin membuka akses pendidikan tinggi yang berkualitas bagi seluruh anak Indonesia,” tambah Brian.Prabowo Sebut Pendidikan Negeri Harus GratisSebelumnya, Prabowo menyampaikan rencana menggelar rapat terbatas atau ratas untuk membahas biaya pendidikan negeri.Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri HUT ke-28 PAN di Jakarta, Jumat (18/9/2026).Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyatakan bahwa pendidikan di sekolah negeri, mulai dari SD hingga universitas negeri, harus gratis.“Saya sangat setuju, saya akan segera mengadakan ratas atau pokoknya biaya pendidikan negeri harus gratis. Biaya pendidikan negeri SD, SMP, SMA, universitas negeri harus gratis,” ujar Prabowo.Prabowo juga menyinggung soal sumber anggaran untuk mewujudkan pendidikan gratis tersebut. Ia mengatakan dana hasil korupsi harus dikembalikan dan digunakan untuk kepentingan masyarakat.Untuk saat ini, pemerintah masih menyusun kajian mengenai kemungkinan dan skema pembiayaan pendidikan gratis di PTN. Hasil kajian tersebut nantinya akan menjadi bahan pembahasan lebih lanjut antara Presiden dengan kementerian dan lembaga terkait.

20 Sep 2026
Nasional

Anggota DPR Skeptis Penerapan E-Voting Bisa Diterapkan di Indonesia

Jakarta, Bungkasnews.com - Anggota Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia mengaku skeptis terhadap wacana penerapan sistem pemungutan suara secara elektronik (e-voting) dalam pemilu di Indonesia. "Saya sebetulnya kalau bicara tentang e-voting ini skeptis," kata Doli, dalam seminar bertajuk "Menakar Konstitualitas Penerapan E-Voting di Indonesia" yang disiarkan secara daring, Senin (14/9/2026).Ia mengungkapkan, ada empat syarat e-voting bisa diterapkan di Indonesia. Syarat pertama terkait dengan kesiapan infrastruktur fisik, khususnya jaringan internet dan pasokan listrik.Ia menyoroti ketimpangan fasilitas fisik di Indonesia yang belum merata hingga ke daerah-daerah. "Karena sampai sekarang, jangankan jaringan internet, di negara kita ini ada daerah yang listrik saja belum masuk, gitu, ya," ujar dia.Baca juga: Prabowo Lantik Suahasil Nazara Jadi Menteri KeuanganSyarat kedua yang menjadi sorotan adalah tingkat literasi digital masyarakat, baik secara fisik maupun secara mental. Menurut dia, pemanfaatan teknologi memerlukan kesiapan mental agar tidak disalahgunakan untuk hal-hal yang merugikan."Soal apakah kita semua khususnya masyarakat ini sudah melek digital atau tidak, melek elektronik atau tidak. Ya, melek elektronik ini bisa secara fisik maupun secara mental, gitu," tutur dia. Masalah keamanan (security) dan ancaman peretasan menjadi syarat ketiga yang dinilai sangat krusial. Ia mengingatkan bahwa risiko kebocoran data dan peretasan di Indonesia terbilang tinggi, serta biaya perawatan sistemnya mahal. "Ini kan selalu salah satu misalnya negara-negara yang tadi mundur itu kan satu karena memang rawan di-hack, rawan hacking dan kemudian biaya pemeliharaannya mahal," ujar dia.Baca juga: Kapal Virgo Kecelakaan, Basarnas Cari 130 OrangSyarat keempat berkaitan dengan penegakan hukum (law enforcement) dan komitmen kepatuhan masyarakat maupun para pemangku kepentingan terhadap aturan main yang berlaku. Secara aturan dasar, ia mengakui penerapan e-voting tidak melanggar konstitusi dan sangat memungkinkan secara hukum. Kendati demikian, efektivitas sistem tersebut kembali pada komitmen bersama serta tingkat literasi seluruh stakeholder terkait.

15 Sep 2026
Opini

Kehidupan di Balik Scroll yang Tak Berujung

Oleh: RobiahPernahkah kita membuka ponsel hanya untuk melihat satu pesan, tetapi satu jam kemudian masih berada di depan layar?Awalnya hanya ingin melihat satu video. Kemudian muncul video berikutnya. Kita gulir lagi. Ada berita yang sedang viral, kita baca. Ada unggahan teman, kita lihat. Ada tren baru, kita ikuti. Tanpa terasa, waktu berjalan begitu saja.Lucunya, setelah berjam-jam berada di depan layar, terkadang kita justru tidak ingat apa saja yang telah kita lihat.Inilah salah satu wajah kehidupan digital hari ini. Kita hidup di tengah informasi yang tidak pernah berhenti datang, tetapi semakin sulit menemukan waktu untuk benar-benar berpikir.Kita Tidak Kekurangan Informasi, Kita Kekurangan JedaIndonesia saat ini berada dalam kehidupan digital yang sangat aktif. Laporan Digital 2026: Indonesia dari DataReportal mencatat sekitar 230 juta orang menggunakan internet di Indonesia pada akhir 2025. Pada periode yang sama, terdapat sekitar 180 juta identitas pengguna media sosial, setara dengan 62,9 persen populasi. DataReportal mengingatkan bahwa angka identitas pengguna tersebut tidak selalu berarti jumlah individu yang berbeda.Angka tersebut menunjukkan betapa besar ruang digital dalam kehidupan masyarakat.Namun, banyaknya pengguna tidak otomatis berarti meningkatnya kualitas cara kita mengonsumsi informasi.Kita bisa mengetahui berita terbaru hanya dalam hitungan detik. Kita bisa mengetahui kehidupan orang lain tanpa pernah bertemu dengannya. Kita bahkan bisa mengikuti berbagai peristiwa yang terjadi ribuan kilometer jauhnya.Tetapi pertanyaannya: apakah kita benar-benar memahami semuanya?Atau jangan-jangan kita hanya berpindah dari satu informasi ke informasi lainnya tanpa pernah memberikan kesempatan kepada pikiran untuk mencerna?Scroll, Scroll, dan Scroll LagiAda sesuatu yang menarik dari kebiasaan menggulir layar.Kita tidak pernah benar-benar tahu kapan harus berhenti.Satu video selesai, ada video lain. Satu berita selesai dibaca, muncul berita berikutnya. Satu komentar dibalas, muncul notifikasi baru.Semua dirancang agar perhatian kita terus berada di sana.Akibatnya, diam beberapa menit tanpa membuka ponsel terkadang terasa seperti kehilangan sesuatu.Padahal, mungkin yang sebenarnya kita kehilangan adalah waktu untuk diri sendiri.Kita kehilangan waktu membaca buku. Kehilangan kesempatan berbicara dengan orang di sekitar. Kehilangan waktu untuk merenung. Bahkan kehilangan kesempatan untuk benar-benar menyadari apa yang sedang kita rasakan.Yang lebih berbahaya, kebiasaan mengonsumsi informasi secara cepat dapat membuat kita terbiasa dengan sesuatu yang serba singkat.Kita ingin semuanya cepat: berita yang singkat, video yang pendek, penjelasan yang langsung pada kesimpulan.Sementara itu, banyak persoalan dalam kehidupan justru membutuhkan kesabaran untuk dipahami.Mahasiswa dan Godaan Menjadi “Tahu Segalanya”Bagi mahasiswa, persoalan ini menjadi semakin menarik.Kita berada di lingkungan yang seharusnya mendorong seseorang untuk berpikir kritis. Tugas kuliah meminta kita membaca. Diskusi meminta kita berargumentasi. Pendidikan seharusnya membuat kita berani mempertanyakan sesuatu.Namun, di luar ruang kelas, kita berada dalam dunia yang bergerak sangat cepat.Kita bisa membaca potongan informasi di media sosial kemudian merasa sudah memahami sebuah persoalan. Padahal, mungkin kita hanya melihat satu sisi.Sebuah berita viral belum tentu memberikan gambaran lengkap. Sebuah video berdurasi satu menit belum tentu mampu menjelaskan persoalan yang terjadi bertahun-tahun. Begitu pula komentar seseorang tidak otomatis menjadi kebenaran hanya karena mendapatkan ribuan tanda suka.Di sinilah mahasiswa perlu berhati-hati.Jangan sampai kita menjadi generasi yang cepat berkomentar, tetapi lambat memahami.Menjadi mahasiswa bukan sekadar memiliki akses terhadap banyak informasi. Mahasiswa juga dituntut mampu mengolah informasi menjadi pengetahuan dan pengetahuan menjadi pemahaman.Ketika Algoritma Lebih Mengenal Kita daripada Diri SendiriPernah merasa media sosial seolah-olah tahu apa yang kita sukai?Kita baru beberapa kali melihat konten tentang suatu topik, tiba-tiba konten serupa muncul berulang kali.Kita menyukai jenis video tertentu, lalu platform terus menyajikannya.Hal tersebut memang membuat pengalaman menggunakan media sosial terasa menyenangkan. Tetapi tanpa disadari, kita bisa terjebak dalam ruang yang hanya memperlihatkan apa yang kita sukai.Kita semakin sering bertemu dengan pendapat yang sama dan semakin jarang berhadapan dengan pandangan yang berbeda.Padahal, berpikir kritis tidak tumbuh dari kenyamanan.Kita membutuhkan perbedaan untuk menguji keyakinan. Kita membutuhkan pertanyaan untuk mengetahui apakah pendapat kita memiliki dasar. Kita membutuhkan diskusi untuk memahami bahwa satu persoalan bisa dilihat dari banyak sisi.Karena itu, sesekali membaca sesuatu yang berbeda dari pandangan kita bukanlah ancaman.Justru mungkin dari sanalah kita belajar menjadi lebih dewasa dalam berpikir.Berhenti Sejenak Bukan Berarti KetinggalanMungkin kita takut berhenti karena merasa akan tertinggal.Takut tidak tahu tren terbaru. Takut tidak mengetahui berita yang sedang ramai. Takut tidak mengikuti percakapan teman.Padahal, tidak semua hal harus kita ketahui.Tidak semua tren harus kita ikuti.Tidak semua perdebatan harus kita masuki.Ada kalanya kita perlu mengatakan kepada diri sendiri: cukup untuk hari ini.Letakkan ponsel. Baca sesuatu yang lebih panjang. Berbicara dengan orang lain. Menulis apa yang ada di kepala. Atau sekadar duduk tanpa melakukan apa pun.Mungkin awalnya terasa membosankan.Namun, justru dalam kesunyian itulah pikiran memiliki kesempatan untuk bekerja.Kita Harus Menggunakan Teknologi, Bukan Digunakan OlehnyaMedia sosial bukan musuh.Teknologi juga bukan sesuatu yang harus kita jauhi.Keduanya telah menjadi bagian dari kehidupan modern dan memberikan begitu banyak manfaat. Persoalannya adalah bagaimana kita menempatkan teknologi dalam kehidupan.Jangan sampai ponsel yang seharusnya menjadi alat justru berubah menjadi pengendali perhatian.Jangan sampai algoritma menentukan apa yang kita pikirkan.Jangan sampai jumlah likes menentukan apa yang kita anggap benar.Dan jangan sampai kebiasaan menggulir layar membuat kita lupa bahwa kehidupan yang sebenarnya tidak berada di dalam layar.Pada akhirnya, kita tidak membutuhkan lebih banyak informasi. Kita membutuhkan kemampuan untuk memilih informasi mana yang layak dipercaya, mana yang perlu dipertanyakan, dan mana yang sebaiknya dilewatkan.Sebab, menjadi orang yang berpengetahuan bukan berarti mengetahui segala sesuatu. Menjadi berpengetahuan berarti tahu apa yang perlu diketahui dan mampu memahami apa yang telah kita ketahui.Jadi, sebelum jari kembali menggulir layar tanpa henti, mungkin ada satu pertanyaan yang layak kita ajukan kepada diri sendiri:Setelah begitu banyak yang kita lihat hari ini, apa yang benar-benar kita pahami?Barangkali sudah waktunya kita berhenti sebentar.Bukan untuk meninggalkan dunia digital, tetapi untuk kembali menemukan diri sendiri di luar layar.

11 Sep 2026
Opini

Hidup Bukan Sekadar Menerima, Tapi Berani Bertanya

Bertanya Menghasilkan Inovasi, Kreativitas, dan Menciptakan SesuatuUBAY BAROKAH MRP | MahasiswaPernahkah kita bertanya, “Mengapa harus seperti ini?”, “Apakah ada cara yang lebih baik?”, atau bahkan “Bagaimana jika kita mencoba sesuatu yang berbeda?” Pertanyaan-pertanyaan sederhana tersebut sering kali menjadi awal dari sebuah perubahan besar.Bertanya bukan sekadar mencari jawaban. Bertanya adalah cara manusia membuka ruang berpikir. Ketika seseorang berani mempertanyakan sesuatu yang selama ini dianggap biasa, ia sedang membuka kemungkinan untuk menemukan cara baru, gagasan baru, bahkan menciptakan sesuatu yang sebelumnya belum pernah ada.Banyak inovasi lahir bukan karena seseorang sudah mengetahui semua jawabannya, tetapi karena ia berani mengakui bahwa masih ada sesuatu yang belum diketahui. Dari rasa ingin tahu itulah kreativitas tumbuh.Misalnya, ketika seseorang bertanya, “Mengapa pekerjaan ini harus dilakukan secara manual?”, pertanyaan tersebut dapat mendorong lahirnya teknologi yang membuat pekerjaan menjadi lebih cepat dan efisien. Ketika seseorang bertanya, “Bagaimana caranya agar masalah ini bisa diselesaikan?”, dari sana bisa muncul sebuah ide, produk, metode, atau gerakan sosial.Artinya, pertanyaan memiliki kekuatan untuk mengubah sesuatu yang awalnya dianggap biasa menjadi sesuatu yang lebih baik.Sayangnya, dalam kehidupan sehari-hari, bertanya terkadang justru dianggap sebagai tanda tidak tahu atau kurang memahami. Padahal, tidak semua orang yang banyak bertanya adalah orang yang tidak tahu. Justru orang yang terus bertanya sering kali sedang berusaha memahami sesuatu secara lebih mendalam.Kita perlu membangun budaya yang tidak takut pada pertanyaan. Di ruang kelas, organisasi, lingkungan kerja, maupun kehidupan bermasyarakat, pertanyaan seharusnya tidak dianggap sebagai ancaman. Sebaliknya, pertanyaan harus menjadi pintu masuk bagi diskusi, evaluasi, inovasi, dan perubahan.Sebab, jika kita hanya menerima apa yang sudah ada tanpa pernah bertanya, kita mungkin hanya akan menjadi pengikut keadaan. Tetapi ketika kita berani bertanya, kita mulai memiliki kesempatan untuk menjadi pencipta perubahan.Pertanyaan adalah awal dari kreativitas. Kreativitas melahirkan gagasan. Gagasan melahirkan inovasi. Dan inovasi dapat menciptakan sesuatu yang bermanfaat bagi kehidupan.Karena itu, jangan takut bertanya. Bisa jadi, pertanyaan sederhana yang hari ini muncul di dalam pikiran kita justru menjadi awal dari sesuatu yang besar di masa depan.

04 Sep 2026
Gaya Hidup

China Batasi AI Companion, Khawatir Relasi Tergantikan

BEIJING, BungkasNews — Penggunaan kecerdasan buatan (AI) sebagai teman virtual semakin berkembang di China. Namun, pemerintah mulai memperketat penggunaan layanan AI companion di China karena khawatir interaksi emosional dengan chatbot dapat membuat pengguna semakin bergantung pada teknologi dan menjauh dari hubungan sosial di dunia nyata.Dilansir dari The Guardian, sejumlah pengguna di China telah membangun hubungan emosional yang kuat dengan karakter AI yang mereka ciptakan melalui aplikasi chatbot. Salah satunya adalah Zhao Wei, mahasiswa hukum berusia 19 tahun yang merasa sangat terpukul setelah fitur AI companion yang digunakannya dihentikan.Zhao mengaku terbiasa berbicara dengan AI setiap hari dan menceritakan berbagai persoalan pribadinya. Ia merasa lebih bebas berbicara kepada chatbot karena tidak khawatir akan dihakimi atau membebani teman-temannya. Namun, perkembangan hubungan emosional manusia dengan AI mulai menimbulkan perhatian pemerintah China. Aturan baru yang berlaku sejak 15 Juli 2026 melarang layanan AI companion untuk anak di bawah umur serta memberikan pembatasan terhadap layanan yang dirancang untuk membangun hubungan emosional berkelanjutan dengan pengguna. Pemerintah China menyatakan kekhawatiran terhadap kemungkinan AI mendorong ketergantungan emosional dan kecanduan, termasuk layanan yang berpotensi menggantikan interaksi sosial manusia.AI dan Masalah KesepianFenomena AI companion di China muncul ketika negara tersebut juga menghadapi persoalan sosial dan demografis. Kesepian, perubahan pola hubungan sosial, rendahnya angka pernikahan, serta penurunan angka kelahiran menjadi tantangan yang semakin diperhatikan.Menurut laporan The Guardian, sekitar 20 persen rumah tangga di China saat ini terdiri dari orang yang tinggal sendiri. Angka tersebut diperkirakan dapat melampaui 30 persen pada 2030. Sebuah survei yang diterbitkan media pemerintah pada awal 2026 juga menemukan hampir separuh anak muda yang disurvei pernah menggunakan teman virtual ketika merasa kesepian. Kondisi tersebut membuat muncul pertanyaan apakah AI companion dapat menjadi alternatif yang terlalu nyaman bagi sebagian orang dibandingkan membangun hubungan dengan manusia.Nancy Dai, profesor madya di City University of Hong Kong, mengatakan persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kesepian. Menurutnya, di tengah menurunnya angka pernikahan dan kelahiran, ada kekhawatiran bahwa hubungan dengan AI yang relatif murah dan mudah diakses dapat membuat sebagian anak muda semakin tidak tertarik mencari pasangan, menikah, atau membangun keluarga. Meski demikian, belum ada bukti yang dapat memastikan bahwa penggunaan AI companion secara langsung menyebabkan seseorang tidak ingin menikah atau memiliki anak. Hubungan tersebut masih menjadi topik yang membutuhkan penelitian lebih lanjut.AI Tetap Didorong di Sektor LainMenariknya, pembatasan terhadap AI companion tidak berarti China menghentikan pengembangan teknologi AI secara keseluruhan.Pemerintah China justru terus mendorong pemanfaatan AI di berbagai sektor, termasuk pendidikan dan kesehatan. Salah satu contohnya adalah penggunaan aplikasi kesehatan berbasis AI yang memungkinkan masyarakat berinteraksi dengan avatar dokter untuk mendapatkan informasi kesehatan. Hal ini menunjukkan adanya pendekatan yang berbeda terhadap AI. Teknologi tersebut tetap dianggap memiliki manfaat besar bagi masyarakat, tetapi penggunaannya dalam hubungan emosional mendapatkan perhatian khusus.Penelitian yang diterbitkan di Nature Human Behaviour pada Agustus 2026 juga menunjukkan bahwa hubungan dengan AI companion dapat memberikan manfaat emosional bagi sebagian pengguna, tetapi dampaknya terhadap kesejahteraan psikologis dapat berbeda tergantung pada pola penggunaan dan kondisi pengguna. Dengan demikian, perdebatan mengenai AI companion di China bukan sekadar persoalan teknologi, tetapi juga menyangkut masa depan hubungan sosial manusia. Pemerintah harus mencari keseimbangan antara mendorong inovasi AI dan memastikan teknologi tersebut tidak menciptakan ketergantungan yang merugikan pengguna.Bagi masyarakat, perkembangan ini menjadi pengingat bahwa AI dapat menjadi alat bantu maupun teman berbicara, tetapi hubungan sosial dengan manusia tetap memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari.Sumber: The Guardian

26 Aug 2026
Gaya Hidup

Pengusaha Tunanetra Mesir Ciptakan AI untuk Melihat Dunia

KAIRO, BungkasNews — Kecerdasan buatan (AI) mulai membuka peluang baru bagi penyandang tunanetra untuk berinteraksi dengan lingkungan di sekitarnya. Salah satu contohnya datang dari Mesir, ketika seorang pengusaha yang kehilangan penglihatannya mengembangkan aplikasi berbasis AI untuk membantu dirinya dan pengguna lain mengenali dunia melalui deskripsi suara.Dilansir dari Reuters, Mark Morad kehilangan penglihatannya secara bertahap dalam waktu sekitar tiga tahun. Kondisi tersebut kemudian mendorongnya untuk mencari cara agar teknologi dapat membantu penyandang tunanetra memperoleh informasi visual mengenai lingkungan sekitar.Morad kemudian mengembangkan sebuah aplikasi yang memanfaatkan teknologi AI untuk menggambarkan objek dan situasi yang berada di depan pengguna. Informasi visual tersebut kemudian disampaikan dalam bentuk audio sehingga dapat didengar oleh pengguna.Teknologi tersebut bahkan memberikan pengalaman berbeda bagi adiknya, Karen Morad, seorang siswi berusia 16 tahun yang juga kehilangan penglihatannya sekitar lima tahun lalu.Saat melakukan perjalanan ke Kenya pada Juni 2026, Karen menggunakan aplikasi yang dikembangkan kakaknya. Teknologi tersebut membantunya memperoleh gambaran mengenai suasana safari yang sedang dikunjunginya melalui deskripsi audiovisual.AI Membantu Mengenali LingkunganKonsep aplikasi tersebut pada dasarnya memanfaatkan kamera dan teknologi AI untuk menganalisis lingkungan. Sistem kemudian mengubah informasi visual menjadi deskripsi yang dapat dipahami melalui suara.Bagi penyandang tunanetra, kemampuan tersebut dapat memberikan informasi tambahan mengenai benda, orang, kondisi jalan, maupun berbagai situasi yang berada di sekitar mereka.Pengembangan teknologi ini juga menunjukkan bagaimana pengalaman pribadi seseorang dapat menjadi dorongan untuk menciptakan inovasi yang memiliki manfaat sosial.Mark Morad tidak hanya mengembangkan teknologi untuk kebutuhan dirinya sendiri. Aplikasi tersebut telah digunakan oleh ribuan pengguna, termasuk adiknya sendiri.Teknologi untuk AksesibilitasPerkembangan AI selama beberapa tahun terakhir telah membuka berbagai kemungkinan dalam membantu kelompok penyandang disabilitas. Teknologi pengenalan gambar, pemrosesan bahasa, dan sintesis suara dapat digabungkan untuk menciptakan alat bantu yang sebelumnya sulit diwujudkan.Namun, teknologi semacam ini tetap memiliki keterbatasan. Sistem AI dapat melakukan kesalahan dalam mengenali objek atau memahami kondisi lingkungan. Karena itu, aplikasi tersebut lebih tepat dipandang sebagai alat bantu tambahan, bukan sebagai pengganti seluruh fungsi pendamping manusia.Kisah Morad juga memperlihatkan bahwa inovasi teknologi tidak selalu harus lahir dari perusahaan teknologi raksasa. Kebutuhan yang dialami secara langsung dapat menjadi pemicu munculnya solusi baru yang kemudian memberikan manfaat kepada masyarakat yang lebih luas.Perjalanan Morad dalam mengembangkan aplikasi tersebut membutuhkan waktu hampir dua tahun setelah ia mulai kehilangan penglihatannya. Reuters melaporkan bahwa proses pengembangan teknologi itu merupakan bagian dari upayanya untuk tetap dapat berinteraksi dengan dunia di sekitarnya.Dengan semakin berkembangnya kemampuan AI, teknologi seperti ini berpotensi menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang lebih inklusif. Penyandang tunanetra dapat memperoleh akses terhadap informasi visual secara lebih mandiri, sementara teknologi terus dikembangkan agar mampu memberikan deskripsi yang semakin akurat dan bermanfaat.Kisah dari Mesir tersebut menjadi salah satu contoh bahwa AI bukan hanya digunakan untuk pekerjaan, bisnis, atau hiburan, tetapi juga dapat diarahkan untuk membantu manusia menghadapi keterbatasan dan meningkatkan akses terhadap informasi.Sumber: Reuters

26 Aug 2026
Internasional

Finlandia Kirim 90 Persen Produksi Drone ke Ukraina

BungkasNews — Finlandia dan Ukraina segera memperkuat kerja sama pertahanan melalui kesepakatan produksi drone. Presiden Finlandia Alexander Stubb mengatakan sekitar 90 persen produksi drone Finlandia akan ditujukan untuk Ukraina, sementara 10 persen lainnya tetap digunakan untuk kebutuhan Finlandia.Dilansir dari Yle News, Stubb menyampaikan rencana tersebut saat berada di Kyiv, Ukraina, dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Ukraina pada Minggu (23/8/2026). Ia mengatakan Finlandia dan Ukraina diharapkan segera mencapai kesepakatan kerja sama di bidang drone.Menurut Stubb, kerja sama pertahanan kedua negara mencakup lima bidang utama, yaitu maritim, udara, darat, siber, dan luar angkasa. Produksi drone menjadi salah satu bagian penting dalam upaya memperkuat kemampuan pertahanan Ukraina di tengah perang yang masih berlangsung dengan Rusia. Stubb menyebut kerja sama tersebut akan memberikan keuntungan bagi kedua negara. Ia juga membandingkannya dengan model kerja sama yang diterapkan Denmark, yang memberikan pembiayaan secara langsung kepada perusahaan industri pertahanan Ukraina.Perusahaan Finlandia TerlibatDelegasi Finlandia yang mendampingi Stubb dalam kunjungannya ke Kyiv turut membawa tujuh perusahaan yang bergerak di sektor pertahanan.Tiga perusahaan Finlandia, yakni Patria, Insta, dan Boomeranger, telah menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan perusahaan-perusahaan Ukraina untuk mengembangkan produksi bersama.Keterlibatan perusahaan tersebut menunjukkan bahwa kerja sama Finlandia dan Ukraina tidak hanya dilakukan pada tingkat pemerintahan, tetapi juga mulai diarahkan kepada sektor industri pertahanan.Produksi bersama diharapkan dapat meningkatkan kapasitas industri pertahanan Ukraina sekaligus memberikan pengalaman dan peluang pengembangan teknologi bagi perusahaan Finlandia.Stubb juga menegaskan dukungan internasional terhadap Ukraina masih kuat. Menurutnya, lebih dari sepertiga dukungan yang mengalir kepada Ukraina berasal dari negara-negara anggota Uni Eropa di kawasan utara.Ukraina Rayakan 35 Tahun KemerdekaanKesepakatan tersebut disampaikan ketika Ukraina memperingati 35 tahun kemerdekaannya. Presiden Volodymyr Zelensky menjadi tuan rumah sejumlah pemimpin Eropa yang hadir di Kyiv dalam rangka peringatan tersebut. Pertemuan juga berlangsung di tengah perang Rusia-Ukraina yang telah memasuki tahun kelima sejak invasi skala penuh Rusia dimulai pada Februari 2022.Dalam beberapa pekan terakhir, serangan udara Rusia terhadap Ukraina dilaporkan kembali meningkat. Situasi tersebut membuat dukungan pertahanan dari negara-negara Eropa tetap menjadi salah satu faktor penting bagi Ukraina. Stubb mengatakan dirinya yakin Ukraina pada akhirnya akan mampu memenangkan perang dan menekankan bahwa dukungan internasional terhadap Kyiv akan terus berlanjut.Kerja sama Finlandia dan Ukraina di bidang drone menjadi salah satu bentuk terbaru dukungan pertahanan Eropa kepada Kyiv. Dengan rencana mengarahkan sebagian besar produksi drone Finlandia ke Ukraina, kerja sama tersebut berpotensi memperkuat kapasitas pertahanan Ukraina sekaligus memperluas hubungan industri kedua negara.Perkembangan ini juga menunjukkan semakin eratnya keterlibatan negara-negara Eropa dalam mendukung kemampuan pertahanan Ukraina di tengah konflik yang belum berakhir.

25 Aug 2026
Internasional

Harvard Jual Kursus US$699 dengan Dosen Berbasis AI

BOSTON, BungkasNews — Perkembangan kecerdasan buatan (AI) mulai membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan. Harvard Business School (HBS) menjadi salah satu institusi yang bereksperimen dengan teknologi tersebut melalui program pembelajaran yang menghadirkan versi digital berbasis AI dari para pengajarnya.Dilansir dari TechStory, Harvard Business School menawarkan Program tersebut dibanderol US$699 atau sekitar Rp12,38 juta, dengan asumsi kurs Rp17.720 per dolar AS.. Program tersebut menggunakan avatar berbasis AI yang dibuat menyerupai sejumlah anggota fakultas Harvard untuk menyampaikan materi dan berinteraksi dengan peserta.Teknologi ini memungkinkan peserta mendapatkan pengalaman belajar yang berbeda dari kursus daring konvensional. Alih-alih hanya menyaksikan rekaman video dosen, peserta dapat berinteraksi dengan representasi digital berbasis AI yang dirancang menyerupai pengajar manusia.Program tersebut ditujukan bagi para pengusaha maupun calon pendiri perusahaan yang ingin mengembangkan kemampuan dalam membangun dan mengembangkan bisnis. Materi pembelajaran dirancang sebagai pengalaman pendidikan profesional, bukan sebagai program gelar akademik.Penggunaan avatar AI juga membuka peluang bagi institusi pendidikan untuk memperluas akses terhadap pengetahuan yang dimiliki para pengajar. Seorang profesor memiliki keterbatasan waktu untuk mengajar dan memberikan pendampingan kepada setiap mahasiswa. Dengan bantuan AI, materi dan simulasi pembelajaran dapat tersedia lebih fleksibel bagi peserta dari berbagai lokasi dan zona waktu.Namun, kehadiran dosen berbasis AI juga memunculkan pertanyaan mengenai batas antara teknologi dan peran manusia dalam pendidikan. Apakah avatar AI mampu memberikan pengalaman belajar yang setara dengan berinteraksi langsung dengan seorang profesor?Eksperimen Harvard tersebut menunjukkan bahwa penggunaan AI di pendidikan mulai bergerak lebih jauh dari sekadar alat bantu penulisan, penelitian, atau tutor. AI mulai digunakan untuk menghadirkan pengalaman interaksi yang menyerupai proses belajar bersama seorang pengajar.Sejumlah sumber lain melaporkan bahwa teknologi avatar tersebut dikembangkan untuk memungkinkan peserta berlatih menghadapi situasi bisnis seperti presentasi kepada investor, percakapan penjualan, hingga simulasi rapat. Dengan demikian, teknologi tersebut lebih diarahkan sebagai alat simulasi dan pendamping pembelajaran daripada sekadar pengganti dosen manusia.Bagi dunia pendidikan, langkah Harvard menjadi gambaran mengenai kemungkinan munculnya model pembelajaran baru. Di masa depan, mahasiswa mungkin tidak hanya belajar dari profesor secara langsung, tetapi juga menggunakan versi AI yang membantu memperluas akses terhadap keahlian, pengalaman, dan materi yang dikembangkan oleh para akademisi.Meski menawarkan efisiensi dan fleksibilitas, kualitas interaksi, akurasi jawaban, etika penggunaan identitas dosen, serta nilai yang diperoleh peserta tetap menjadi faktor penting dalam menilai apakah teknologi semacam ini benar-benar mampu meningkatkan kualitas pendidikan.

23 Aug 2026
Aspirasi Masyarakat

81 Tahun Indonesia Merdeka, Sudahkah Keadilan Sosial Benar-Benar Merata?

Oleh : Muhammad Hidayat Rahmat Hantoro, S.H.I.81 tahun Indonesia merdeka. 81 tahun pula bangsa ini memperjuangkan cita-cita sebagaimana amanat Pancasila: “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.” Namun, pertanyaan sederhana ini masih layak kita ajukan: Apakah keadilan sosial itu sudah benar-benar dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia?Tepatnya di Dusun X, Desa Sarang Helang, Kecamatan Sei Kepayang Timur, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara, atau yang biasa disebut masyarakat sebagai Ludam.Di tempat ini, setidaknya 40 kepala keluarga yang masih menetap hingga hari ini disebut belum menikmati aliran listrik PLN.Di saat sebagian masyarakat sudah menikmati berbagai kemudahan teknologi dan pembangunan, saudara-saudara kita di Ludam masih harus menjalani kehidupan tanpa penerangan listrik yang layak.Apakah mereka bukan bagian dari Indonesia?Permasalahan ternyata tidak berhenti pada listrik. Setiap kali terjadi pasang besar, air asin meluap dan menggenangi kawasan tersebut. Dampaknya sangat berat. Infrastruktur jalan rusak, lahan pertanian ikut terdampak, dan aktivitas masyarakat menjadi semakin sulit.Mereka tidak meminta kemewahan. Mereka hanya meminta hak yang sederhana: jalan yang layak, listrik yang menerangi rumah, dan lingkungan yang memungkinkan mereka hidup serta mencari nafkah dengan baik. Ironisnya, pemerintah sendiri telah menegaskan bahwa pemerataan listrik merupakan bagian dari upaya mewujudkan keadilan sosial. Pemerintah dan PLN juga memiliki Program Listrik Desa untuk memperluas akses listrik hingga pelosok negeri.Maka dari itu, melalui momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, kiranya persoalan masyarakat Dusun X/Ludam ini dapat menjadi perhatian serius pemerintah.Bukan untuk menyalahkan siapa-siapa. Bukan pula untuk mencari siapa yang salah. Tetapi, ini adalah suara masyarakat yang berharap negara benar-benar hadir.Kepada Pemerintah Kabupaten Asahan, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Kementerian ESDM, PLN, dan seluruh pihak terkait:Tolong lihat saudara-saudara kita di Ludam.Datanglah.Lihat kondisi mereka.Dengarkan keluhan mereka.Dan carikan solusi yang nyata.Karena kemerdekaan bukan hanya tentang upacara, bendera, dan perayaan.Kemerdekaan juga berarti ketika rakyat di pelosok negeri dapat berkata:“Kami juga merasakan hadirnya negara.”81 TAHUN INDONESIA MERDEKA. Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.Semoga Dusun X/Ludam tidak lagi menjadi wilayah yang terlupakan.Karena mereka juga Indonesia.Mereka juga rakyat Indonesia.Dan mereka juga berhak menikmati kemerdekaan.

22 Aug 2026
Nasional

Buka IITS 2026, Pramono Dorong Kolaborasi Atasi Persoalan Transportasi

JAKARTA, BungkasNews — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendorong penguatan kolaborasi dalam menangani berbagai persoalan transportasi perkotaan. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi keynote speaker dalam Indonesia International Transport Summit (IITS) 2026 di The Tribrata Hotel & Convention Center, Jakarta Selatan, Kamis (20/8/2026).Dilansir dari Beritajakarta.id, Pramono menyampaikan bahwa forum IITS 2026 menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dan mendorong mobilitas perkotaan yang lebih berkelanjutan.Menurut Pramono, persoalan transportasi tidak hanya menjadi tantangan bagi Jakarta, tetapi juga dihadapi berbagai kota di dunia. Tantangannya mencakup kemacetan, perluasan akses transportasi, hingga upaya mengurangi polusi dan emisi.Jakarta saat ini memiliki sekitar 11,1 juta penduduk, sementara kawasan penyangga dihuni sekitar 41,9 juta jiwa. Tingginya mobilitas masyarakat tersebut memberikan tekanan terhadap sistem transportasi perkotaan.Di sisi lain, layanan transportasi publik di Jakarta telah menjangkau sekitar 92 persen penduduk. Namun, sektor transportasi masih menjadi penyumbang emisi gas rumah kaca terbesar di Jakarta, dengan kontribusi sekitar 52 persen dari emisi langsung pada 2024.Karena itu, Pramono mendorong masyarakat untuk menjadikan transportasi publik sebagai pilihan utama dalam melakukan mobilitas sehari-hari. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menempatkan transformasi transportasi sebagai bagian dari agenda menuju kota rendah karbon.Pemprov DKI menargetkan Jakarta mencapai Net Zero Emission pada 2050, menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 30 persen pada 2030, serta meningkatkan penggunaan transportasi publik hingga 55 persen pada 2044.Selain memperluas layanan transportasi publik, Pemprov DKI juga mengembangkan kawasan Transit Oriented Development (TOD), menyediakan akses transportasi gratis bagi 15 golongan masyarakat, serta meningkatkan fasilitas bagi pejalan kaki.Dalam upaya elektrifikasi transportasi publik, Jakarta telah mengoperasikan sekitar 500 bus listrik dan menargetkan 10.047 bus listrik pada 2030.Pramono menegaskan bahwa transformasi transportasi membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, sektor swasta, inovator teknologi, dan masyarakat.Ia berharap IITS 2026 dapat memperkuat kolaborasi, mendorong inovasi, serta membuka peluang investasi transportasi yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus lingkungan.

21 Aug 2026