Bungkas News
Internasional

Harvard Jual Kursus US$699 dengan Dosen Berbasis AI

Oleh: rizky 23 Aug 2026, 23:22 WIB
Harvard Jual Kursus US$699 dengan Dosen Berbasis AI
Sumber: TechStory

BOSTON, BungkasNews — Perkembangan kecerdasan buatan (AI) mulai membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan. Harvard Business School (HBS) menjadi salah satu institusi yang bereksperimen dengan teknologi tersebut melalui program pembelajaran yang menghadirkan versi digital berbasis AI dari para pengajarnya.

Dilansir dari TechStory, Harvard Business School menawarkan Program tersebut dibanderol US$699 atau sekitar Rp12,38 juta, dengan asumsi kurs Rp17.720 per dolar AS.. Program tersebut menggunakan avatar berbasis AI yang dibuat menyerupai sejumlah anggota fakultas Harvard untuk menyampaikan materi dan berinteraksi dengan peserta.

Teknologi ini memungkinkan peserta mendapatkan pengalaman belajar yang berbeda dari kursus daring konvensional. Alih-alih hanya menyaksikan rekaman video dosen, peserta dapat berinteraksi dengan representasi digital berbasis AI yang dirancang menyerupai pengajar manusia.

Program tersebut ditujukan bagi para pengusaha maupun calon pendiri perusahaan yang ingin mengembangkan kemampuan dalam membangun dan mengembangkan bisnis. Materi pembelajaran dirancang sebagai pengalaman pendidikan profesional, bukan sebagai program gelar akademik.

Penggunaan avatar AI juga membuka peluang bagi institusi pendidikan untuk memperluas akses terhadap pengetahuan yang dimiliki para pengajar. Seorang profesor memiliki keterbatasan waktu untuk mengajar dan memberikan pendampingan kepada setiap mahasiswa. Dengan bantuan AI, materi dan simulasi pembelajaran dapat tersedia lebih fleksibel bagi peserta dari berbagai lokasi dan zona waktu.

Namun, kehadiran dosen berbasis AI juga memunculkan pertanyaan mengenai batas antara teknologi dan peran manusia dalam pendidikan. Apakah avatar AI mampu memberikan pengalaman belajar yang setara dengan berinteraksi langsung dengan seorang profesor?

Eksperimen Harvard tersebut menunjukkan bahwa penggunaan AI di pendidikan mulai bergerak lebih jauh dari sekadar alat bantu penulisan, penelitian, atau tutor. AI mulai digunakan untuk menghadirkan pengalaman interaksi yang menyerupai proses belajar bersama seorang pengajar.

Sejumlah sumber lain melaporkan bahwa teknologi avatar tersebut dikembangkan untuk memungkinkan peserta berlatih menghadapi situasi bisnis seperti presentasi kepada investor, percakapan penjualan, hingga simulasi rapat. Dengan demikian, teknologi tersebut lebih diarahkan sebagai alat simulasi dan pendamping pembelajaran daripada sekadar pengganti dosen manusia.

Bagi dunia pendidikan, langkah Harvard menjadi gambaran mengenai kemungkinan munculnya model pembelajaran baru. Di masa depan, mahasiswa mungkin tidak hanya belajar dari profesor secara langsung, tetapi juga menggunakan versi AI yang membantu memperluas akses terhadap keahlian, pengalaman, dan materi yang dikembangkan oleh para akademisi.

Meski menawarkan efisiensi dan fleksibilitas, kualitas interaksi, akurasi jawaban, etika penggunaan identitas dosen, serta nilai yang diperoleh peserta tetap menjadi faktor penting dalam menilai apakah teknologi semacam ini benar-benar mampu meningkatkan kualitas pendidikan.