Bungkas News

Hasil Pencarian untuk: "sejarah"

Ditemukan 6 berita.

Opini

30 September: Ketika Sejarah Menjadi Cermin Bangsa

Sejarah tidak hanya berbicara tentang tanggal, nama, dan peristiwa. Sejarah adalah cermin yang mengajak kita melihat kembali perjalanan bangsa, termasuk luka dan konflik yang pernah terjadi di dalamnya.Malam 30 September hingga 1 Oktober 1965 menjadi salah satu episode penting dan tragis dalam sejarah Indonesia. Sejumlah perwira TNI menjadi sasaran penculikan dan pembunuhan. Salah satunya adalah Jenderal Abdul Haris Nasution. Ia berhasil menyelamatkan diri dari upaya penangkapan di kediamannya. Namun, peristiwa tersebut menewaskan putrinya, Ade Irma Suryani Nasution, serta ajudannya, Pierre Andreas Tendean.Enam dekade telah berlalu. Generasi terus berganti, tetapi sejarah tetap menyimpan pertanyaan yang penting untuk direnungkan: apa yang dapat kita pelajari dari sebuah bangsa yang pernah mengalami konflik politik begitu tajam?Perbedaan pandangan, ideologi, dan kepentingan merupakan bagian dari kehidupan berbangsa. Namun, perbedaan seharusnya tidak menjadi alasan untuk menghilangkan nilai kemanusiaan. Ketika konflik tidak lagi diselesaikan melalui dialog dan cara-cara yang damai, dampaknya dapat melampaui kepentingan politik dan meninggalkan luka bagi banyak orang.Karena itu, memperingati 30 September bukan sekadar mengingat kembali siapa yang menjadi korban atau bagaimana sebuah peristiwa terjadi. Lebih dari itu, momentum ini dapat menjadi ruang refleksi bagi generasi muda untuk memahami pentingnya persatuan, menghargai perbedaan, menjaga kemanusiaan, serta menyelesaikan persoalan melalui jalan yang damai dan konstitusional.Kita tidak dapat mengubah sejarah yang telah berlalu. Namun, kita dapat menentukan bagaimana sejarah itu membentuk cara kita memandang masa depan.Sejarah adalah cermin. Jangan hanya melihat masa lalu di dalamnya, tetapi lihat pula siapa diri kita hari ini dan bangsa seperti apa yang ingin kita bangun esok hari.Jangan biarkan sejarah hanya menjadi hafalan. Jadikan ia kesadaran.Penulis: Mhd. Nehru Lubis

30 Sep 2026
Sports

Messi Tinggalkan Timnas Argentina: “Aku Sudah Habis”

BungkasNews — Lionel Messi mengumumkan keputusan untuk mengakhiri perjalanan panjangnya bersama Tim Nasional Argentina. Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, Messi menyampaikan bahwa keputusan tersebut terasa sangat menyakitkan, tetapi ia menyadari bahwa waktunya untuk menutup babak tersebut telah tiba.Lionel Messi pensiun dari Timnas Argentina setelah menjalani perjalanan panjang selama sekitar 20 tahun bersama tim nasional. Dalam pesannya, kapten Argentina itu menegaskan bahwa dirinya selalu memberikan seluruh kemampuan untuk membela seragam negaranya, baik dalam masa-masa penuh kemenangan maupun sebelum Argentina meraih berbagai kesuksesan.“Keputusan ini sangat menyakitkan di lubuk hati yang paling dalam, tetapi aku mengerti bahwa inilah saatnya,” tulis Messi dalam unggahannya.Messi mengatakan dirinya selalu berjuang dan memberikan segalanya ketika mengenakan seragam Argentina. Baginya, membela tim nasional bukan hanya mengenai pertandingan dan trofi, tetapi juga tentang memberikan kebahagiaan kepada masyarakat Argentina melalui sepak bola.Messi Mengaku Sudah HabisDalam pernyataannya, Messi mengaku bahwa dirinya merasa sudah tidak memiliki apa-apa lagi untuk diberikan kepada Tim Nasional Argentina.“Waktu tersisa sedikit dan babak demi babak mulai ditutup, dan ini adalah babak yang sangat menyakitkanku,” tulisnya.Ia juga menyampaikan bahwa dirinya tetap mencintai tim nasional dan akan selalu memiliki rasa cinta terhadap Argentina. Namun, Messi menilai sudah waktunya memberikan kesempatan kepada pemain-pemain muda yang menurutnya layak mendapatkan tempat di tim nasional.“Aku sudah habis, aku tidak punya apa-apa lagi untuk diberikan, dan selain itu ada anak-anak muda hebat yang layak berada di sini,” lanjutnya.Keputusan tersebut menjadi bagian emosional dari perjalanan panjang Messi bersama Argentina. Selama dua dekade, ia menjadi salah satu pemain paling penting dalam sejarah sepak bola negara tersebut.Akan Tetap Mendukung ArgentinaMeski memutuskan meninggalkan tim nasional, Messi memastikan dukungannya terhadap Argentina tidak akan berakhir.Ia mengatakan dirinya akan berubah dari seorang pemain menjadi salah satu pendukung yang menyaksikan perjuangan tim dari luar lapangan.“Sekarang aku akan menjadi salah satu dari kalian, selalu menyemangati dan mendukung dari luar,” tulis Messi.Ia juga mengaku akan merindukan suasana ketika mendengar dukungan para penggemar dari dalam lapangan. Baginya, dukungan tersebut merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan bersama Tim Nasional Argentina.Messi turut menyampaikan terima kasih kepada keluarganya yang selalu mendampingi perjalanan kariernya. Ia juga memberikan penghargaan kepada para pelatih, rekan setim, dan pengurus yang pernah bekerja bersamanya selama membela Argentina.Menurutnya, seluruh pengalaman tersebut telah menghasilkan kenangan dan momen yang tidak akan pernah terlupakan.Pergi dengan Rasa BanggaDalam pesan perpisahannya, Messi mengatakan dirinya meninggalkan tim nasional dengan ketenangan dan kebanggaan. Ia merasa telah memberikan, bersama rekan-rekan setimnya, sejumlah momen yang selama ini menjadi impian masyarakat Argentina.Ia juga mengungkapkan rasa syukurnya kepada Tuhan karena telah dilahirkan sebagai orang Argentina.“Terima kasih Tuhan karena telah menjadikanku orang Argentina. Ayo Argentina!” tulisnya di akhir pesan.Messi kemudian memberikan keterangan bahwa tulisan tersebut sebenarnya telah dibuat pada 21 Juli, dua hari setelah pertandingan final. Ia mengatakan bahwa setelah kejadian yang menimpa ayahnya, keyakinannya terhadap keputusan tersebut menjadi semakin kuat.Pengumuman Lionel Messi pensiun dari Timnas Argentina menjadi momen emosional bagi perjalanan kariernya bersama negara tersebut. Setelah bertahun-tahun mengenakan seragam Argentina dan melalui berbagai fase dalam karier internasionalnya, Messi memilih menutup salah satu bab terpenting dalam perjalanan sepak bolanya.Kini, ia menyatakan akan berada di luar lapangan sebagai pendukung Argentina, mengikuti perjalanan tim yang sebelumnya ia bela selama bertahun-tahun.

01 Sep 2026
Daerah

Grand Final Sayembara Batik Tangsel, Pilar Dorong Desainer Lokal Tembus Tingkat Global

Tangerang Selatan, BungkasNews — Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, menghadiri sekaligus membuka secara resmi ajang Grand Final Sayembara Batik Tangsel. Ajang tahunan ini diselenggarakan sebagai wujud komitmen Pemerintah Kota Tangerang Selatan dalam memberikan ruang kreasi bagi desainer lokal, pelaku ekonomi kreatif, serta masyarakat umum.Dilansir dari portal resmi berita.tangerangselatankota.go.id, ajang Sayembara Batik Tangsel ditujukan untuk memperkuat identitas budaya daerah sekaligus mendorong potensi industri kreatif batik lokal agar memiliki daya saing yang lebih luas.Dalam sambutannya, Pilar Saga Ichsan menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para finalis yang berhasil menembus babak grand final. Menurutnya, karya motif batik hasil kreasi desainer lokal Tangerang Selatan memiliki kualitas dan nilai estetika tinggi yang berpotensi untuk bersaing hingga ke tingkat internasional.Komitmen Pemkot dan Penguatan Industri KreatifPemkot Tangsel berkomitmen untuk terus memfasilitasi serta mendampingi para perajin dan desainer batik lokal. Upaya pendampingan tersebut dilakukan melalui penguatan branding, fasilitasi pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), hingga perluasan jangkauan promosi digital agar batik Tangsel semakin dikenal luas.“Harapannya banyak para desainer-desainer muda, banyak pelaku ekonomi kreatif yang tumbuh di Tangerang Selatan dan di nasional bisa mengembangkan potensi yang kalian punya. Memang dimulai dari step yang paling kecil yaitu tingkat lokal. Act locally, think globally,” ucapnya.Selain itu, Pilar berharap melalui Sayembara Batik Tangsel dapat lahir karya-karya orisinal yang sarat akan makna sejarah, filosofi, serta kearifan lokal. Pertumbuhan ekonomi kreatif di sektor perbatikan juga diyakini akan memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan pelaku UMKM di Tangerang Selatan.Penyerahan Penghargaan kepada PemenangPada akhir rangkaian acara Grand Final Sayembara Batik Tangsel, Wakil Wali Kota menyerahkan penghargaan dan hadiah secara langsung kepada para pemenang. Beliau juga berpesan kepada para desainer muda untuk terus mengeksplorasi ide-ide kreatif dan tidak cepat berpuas diri demi membawa nama baik Kota Tangerang Selatan di industri fashion global.Sumber: Pemerintah Kota Tangerang Selatan Informasi resmi: berita.tangerangselatankota.go.id

31 Aug 2026
Internasional

Harta Karun Villena Dicuri dalam Empat Menit

VILLENA, BungkasNews — Sebagian besar koleksi bersejarah Harta Karun Villena, peninggalan Zaman Perunggu yang terdiri dari benda-benda emas dan artefak berusia sekitar 3.000 tahun, dicuri dalam aksi perampokan yang berlangsung hanya sekitar empat menit di Museum Villena, Spanyol.Dilansir dari The Guardian, alarm Museum Villena berbunyi sekitar pukul 05.20 waktu setempat pada Kamis (27/8/2026). Para pencuri kemudian meninggalkan gedung sekitar pukul 05.24, sehingga keseluruhan aksi berlangsung dalam waktu yang sangat singkat.Juru bicara pemerintah kota Villena menggambarkan aksi tersebut sebagai operasi yang sangat cepat dan profesional. Wali Kota Villena, Fulgencio Cerdán, mengaku terpukul karena sebagian besar koleksi berharga tersebut berhasil dibawa kabur.“Koleksi ini merupakan bagian dari warisan dan kekayaan Villena,” demikian gambaran yang disampaikan wali kota mengenai pentingnya artefak tersebut bagi masyarakat setempat.Sebagian Besar Koleksi DicuriHarta Karun Villena terdiri atas 66 benda, yang sebagian besar terbuat dari emas. Koleksi tersebut mencakup 29 gelang, 11 mangkuk, tiga botol, serta berbagai benda lainnya yang diperkirakan berasal dari sekitar tahun 1000 sebelum Masehi.Benda-benda tersebut ditemukan pada 1963 oleh arkeolog José María Soler. Koleksi ditemukan tersimpan dalam sebuah wadah yang berada di dasar sungai yang telah mengering di wilayah Villena.Sejak Mei 2024, koleksi tersebut dipamerkan di sebuah ruangan khusus di Museum Villena yang dikelola pemerintah kota.Meskipun nilai sejarah koleksi tersebut sulit dihitung dengan uang, nilai emas yang terkandung di dalamnya diperkirakan mencapai sedikitnya €1,7 juta.Namun, nilai ekonominya bukan satu-satunya alasan koleksi tersebut dianggap penting. Artefak-artefak tersebut memiliki nilai arkeologis yang sangat tinggi karena memberikan gambaran mengenai kehidupan dan kebudayaan masyarakat Eropa pada Zaman Perunggu.Ada Artefak yang TertinggalTidak seluruh koleksi berhasil dibawa pencuri. Beberapa benda masih ditemukan di lokasi, termasuk tiga wadah berbahan perak, sebuah gelang, serta sebagian ornamen dari benda yang dikenal sebagai Kingfisher staff, sebuah tongkat atau tongkat upacara prasejarah.Kepolisian Spanyol kini melakukan penyelidikan untuk mengetahui bagaimana para pelaku dapat masuk ke museum dan melarikan diri dengan membawa sebagian besar koleksi.Menurut Manuel Pineda, perwakilan pemerintah Spanyol di Alicante, para pencuri diduga masuk melalui sebuah jendela.Pihak Museum Villena menyatakan seluruh sistem keamanan telah aktif ketika kejadian berlangsung dan membantah adanya kegagalan sistem keamanan.Diduga Sudah DirencanakanPenyelidikan awal juga menemukan kemungkinan bahwa aksi pencurian tersebut telah direncanakan sebelumnya.Tak lama sebelum pencurian terjadi, alarm lain berbunyi di pusat olahraga kota. Aparat kini menyelidiki kemungkinan alarm tersebut sengaja dibuat sebagai pengalihan perhatian sebelum para pelaku menjalankan aksinya.Mauro Hernández, profesor arkeologi dari University of Alicante sekaligus pakar Harta Karun Villena, menilai aksi tersebut menunjukkan tanda-tanda perencanaan matang.Para pelaku diduga mengetahui cara memasuki museum, mengambil benda yang menjadi target, serta melarikan diri dalam waktu singkat.Pencurian ini menambah daftar aksi pencurian benda budaya bernilai tinggi yang terjadi di berbagai museum Eropa. Sebelumnya, sejumlah museum di negara-negara Eropa juga menjadi sasaran pencurian benda seni dan artefak berharga.Kasus tersebut kembali menyoroti tantangan keamanan museum dalam melindungi benda-benda warisan budaya yang tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga menjadi bagian penting dari sejarah suatu bangsa dan peradaban.Saat ini, polisi Spanyol masih memburu pelaku dan berupaya menemukan kembali artefak-artefak yang dicuri.Sumber: The Guardian

28 Aug 2026
Hiburan

Spider-Man Kembali Puncaki Box Office Pekan Keempat

LOS ANGELES, BungkasNews — Film Spider-Man: Brand New Day kembali menunjukkan dominasinya di bioskop Amerika Utara. Memasuki akhir pekan keempat penayangannya, film superhero produksi Sony dan Marvel tersebut masih mampu mempertahankan posisi teratas box office meski menghadapi sejumlah film baru.Dilansir dari AsiaOne, yang mengutip data dari Associated Press dan estimasi studio, Spider-Man Brand New Day meraih sekitar US$39 juta dari 4.006 bioskop di Amerika Serikat dan Kanada pada akhir pekan keempat. Pencapaian tersebut membuat film yang dibintangi Tom Holland itu tetap berada di posisi pertama daftar box office domestik. Dengan tambahan pendapatan tersebut, total pendapatan Spider-Man Brand New Day di Amerika Utara telah mencapai lebih dari US$854,9 juta. Film tersebut bahkan diperkirakan segera melewati Avengers: Endgame dan menjadi film dengan pendapatan domestik terbesar kedua sepanjang masa.Saat ini, posisi pertama masih ditempati Star Wars: The Force Awakens dengan pendapatan sekitar US$936,7 juta di Amerika Utara. The Odyssey Cetak Rekor Christopher NolanDi tengah dominasi Spider-Man, film The Odyssey karya Christopher Nolan juga terus mencatat pencapaian besar.Film yang dibintangi Matt Damon, Tom Holland, Anne Hathaway dan sejumlah aktor ternama tersebut menempati posisi ketiga pada akhir pekan keenam dengan tambahan pendapatan sekitar US$19,5 juta di Amerika Utara.Pendapatan domestik The Odyssey kemudian mencapai hampir US$539,1 juta. Angka tersebut membuat film itu melewati pendapatan The Dark Knight yang sebelumnya menjadi salah satu pencapaian box office terbesar Nolan dengan sekitar US$534,9 juta, tanpa memperhitungkan inflasi. Secara global, The Odyssey telah mengumpulkan sekitar US$1,4 miliar. Pencapaian tersebut menjadikannya film dengan pendapatan tertinggi sepanjang karier Christopher Nolan. Persaingan Box Office Makin KetatPosisi kedua pada akhir pekan tersebut ditempati Insidious: Out of the Further. Film horor tersebut memperoleh sekitar US$25,3 juta dari 3.303 bioskop di Amerika Utara. Di pasar internasional, film itu menambahkan sekitar US$35 juta.Sementara itu, film aksi Mutiny yang dibintangi Jason Statham hanya mampu berada di posisi keenam dengan pendapatan sekitar US$7,5 juta.Kinerja berbagai film tersebut menunjukkan bahwa musim panas 2026 menjadi periode yang sangat kuat bagi industri perfilman Amerika Utara. Penjualan tiket bioskop sepanjang musim panas diperkirakan mencapai sekitar US$4,4 miliar, menjadikannya salah satu musim panas dengan pendapatan tertinggi dalam sejarah box office Amerika Utara. Secara keseluruhan, pendapatan box office Amerika Utara sepanjang 2026 juga telah melewati US$7 miliar, meningkat sekitar 20,4 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025, meskipun masih berada di bawah capaian 2019. Kehadiran film-film besar seperti Spider-Man Brand New Day dan The Odyssey turut mendorong kembali minat masyarakat untuk menonton film di bioskop. Kondisi tersebut menjadi sinyal positif bagi industri perfilman setelah sebelumnya menghadapi berbagai tantangan, termasuk dampak pemogokan Hollywood pada 2023.Kesuksesan kedua film juga memperlihatkan bahwa film superhero dan film epik dengan nama besar masih mampu menarik penonton dalam jumlah besar ketika menawarkan pengalaman sinematik yang kuat.Sumber: AsiaOne, Associated Press

26 Aug 2026
Opini

Pressure is Previllage

Pernahkah Anda merasa ingin melempar laptop, keluar dari grup koordinasi organisasi, atau sekadar menghilang saat tumpukan tugas dan ekspektasi mulai mencekik leher? Bagi banyak mahasiswa dan pelajar saat ini, tekanan sering kali dianggap sebagai "musuh" yang harus dihindari demi kesehatan mental. Fenomena “quit-culture” atau kecenderungan untuk menyerah saat situasi mulai memanas menjadi pelarian yang makin umum. Kita sering merasa menjadi korban dari keadaan, padahal di balik rasa sesak itu, ada sebuah pengakuan tersirat dari dunia bahwa Anda adalah sosok yang mampu.​Realitanya, fenomena tekanan mental di kalangan akademisi muda memang meningkat. Data dari Indonesia National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) menunjukkan bahwa 1 dari 3 remaja Indonesia memiliki masalah kesehatan mental dalam 12 bulan terakhir. Angka ini setara dengan 15,5 juta dan 2,45 juta remaja. Di sisi lain, tren “Quiet Quitting” dan rendahnya resiliensi (daya lenting) menjadi tantangan besar di dunia kerja maupun kampus. Banyak yang salah mengartikan "ketenangan" dengan "ketiadaan beban", padahal sejarah mencatat bahwa inovasi terbesar manusia lahir dari tekanan yang luar biasa mulai dari penemuan vaksin di tengah pandemi hingga lahirnya gerakan reformasi dari tangan mahasiswa yang terhimpit keadaan.​Tekanan sebagai "Surat Kepercayaan"​Kita harus berani membedah ulang makna tekanan. Mengapa seorang dosen memberikan revisi yang tajam pada skripsi Anda? Mengapa sebuah organisasi mempercayakan tanggung jawab besar pada pundak Anda? Jawabannya sederhana: karena mereka melihat potensi yang bisa digali. Dunia tidak akan membuang energi untuk menekan sesuatu yang tidak memiliki nilai. Jika Anda tidak memiliki kapasitas, Anda akan diabaikan. Maka, merasa tertekan sebenarnya adalah indikator bahwa Anda masih relevan, masih diperhitungkan, dan masih memiliki peran penting dalam ekosistem Anda.​Pernahkah Mendengar: Pressure is a Privilege?​Legenda tenis dunia, Billie Jean King, pernah berucap: "Pressure is a privilege." Kalimat ini bukan sekadar kata mutiara, melainkan sebuah perubahan paradigma. King menegaskan bahwa tekanan biasanya datang kepada mereka yang memiliki kesempatan untuk membuat perbedaan. Tekanan adalah hak istimewa yang hanya dimiliki oleh orang-orang yang berada di "lapangan permainan", bukan penonton di tribun yang hanya bisa melihat tanpa beban. Saat Anda merasa tertekan, itu adalah bukti bahwa Anda sedang memegang kendali atas sesuatu yang berharga.​Mengelola, Bukan Menghindari​Menjadikan tekanan sebagai privilese bukan berarti kita harus mengabaikan kesehatan mental. Solusinya adalah dengan Regulasi Emosi dan Manajemen Energi:​Re-framing: Ubah narasi "Aku harus melakukan ini" menjadi "Aku beruntung diberikan kesempatan untuk melakukan ini."​Metode Micro-Steps: Pecah tekanan besar menjadi tugas-tugas kecil yang bisa dikelola agar otak tidak mengalami freeze.​Filter Ekspektasi: Bedakan mana tekanan yang membangun (untuk pertumbuhan diri) dan mana tekanan yang toksik (yang merusak integritas).​Dengan mengubah sudut pandang ini, pembaca terutama rekan-rekan mahasiswa tidak lagi melihat tantangan sebagai beban yang menghancurkan, melainkan sebagai "bahan bakar" untuk naik kelas. Anda akan memiliki daya tahan (grit) yang lebih kuat, mentalitas pemimpin yang tangguh, dan yang terpenting: rasa syukur di tengah kesibukan. Ingatlah, berlian hanya bisa terbentuk di bawah tekanan yang ekstrem. Jika hari ini Anda merasa tertekan, selamatvdunia sedang mempersiapkan Anda untuk menjadi sesuatu yang berkilau.

17 Aug 2026