Bungkas News

Hasil Pencarian untuk: "surga"

Ditemukan 2 berita.

Utama

Rakerwil HIMMAH Sumut Ditutup, Lahirkan 4 Program Strategis Termasuk Digitalisasi KTA Berbasis Bank Sumut

Simalungun, Bungkasnews.com — Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Sumatera Utara (HIMMAH Sumut) yang mengusung tema "Aktualisasi Gerakan Intelektual Menuju #Sinergi Sumut Madani" resmi ditutup pada Minggu, 27 September 2026 di Mess Pora-Pora Pemprovsu, Parapat, Kabupaten Simalungun. Agenda strategis keorganisasian yang berlangsung selama tiga hari (25–27 September 2026) tersebut sukses merumuskan dan mengesahkan berbagai langkah terobosan untuk perbaikan tata kelola serta kaderisasi organisasi.Dalam pidato penutupannya, Ketua Pimpinan Wilayah (PW) HIMMAH Sumut, Imransyah Pasai, menegaskan bahwa PW HIMMAH Sumut memberikan komitmen dan dukungan penuh terhadap perbaikan struktur keinstrukturan serta standardisasi kaderisasi nasional. Hal ini sejalan dengan kebijakan Pimpinan Pusat HIMMAH telah membentuk Badan Instruktur Nasional di bawah kepemimpinan Sekretaris Jenderal PP HIMMAH, Sukri Soleh Sitorus."Perbaikan keinstrukturan dan pembenahan kaderisasi adalah harga mati. Melalui penguatan fungsi instruktur, kita ingin memastikan seluruh proses pencetakan kader HIMMAH di Sumatera Utara berjalan terukur, memiliki kualitas yang baku, kuat secara ideologis, serta memiliki legalitas hukum dan organisasi yang tidak terbantahkan," tegas Imransyah Pasai.Guna mengakselerasi langkah tersebut, dalam Rakerwil ini juga resmi ditunjuk Banu Wira Baskara sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Koordinator Badan Instruktur Nasional Wilayah Sumatera Utara. Penunjukan ini ditujukan sebagai bentuk percepatan dalam rangka penataan dan penguatan sistem keinstrukturan di Sumatera Utara.Sebagai penjelmaan dari komitmen konsolidasi tersebut, Rakerwil HIMMAH Sumut berhasil menyepakati empat program unggulan strategis yang menjadi pijakan gerak organisasi ke depan:Biro Instruktur Wilayah: Berfungsi sebagai badan semi-otonom di bawah Bidang Pendidikan, Kaderisasi, dan Keanggotaan yang memegang otoritas pedagogis. Biro ini menjadi satu-satunya pemegang wewenang memimpin sidang yudisium kelulusan, memandu baiat, serta mengukuhkan kader pada jenjang Latihan Kader Dasar (LKD), Latihan Kader Menengah (LKM), dan Latihan Kader Lanjut (LKA).KTA Digital & Smart Card Terintegrasi Bank Sumut (Platform SIM-HIMMAH Sumut): Penguatan sistem pendataan keanggotaan terpadu yang terintegrasi langsung dengan jaringan perbankan Bank Sumut. Langkah strategis ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara PW HIMMAH Sumut dan Bank Sumut di sela-sela Rakerwil. KTA berteknologi smart card dan QR-Code ini berfungsi sebagai kartu identitas legal, verifikasi Nomor Induk Registrasi Kader (NIRK), kartu akses forum resmi, serta sarana transaksi perbankan.Keadministrasian dan Standardisasi Sertifikat Berbarcode: Pembakuan tata naskah persuratan dan pengarsipan digital di bawah pengawasan Sekretariat Wilayah. Setiap sertifikat kelulusan jenjang LKD, LKM, dan LKA kini wajib melampirkan QR-Code Certificate Validator serta ditandatangani oleh Ketua PC, Koordinator Instruktur, dan disahkan oleh Ketua PW HIMMAH Sumut guna menjamin keaslian dokumen.Pengembangan Amal Usaha dan Kemandirian Ekonomi: Pembentukan pusat inkubasi bisnis mandiri sebagai wadah pembentukan dana abadi kas organisasi. Program ini mencakup HIMMAH Store & Merchandise Hub, Klinik Usaha & Legalitas UMKM Kader (fasilitas NIB dan sertifikasi halal gratis), serta penyediaan modal bergulir syariah hasil kerja sama dengan BAZNAS Provinsi Sumatera Utara.Penutupan Rakerwil dilakukan secara resmi oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) HIMMAH, Abdul Razak Nasution. Dalam arahannya, Abdul Razak mengapresiasi tinggi jajaran PW HIMMAH Sumut yang dinilainya sukses menjadi pelopor dalam modernisasi organisasi, digitalisasi kaderisasi, dan penguatan kemandirian ekonomi di tingkat wilayah."Kami mengapresiasi langkah progresif PW HIMMAH Sumut. Terobosan ini diharapkan tidak berhenti di atas kertas, tetapi segera diimplementasikan secara berjenjang hingga ke tingkat pimpinan cabang dan komisariat demi melahirkan kader Al Washliyah yang berdaya saing tinggi, mandiri, dan berkarakter," pungkas Abdul Razak.

28 Sep 2026
Puisi

Ketika Cinta Menjadi Jalan Menuju-Nya

Biarlah riuh dunia menjadi latar yang samar,Aku hanya ingin membiarkan renjana mengalir perlahan.Membaca aksara alam yang damai dan menikmati sepotong kebahagiaan sederhana yang disuguhkan semesta.Dan lentera bahagia itu ??Keindahanmu laksana insan yang tak henti menabur harsa pada semesta, demikian pula pada hredaya ini.  Sekelumit rasa ini adalah bagian dari kisah yang sedang kurangkai dengan sebuah judul "Senyap Bersama Senja" (coming soon in Wattpad) Begitulah kalimat yang dirangkai oleh seseorang dikala jatuh cinta. Dibalik untaian kata-kata tersebut tersimpan sebuah rasa yang tak mampu diungkapkan, kekaguman yang tumbuh secara perlahan membuat hal sederhana yang tak disengaja cukup memberikan arti kebahagiaan.Kodratnya manusia memang diciptakan tuhan berpasangan-pasangan bukan sekedar untuk memiliki melainkan untuk saling menyayangi, melengkapi, dan menuntun dalam kebaikan. وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةً وَرَحْمَةًArtinya: “Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang.” (Q.S Ar-Rum ayat 21 )Dari perasaan ini lahirlah sebuah renungan. Apakah selama ini kita memaknai cinta hanya sekedar keinginan untuk memiliki, atau sudah memikirkan bagaimana cinta itu dapat menjadi jalan menuju kebaikan ? Bagiku, cinta yang sesungguhnya bukan tentang seberapa riuh ia diungkapkan, melainkan cinta yang membawa hati menuju ketenangan dan ketentraman jiwa melalui kesadaran akan tanggung jawabnya, hingga mampu menuntun diri menuju kebaikan. Bukan semata-mata tentang seberapa besar perasaan menggebu-gebu yang hadir, hingga perasaan itu menguasai akal dan mengabaikan tanggung jawab bahkan melanggar batasan agama. Maka disitulah tujuan cinta perlu ditanyakan kembali. Bak api menyala. Semakin berkobar, akan semakin mudah pula api melahap apa yang ada dihadapanya. Begitu juga perasaan yang tidak dikendalikan bisa saja membawa dirinya menuju kebinasaan, Naudzubillahimindzalik. Maka bagiku makna cinta bukan siapa yang paling lama menetap melainkan pada bagaimana ia mampu menjaga dan mengarahkan perasaan nya menuju kebaikan tanpa mengabaikan batasan agama. Sebagai landasan pemahaman bahwa bagaimana cinta seharusnya menuntun dalam kebaikan, tercermin dalam hubungan seorang hamba kepada tuhanya. Ada cinta yang tidak memerlukan pengakuan dari siapapun. Ia hadir mencari ridha-nya ditengah sunyinya malam, menenangkan hati melalui lantunan firman nya, menahan nafsu untuk mempertahankan ketakwaan-nya. Dan perjalanan ini membawaku pada kisah Sayyidina Ali bin Abi Thalib bersama Fatimah Az-zahra. Cinta yang tumbuh dalam kesederhanaan dari dua hati yang tak banyak bicara tentang rasa/pengungkapan, tetapi seolah sama-sama mengetahui kemana bahtera cinta seharusnya berlabuh. Sebab barangkali cinta yang paling indah bukanlah tentang banyak nya kata romantis yang diucapkan tetapi tentang bagaimana dua insan yang saling menjaga sebelum dan setelah takdir menyatukannya dalam ikatan janji suci.Mungkin, tidak ada yang benar-benar mengetahui perjalanan sebuah rasa akan bermuara. Namun, bukankah setiap hati menyimpan harapan tentang cinta yang tidak hanya indah saat bersama tetapi juga sempurna bernilai dihadapan tuhan ?Dan jika suatu hari cinta benar-benar berhasil mengetuk pintu takdir nya, semoga yang datang bukan sekedar berhasil memiliki hatinya, tetapi juga sebuah alasan untuk semakin dekat kepada sang pemilik hati.Keabadian surgawiPenulis: Silfi Aulia Sari

19 Sep 2026