Bungkas News

Hasil Pencarian untuk: "Media Sosial"

Ditemukan 3 berita.

Daerah

CREAM Apresiasi Langkah Cepat Wali Kota Rico Waas Selesaikan PBG Gereja Pentakosta Tebernakel

Medan, Bungkasnews.com – Ketua Creative Anak Muda (CREAM) Damos Siagian SST.MP., mengapresiasi penuh kinerja Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, atas keberhasilannya menyelesaikan proses penerbitan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) Gereja Pentakosta Tebernakel, yang berlokasi di Jalan Garu V Gg. Dalam Kel. Harjosari I Kec. Medan Amplas. Jum'at, 11 September 2026.Penyelesaian PBG ini menjadi perhatian publik, karena prosesnya sempat tertunda bertahun-tahun dan sempat viral di media sosial. Baru di masa kepemimpinan Wali Kota Rico Waas, persoalan administrasi tersebut dapat tuntas dan memberikan kepastian hukum bagi jemaat.“Kami dari Creative Anak Muda mengucapkan terima kasih setinggi-tingginya kepada Bapak Wali Kota Medan Rico Waas. Ini bukti nyata bahwa beliau pemimpin yang hadir, mendengar, dan menyelesaikan. Yang bertahun-tahun menjadi PR, hari ini tuntas di tangan beliau,” ujar Damos sapaan akrabnya. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang turut mengawal dan membantu proses penyelesaian ini hingga tuntas.“Apresiasi juga kami sampaikan kepada para tokoh masyarakat Amplas, perangkat Kecamatan Medan Amplas dan bapak camat, serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu DPMPTSP, Dinas Perumahan kawasan permukiman cipta karya dan tata ruang dan OPD terkait lainnya yang telah bekerja bersama, duduk bersama, dan mencari solusi terbaik. Tanpa sinergi semua pihak, ini tidak akan selesai,” lanjutnya.Menurutnya, langkah Wali Kota Medan Rico Waas bukan hanya soal administrasi, tetapi juga tentang keberpihakan kepada kebebasan beragama dan kerukunan antar umat beragama di Kota Medan.

12 Sep 2026
Opini

Kehidupan di Balik Scroll yang Tak Berujung

Oleh: RobiahPernahkah kita membuka ponsel hanya untuk melihat satu pesan, tetapi satu jam kemudian masih berada di depan layar?Awalnya hanya ingin melihat satu video. Kemudian muncul video berikutnya. Kita gulir lagi. Ada berita yang sedang viral, kita baca. Ada unggahan teman, kita lihat. Ada tren baru, kita ikuti. Tanpa terasa, waktu berjalan begitu saja.Lucunya, setelah berjam-jam berada di depan layar, terkadang kita justru tidak ingat apa saja yang telah kita lihat.Inilah salah satu wajah kehidupan digital hari ini. Kita hidup di tengah informasi yang tidak pernah berhenti datang, tetapi semakin sulit menemukan waktu untuk benar-benar berpikir.Kita Tidak Kekurangan Informasi, Kita Kekurangan JedaIndonesia saat ini berada dalam kehidupan digital yang sangat aktif. Laporan Digital 2026: Indonesia dari DataReportal mencatat sekitar 230 juta orang menggunakan internet di Indonesia pada akhir 2025. Pada periode yang sama, terdapat sekitar 180 juta identitas pengguna media sosial, setara dengan 62,9 persen populasi. DataReportal mengingatkan bahwa angka identitas pengguna tersebut tidak selalu berarti jumlah individu yang berbeda.Angka tersebut menunjukkan betapa besar ruang digital dalam kehidupan masyarakat.Namun, banyaknya pengguna tidak otomatis berarti meningkatnya kualitas cara kita mengonsumsi informasi.Kita bisa mengetahui berita terbaru hanya dalam hitungan detik. Kita bisa mengetahui kehidupan orang lain tanpa pernah bertemu dengannya. Kita bahkan bisa mengikuti berbagai peristiwa yang terjadi ribuan kilometer jauhnya.Tetapi pertanyaannya: apakah kita benar-benar memahami semuanya?Atau jangan-jangan kita hanya berpindah dari satu informasi ke informasi lainnya tanpa pernah memberikan kesempatan kepada pikiran untuk mencerna?Scroll, Scroll, dan Scroll LagiAda sesuatu yang menarik dari kebiasaan menggulir layar.Kita tidak pernah benar-benar tahu kapan harus berhenti.Satu video selesai, ada video lain. Satu berita selesai dibaca, muncul berita berikutnya. Satu komentar dibalas, muncul notifikasi baru.Semua dirancang agar perhatian kita terus berada di sana.Akibatnya, diam beberapa menit tanpa membuka ponsel terkadang terasa seperti kehilangan sesuatu.Padahal, mungkin yang sebenarnya kita kehilangan adalah waktu untuk diri sendiri.Kita kehilangan waktu membaca buku. Kehilangan kesempatan berbicara dengan orang di sekitar. Kehilangan waktu untuk merenung. Bahkan kehilangan kesempatan untuk benar-benar menyadari apa yang sedang kita rasakan.Yang lebih berbahaya, kebiasaan mengonsumsi informasi secara cepat dapat membuat kita terbiasa dengan sesuatu yang serba singkat.Kita ingin semuanya cepat: berita yang singkat, video yang pendek, penjelasan yang langsung pada kesimpulan.Sementara itu, banyak persoalan dalam kehidupan justru membutuhkan kesabaran untuk dipahami.Mahasiswa dan Godaan Menjadi “Tahu Segalanya”Bagi mahasiswa, persoalan ini menjadi semakin menarik.Kita berada di lingkungan yang seharusnya mendorong seseorang untuk berpikir kritis. Tugas kuliah meminta kita membaca. Diskusi meminta kita berargumentasi. Pendidikan seharusnya membuat kita berani mempertanyakan sesuatu.Namun, di luar ruang kelas, kita berada dalam dunia yang bergerak sangat cepat.Kita bisa membaca potongan informasi di media sosial kemudian merasa sudah memahami sebuah persoalan. Padahal, mungkin kita hanya melihat satu sisi.Sebuah berita viral belum tentu memberikan gambaran lengkap. Sebuah video berdurasi satu menit belum tentu mampu menjelaskan persoalan yang terjadi bertahun-tahun. Begitu pula komentar seseorang tidak otomatis menjadi kebenaran hanya karena mendapatkan ribuan tanda suka.Di sinilah mahasiswa perlu berhati-hati.Jangan sampai kita menjadi generasi yang cepat berkomentar, tetapi lambat memahami.Menjadi mahasiswa bukan sekadar memiliki akses terhadap banyak informasi. Mahasiswa juga dituntut mampu mengolah informasi menjadi pengetahuan dan pengetahuan menjadi pemahaman.Ketika Algoritma Lebih Mengenal Kita daripada Diri SendiriPernah merasa media sosial seolah-olah tahu apa yang kita sukai?Kita baru beberapa kali melihat konten tentang suatu topik, tiba-tiba konten serupa muncul berulang kali.Kita menyukai jenis video tertentu, lalu platform terus menyajikannya.Hal tersebut memang membuat pengalaman menggunakan media sosial terasa menyenangkan. Tetapi tanpa disadari, kita bisa terjebak dalam ruang yang hanya memperlihatkan apa yang kita sukai.Kita semakin sering bertemu dengan pendapat yang sama dan semakin jarang berhadapan dengan pandangan yang berbeda.Padahal, berpikir kritis tidak tumbuh dari kenyamanan.Kita membutuhkan perbedaan untuk menguji keyakinan. Kita membutuhkan pertanyaan untuk mengetahui apakah pendapat kita memiliki dasar. Kita membutuhkan diskusi untuk memahami bahwa satu persoalan bisa dilihat dari banyak sisi.Karena itu, sesekali membaca sesuatu yang berbeda dari pandangan kita bukanlah ancaman.Justru mungkin dari sanalah kita belajar menjadi lebih dewasa dalam berpikir.Berhenti Sejenak Bukan Berarti KetinggalanMungkin kita takut berhenti karena merasa akan tertinggal.Takut tidak tahu tren terbaru. Takut tidak mengetahui berita yang sedang ramai. Takut tidak mengikuti percakapan teman.Padahal, tidak semua hal harus kita ketahui.Tidak semua tren harus kita ikuti.Tidak semua perdebatan harus kita masuki.Ada kalanya kita perlu mengatakan kepada diri sendiri: cukup untuk hari ini.Letakkan ponsel. Baca sesuatu yang lebih panjang. Berbicara dengan orang lain. Menulis apa yang ada di kepala. Atau sekadar duduk tanpa melakukan apa pun.Mungkin awalnya terasa membosankan.Namun, justru dalam kesunyian itulah pikiran memiliki kesempatan untuk bekerja.Kita Harus Menggunakan Teknologi, Bukan Digunakan OlehnyaMedia sosial bukan musuh.Teknologi juga bukan sesuatu yang harus kita jauhi.Keduanya telah menjadi bagian dari kehidupan modern dan memberikan begitu banyak manfaat. Persoalannya adalah bagaimana kita menempatkan teknologi dalam kehidupan.Jangan sampai ponsel yang seharusnya menjadi alat justru berubah menjadi pengendali perhatian.Jangan sampai algoritma menentukan apa yang kita pikirkan.Jangan sampai jumlah likes menentukan apa yang kita anggap benar.Dan jangan sampai kebiasaan menggulir layar membuat kita lupa bahwa kehidupan yang sebenarnya tidak berada di dalam layar.Pada akhirnya, kita tidak membutuhkan lebih banyak informasi. Kita membutuhkan kemampuan untuk memilih informasi mana yang layak dipercaya, mana yang perlu dipertanyakan, dan mana yang sebaiknya dilewatkan.Sebab, menjadi orang yang berpengetahuan bukan berarti mengetahui segala sesuatu. Menjadi berpengetahuan berarti tahu apa yang perlu diketahui dan mampu memahami apa yang telah kita ketahui.Jadi, sebelum jari kembali menggulir layar tanpa henti, mungkin ada satu pertanyaan yang layak kita ajukan kepada diri sendiri:Setelah begitu banyak yang kita lihat hari ini, apa yang benar-benar kita pahami?Barangkali sudah waktunya kita berhenti sebentar.Bukan untuk meninggalkan dunia digital, tetapi untuk kembali menemukan diri sendiri di luar layar.

11 Sep 2026
Utama

Publikasi Berita Kegiatanmu di BungkasNews.com

​Punya acara seru, program pengabdian, atau pencapaian keren tetapi hanya menumpuk di galeri HP? Saatnya publikasikan kegiatan, prestasi, dan aktivitasmu di BungkasNews.com agar menjangkau audiens yang lebih luas dan memberikan dampak positif yang nyata.​BungkasNews.com membuka kesempatan publikasi berita yang sangat cocok untuk berbagai kegiatan, mulai dari program KKN & Magang, kegiatan sekolah/kampus, acara organisasi & komunitas, seminar/workshop, hingga promosi UMKM, bisnis, serta pengabdian masyarakat.​Di BungkasNews.com, kamu tidak perlu khawatir tulisanmu akan mengendap atau diabaikan. Tim redaksi kami siap mengawal materi kegiatan, prestasi, maupun acara komunitasmu dari awal sampai terpublikasi secara resmi.​Baik naskah yang sudah rapi maupun yang masih berupa poin-poin kegiatan, kami bantu sunting dan kemas agar tampil profesional, menarik, dan layak dibaca publik.Keuntungan Publikasi di BungkasNews.com​Artikel berita disusun secara profesional dan terbit di portal media tepercaya.​Mendapatkan link berita resmi yang siap dibagikan ke berbagai media sosial.​Menjadikan dokumentasi kegiatan lebih berkesan serta meningkatkan citra & kepercayaan publik.Garansi 100% Pasti Terbit: Naskah dan materi kegiatanmu dijamin tayang tanpa risiko ditolak atau diabaikan.​Bimbingan & Penyuntingan Redaksi: Naskah yang masih berupa draf kasar atau poin-poin kegiatan akan dibantu rapikan oleh tim redaksi agar tetap profesional dan layak baca.​Proses Cepat & Tanpa Ribet: Cukup kirim materi via WhatsApp, naskah langsung diproses dan tayang dalam waktu singkat.​Bukti Publikasi Resmi: Mendapatkan link berita aktif yang dapat dilampirkan untuk laporan KKN, LPJ organisasi, portofolio, hingga laporan sponsor.​Meningkatkan Branding & Kepercayaan: Nama instansi, kampus, komunitas, atau bisnismu akan tampil di media massa tepercaya sehingga lebih kredibel di mata publik​Pilihan Paket PublikasiPaket Khusus Kelompok (KKN / Organisasi)​3 Berita: Rp100.000​5 Berita: Rp150.000​10 Berita: Rp250.000 (Bisa custom paket sesuai kebutuhan)​Simpan atau Hubungi Nomor WhatsApp Resmi:Buka aplikasi WhatsApp di HP-mu, lalu kirim pesan ke nomor layanan BungkasNews.com di 0857-6043-5570.​Siapkan Materi yang Ingin Dikirim: Agar proses pembuatan berita bisa lebih cepat dan langsung terbit, siapkan kelengkapan berikut:​Foto Dokumentasi: Kirimkan beberapa foto kegiatan terbaik (pastikan tidak buram dan model landscape).​Judul Kegiatan: Tuliskan judul atau tema acara yang ingin diangkat.​Naskah : Kamu bisa mengirimkan cerita, laporan kegiatan, atau sekadar poin-poin penting (kapan acara diadakan, siapa saja yang hadir, tujuannya apa, dll). Tenang saja, tim redaksi akan membantu merapikannya hingga menarik untuk dibaca dalam bentuk file Dokument Word bukan Pdf.​Pilihan Paket: Sebutkan paket publikasi yang kamu pilih (misal: Paket Basic, Pro, Premium, atau Paket Kelompok KKN).Konfirmasi Pembayaran & Tunggu Proses:Setelah materi dikirimkan, tim BungkasNews.com akan menginformasikan rincian lebih lanjut, termasuk proses penyuntingan, konfirmasi biaya sesuai paket, hingga mengirimkan link berita setelah resmi tayang. Jangan biarkan momen berharga kegiatanmu hanya mengendap di galeri. Kirimkan materimu sekarang dan pastikan caramu mengabarkan kebaikan dijangkau oleh khalayak yang lebih luas.

26 Aug 2026