VILLENA, BungkasNews — Sebagian besar koleksi bersejarah Harta Karun Villena, peninggalan Zaman Perunggu yang terdiri dari benda-benda emas dan artefak berusia sekitar 3.000 tahun, dicuri dalam aksi perampokan yang berlangsung hanya sekitar empat menit di Museum Villena, Spanyol.
Dilansir dari The Guardian, alarm Museum Villena berbunyi sekitar pukul 05.20 waktu setempat pada Kamis (27/8/2026). Para pencuri kemudian meninggalkan gedung sekitar pukul 05.24, sehingga keseluruhan aksi berlangsung dalam waktu yang sangat singkat.
Juru bicara pemerintah kota Villena menggambarkan aksi tersebut sebagai operasi yang sangat cepat dan profesional. Wali Kota Villena, Fulgencio Cerdán, mengaku terpukul karena sebagian besar koleksi berharga tersebut berhasil dibawa kabur.
“Koleksi ini merupakan bagian dari warisan dan kekayaan Villena,” demikian gambaran yang disampaikan wali kota mengenai pentingnya artefak tersebut bagi masyarakat setempat.
Sebagian Besar Koleksi Dicuri
Harta Karun Villena terdiri atas 66 benda, yang sebagian besar terbuat dari emas. Koleksi tersebut mencakup 29 gelang, 11 mangkuk, tiga botol, serta berbagai benda lainnya yang diperkirakan berasal dari sekitar tahun 1000 sebelum Masehi.
Benda-benda tersebut ditemukan pada 1963 oleh arkeolog José María Soler. Koleksi ditemukan tersimpan dalam sebuah wadah yang berada di dasar sungai yang telah mengering di wilayah Villena.
Sejak Mei 2024, koleksi tersebut dipamerkan di sebuah ruangan khusus di Museum Villena yang dikelola pemerintah kota.
Meskipun nilai sejarah koleksi tersebut sulit dihitung dengan uang, nilai emas yang terkandung di dalamnya diperkirakan mencapai sedikitnya €1,7 juta.
Namun, nilai ekonominya bukan satu-satunya alasan koleksi tersebut dianggap penting. Artefak-artefak tersebut memiliki nilai arkeologis yang sangat tinggi karena memberikan gambaran mengenai kehidupan dan kebudayaan masyarakat Eropa pada Zaman Perunggu.
Ada Artefak yang Tertinggal
Tidak seluruh koleksi berhasil dibawa pencuri. Beberapa benda masih ditemukan di lokasi, termasuk tiga wadah berbahan perak, sebuah gelang, serta sebagian ornamen dari benda yang dikenal sebagai Kingfisher staff, sebuah tongkat atau tongkat upacara prasejarah.
Kepolisian Spanyol kini melakukan penyelidikan untuk mengetahui bagaimana para pelaku dapat masuk ke museum dan melarikan diri dengan membawa sebagian besar koleksi.
Menurut Manuel Pineda, perwakilan pemerintah Spanyol di Alicante, para pencuri diduga masuk melalui sebuah jendela.
Pihak Museum Villena menyatakan seluruh sistem keamanan telah aktif ketika kejadian berlangsung dan membantah adanya kegagalan sistem keamanan.
Diduga Sudah Direncanakan
Penyelidikan awal juga menemukan kemungkinan bahwa aksi pencurian tersebut telah direncanakan sebelumnya.
Tak lama sebelum pencurian terjadi, alarm lain berbunyi di pusat olahraga kota. Aparat kini menyelidiki kemungkinan alarm tersebut sengaja dibuat sebagai pengalihan perhatian sebelum para pelaku menjalankan aksinya.
Mauro Hernández, profesor arkeologi dari University of Alicante sekaligus pakar Harta Karun Villena, menilai aksi tersebut menunjukkan tanda-tanda perencanaan matang.
Para pelaku diduga mengetahui cara memasuki museum, mengambil benda yang menjadi target, serta melarikan diri dalam waktu singkat.
Pencurian ini menambah daftar aksi pencurian benda budaya bernilai tinggi yang terjadi di berbagai museum Eropa. Sebelumnya, sejumlah museum di negara-negara Eropa juga menjadi sasaran pencurian benda seni dan artefak berharga.
Kasus tersebut kembali menyoroti tantangan keamanan museum dalam melindungi benda-benda warisan budaya yang tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga menjadi bagian penting dari sejarah suatu bangsa dan peradaban.
Saat ini, polisi Spanyol masih memburu pelaku dan berupaya menemukan kembali artefak-artefak yang dicuri.
Sumber: The Guardian