Bungkas News

Hasil Pencarian untuk: "Medan"

Ditemukan 7 berita.

Utama

Bentengi Kader dari Narkotika, PW GP Al Washliyah Sumut Dorong Pemuda Jadi Pencipta Lapangan Kerja

Medan, Bungkasnews.com — Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (PW GP) Al Washliyah Sumatera Utara sukses melaksanakan kegiatan Seminar Kewirausahaan dengan mengusung tema "Kewirausahaan Sebagai Solusi Penanggulangan Narkoba", yang diselenggarakan pada hari Jum'at, 11 September 2026, bertempat di Aula OK Usman Kampus C UMN Al Washliyah Medan.Kegiatan akbar ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting dari unsur pimpinan pusat, wilayah, akademisi, hingga unsur pemerintahan dan aparat penegak hukum. Diantara yang berhadir Ketua Umum PP GP Al Washliyah H. Aminullah Siagian, Sekretaris Jendral PP GP Al Washliyah H. Saibal Putra, Ketua Dewan Penasihat BHP PP GP Al Washliyah Tongku Soleh Hamonangan Daulay, SH., MH, Sekretaris Koperasi PP GP Al Washliyah Fadhlan Zainuddin Siregar, SH., MH, serta Sekretaris PW Al Washliyah Sumut H. Alim Nur Nasution, SE., dan tamu undangan lainnya.Hadir juga Wakil Rektor III UMN Al Washliyah Medan Prof. Dr. H. Samsul Bahri, M.Si, perwakilan dari Dispora Sumatera Utara dan Kesbangpolinmas Sumut, mewakili Kapolda Sumut AKBP. Bambang Rubianto, SH., MH, mewakili Kepala BNN Sumut Heriyanto, S.Psi., M.Psi, serta seluruh jajaran pengurus Pimpinan Wilayah GP Al Washliyah Sumut, Pimpinan Daerah (PD) GP Al Washliyah se- Sumut, dan ratusan peserta seminar.Dalam sambutannya, Ketua PW GP Al Washliyah Sumut, Nurul Yakin Sitorus, menyampaikan bahwa penanggulangan narkoba tidak cukup hanya diselesaikan melalui pendekatan hukum semata, melainkan harus dibarengi dengan solusi nyata di bidang ekonomi dan mental pemuda."Sumatera Utara adalah rumah kita bersama, dan masa depan daerah ini ada di tangan para pemuda. Lewat seminar ini, PW GP Al Washliyah Sumut ingin menegaskan bahwa pemuda Al Washliyah harus mengambil peran terdepan. Kita ingin mengubah paradigma pemuda dari yang tadinya rentan menjadi pencari kerja , menjadi pencipta lapangan kerja pekerjaan yang mandiri dan berdaya saing. Jiwa wirausaha akan melahirkan ketahanan diri yang kuat dari pengaruh buruk narkotika," tegas Nurul Yakin Sitorus di hadapan para kader dan tamu undangan.Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (PP GP) Al Washliyah, H. Aminullah Siagian, memberikan apresiasi tinggi atas langkah progresif yang diinisiasi oleh PW GP Al Washliyah Sumut. Beliau menekankan bahwa akar kerentanan pemuda terhadap narkoba sering kali bermula dari faktor ekonomi dan ketiadaan ruang aktualisasi yang produktif."Pimpinan Pusat GP Al Washliyah sangat menyambut baik kegiatan hari ini. Mengapa kewirausahaan kita angkat sebagai solusi? Karena dengan kemandirian ekonomi, kreativitas, dan kesibukan dalam membangun usaha, para pemuda akan memiliki benteng pertahanan diri untuk menjauhkan diri dari lingkaran hitam narkotika. Manfaatkan ilmu dari para narasumber hari ini untuk menjadi agen perubahan di tengah masyarakat," pesan H. Aminullah Siagian. Kehadiran perwakilan dari unsur penegak hukum (Polda Sumut dan BNN Sumut) serta jajaran pemerintah daerah dalam seminar ini juga memperkuat sinergi lintas sektoral dalam memerangi peredaran gelap narkoba di Sumatera Utara. Melalui materi-materi kewirausahaan yang dibawakan oleh para narasumber ahli, para peserta yang terdiri dari kader-kader GP Al Washliyah se- Sumut dibekali wakonsep bisnis, motivasi kerja, serta ketrampilan praktis guna menatap masa depan yang gemilang.Dengan suksesnya penyelenggaraan kegiatan ini, GP Al Washliyah Sumut berharap para pemuda tidak hanya menjadi generasi yang bersih dari narkoba, tetapi juga mampu berdiri mandiri sebagai pilar penggerak ekonomi umat di masa depan.

13 Sep 2026
Daerah

CREAM Apresiasi Langkah Cepat Wali Kota Rico Waas Selesaikan PBG Gereja Pentakosta Tebernakel

Medan, Bungkasnews.com – Ketua Creative Anak Muda (CREAM) Damos Siagian SST.MP., mengapresiasi penuh kinerja Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, atas keberhasilannya menyelesaikan proses penerbitan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) Gereja Pentakosta Tebernakel, yang berlokasi di Jalan Garu V Gg. Dalam Kel. Harjosari I Kec. Medan Amplas. Jum'at, 11 September 2026.Penyelesaian PBG ini menjadi perhatian publik, karena prosesnya sempat tertunda bertahun-tahun dan sempat viral di media sosial. Baru di masa kepemimpinan Wali Kota Rico Waas, persoalan administrasi tersebut dapat tuntas dan memberikan kepastian hukum bagi jemaat.“Kami dari Creative Anak Muda mengucapkan terima kasih setinggi-tingginya kepada Bapak Wali Kota Medan Rico Waas. Ini bukti nyata bahwa beliau pemimpin yang hadir, mendengar, dan menyelesaikan. Yang bertahun-tahun menjadi PR, hari ini tuntas di tangan beliau,” ujar Damos sapaan akrabnya. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang turut mengawal dan membantu proses penyelesaian ini hingga tuntas.“Apresiasi juga kami sampaikan kepada para tokoh masyarakat Amplas, perangkat Kecamatan Medan Amplas dan bapak camat, serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu DPMPTSP, Dinas Perumahan kawasan permukiman cipta karya dan tata ruang dan OPD terkait lainnya yang telah bekerja bersama, duduk bersama, dan mencari solusi terbaik. Tanpa sinergi semua pihak, ini tidak akan selesai,” lanjutnya.Menurutnya, langkah Wali Kota Medan Rico Waas bukan hanya soal administrasi, tetapi juga tentang keberpihakan kepada kebebasan beragama dan kerukunan antar umat beragama di Kota Medan.

12 Sep 2026
Daerah

Hujan Deras Picu Banjir di Medan Pancing, Pengendara Terjebak Kemacetan

Medan, Bungkasnews.com — Hujan deras yang mengguyur Kota Medan pada Senin (7/9/2026) menyebabkan banjir di kawasan Medan Pancing, khususnya di sekitar Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) dan Universitas Negeri Medan (UNIMED). Banjir tersebut mengakibatkan kemacetan dan membuat sejumlah mahasiswa serta pengguna jalan terjebak dalam kepadatan lalu lintas sekitar pukul 15.30 WIB.Genangan air yang muncul di sejumlah ruas jalan membuat kendaraan harus melaju dengan kecepatan rendah. Kondisi tersebut menyebabkan arus lalu lintas tersendat dan antrean kendaraan semakin panjang.Selain menimbulkan kemacetan, banjir juga menyebabkan sejumlah kendaraan mengalami mogok saat melintasi jalan yang tergenang. Kendaraan yang mogok membuat ruang jalan semakin terbatas sehingga memperparah kepadatan lalu lintas.Sejumlah mahasiswa yang berada di sekitar kawasan UINSU dan UNIMED turut terdampak. Mereka mengalami hambatan dalam perjalanan akibat kondisi jalan yang dipenuhi genangan dan kendaraan yang bergerak lambat.Hujan deras yang terjadi pada hari tersebut menjadi penyebab terjadinya genangan dan banjir di kawasan Medan Pancing. Kondisi ini mengganggu aktivitas masyarakat dan mobilitas mahasiswa di sekitar kawasan kampus.Pengguna jalan diimbau untuk berhati-hati ketika melintasi kawasan yang masih tergenang serta mempertimbangkan penggunaan jalur alternatif untuk menghindari kemacetan.

08 Sep 2026
Nasional

Asia Tenggara Diselimuti Asap, Malaysia Peringkat 1

BungkasNews – Kualitas udara di sejumlah wilayah Asia Tenggara memburuk akibat asap lintas batas yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan gambut. Kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada wilayah Indonesia, tetapi juga Malaysia, Singapura hingga Filipina.Berdasarkan laporan IQAir, pada 1 September 2026, kualitas udara buruk terpantau di sejumlah wilayah, meliputi Sarawak bagian barat, sebagian besar wilayah barat Semenanjung Malaysia, wilayah tengah Filipina, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah serta beberapa wilayah Sumatra.Kondisi tersebut sebagian besar dikaitkan dengan asap dari kebakaran hutan dan pembakaran lahan gambut yang kemudian terbawa angin melintasi batas negara.Kuching Jadi Kota Besar Paling TercemarSituasi paling mencolok terjadi di Kuching, Malaysia. Pada pukul 23.00 waktu setempat, 1 September 2026, Kuching tercatat sebagai kota besar paling tercemar di dunia dengan Air Quality Index (AQI) mencapai 399.Angka tersebut masuk kategori “berbahaya”, sehingga kondisi udara dinilai dapat memberikan dampak terhadap masyarakat secara luas.IQAir mencatat, kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi antara lain anak-anak, lanjut usia, ibu hamil serta masyarakat yang memiliki masalah pernapasan maupun kardiovaskular.Tidak hanya Kuching, sejumlah kota Asia Tenggara juga masuk dalam daftar kota besar dengan tingkat polusi tinggi.Pada 1 September, daftar tersebut mencatat:Kuching, Malaysia: peringkat 1Kuala Lumpur, Malaysia: peringkat 4Medan, Indonesia: peringkat 10Singapura: peringkat 17Jakarta, Indonesia: peringkat 20Manila, Filipina: peringkat 29Dengan demikian, beberapa kota di kawasan Asia Tenggara masuk dalam daftar kota dengan kualitas udara terburuk yang dipantau IQAir pada periode tersebut.Peringatan Kabut Asap ASEAN Naik ke Level 3Ancaman kabut asap juga mendapat perhatian dari ASEAN Specialised Meteorological Centre (ASMC).Pada 26 Agustus 2026, ASMC menaikkan peringatan kabut asap untuk wilayah selatan ASEAN ke Level 3. Peringatan tersebut dikeluarkan setelah terpantau kabut asap sedang hingga pekat yang meluas dan berasal dari kelompok titik panas di Kalimantan.Kondisi tersebut berpotensi memburuk apabila periode kering terus berlangsung.IQAir juga memperkirakan curah hujan di kawasan selatan Asia Tenggara berada di bawah kondisi normal hingga Oktober 2026.Situasi ini membuat kebakaran dan kabut asap berpotensi bertahan dalam beberapa pekan ke depan.Asap Berpotensi Menyeberang ke Malaysia, Singapura dan FilipinaPergerakan angin menjadi salah satu faktor penting dalam penyebaran kabut asap.Angin dari arah tenggara dan selatan diperkirakan membawa asap dari Kalimantan Barat menuju Sarawak bagian barat dan Filipina bagian tengah.Sementara itu, aliran angin barat daya berpotensi membawa asap dari Sumatra menuju Semenanjung Malaysia dan Singapura.Kondisi tersebut menjadikan kabut asap sebagai persoalan lintas batas. Asap yang berasal dari titik kebakaran di satu wilayah dapat memengaruhi kualitas udara negara lain ketika terbawa pola angin.Indonesia Kerahkan Pesawat dan Sekitar 1.000 PersonelUntuk menghadapi kebakaran yang meluas, otoritas Indonesia memperluas operasi pemadaman dengan mengerahkan pesawat dan sekitar 1.000 personel di wilayah Kalimantan dan Sumatra.Malaysia juga telah memperoleh izin melakukan penyemaian awan di sepanjang wilayah perbatasan bersama sebagai salah satu upaya membantu mengurangi kondisi kabut asap.Namun, upaya penyemaian awan menghadapi kendala karena ketersediaan awan hujan yang terbatas. IQAir menyebut kabut asap masih berpotensi muncul kembali sampai hujan yang berkelanjutan terjadi.Kebakaran Hutan dan Lahan Gambut Jadi Penyebab UtamaIQAir menyebut kualitas udara buruk di Asia Tenggara terutama disebabkan oleh asap lintas batas dari kebakaran hutan dan lahan gambut di Indonesia.Asap dengan tingkat sedang hingga pekat di Kalimantan Barat dan Sumatra bagian selatan kemudian terbawa angin menuju Malaysia, Singapura dan Filipina.Musim kemarau berkepanjangan yang diperparah oleh fase El Nino yang kuat membuat vegetasi dan lahan gambut menjadi semakin kering. Kondisi tersebut membuat lahan lebih mudah terbakar dan api lebih sulit dikendalikan.IQAir mencatat sekitar 70 persen hotspot di Kalimantan berada di dalam konsesi industri. Laporan tersebut juga menyebut sebagian besar kebakaran berkaitan dengan kelalaian maupun pembukaan lahan yang disengaja.Dalam penanganannya, otoritas telah menangkap 72 tersangka pelaku pembakaran, melakukan penyelidikan terhadap empat perusahaan, serta menjatuhkan sanksi administratif kepada 14 perusahaan lainnya.PM2.5 Menjadi Ancaman SeriusPersoalan lain yang menjadi perhatian adalah meningkatnya konsentrasi PM2.5 akibat terbatasnya curah hujan.Partikel PM2.5 berukuran sangat kecil sehingga dapat masuk jauh ke dalam sistem pernapasan. Kebakaran lahan gambut juga memiliki karakteristik khusus karena api dapat terus membara di bawah permukaan tanah dalam waktu lama.Akibatnya, asap dapat bertahan dan menghasilkan polusi yang terus-menerus. IQAir memperingatkan bahwa asap dari kebakaran gambut dapat menembus jauh ke dalam paru-paru dan masuk ke aliran darah.Warga Diminta Kurangi Aktivitas di Luar RuanganMenghadapi kondisi tersebut, masyarakat di wilayah terdampak dianjurkan mengurangi aktivitas berat di luar ruangan.IQAir merekomendasikan masyarakat untuk:Membatasi aktivitas fisik berat di luar ruangan.Menutup pintu dan jendela ketika kualitas udara memburuk.Mengatur sistem pendingin ruangan pada mode resirkulasi.Tetap berada di dalam ruangan ketika kualitas udara berada pada tingkat buruk.Jika harus keluar, menggunakan masker KN95 atau FFP2 yang terpasang dengan baik.Menggunakan pembersih udara berperforma tinggi di dalam ruangan.Memantau perkembangan kualitas udara secara real-time melalui aplikasi atau layanan pemantauan kualitas udara.Kondisi Diperkirakan Berangsur MembaikMeski situasi saat ini mengkhawatirkan, IQAir memperkirakan kualitas udara di Kuching akan membaik secara bertahap dalam beberapa hari berikutnya.Sementara itu, kualitas udara di Kuala Lumpur diprakirakan mencapai kategori sedang pada hari berikutnya.Namun, kondisi tersebut tetap sangat bergantung pada perkembangan kebakaran, arah angin serta datangnya hujan. Selama musim kering masih berlangsung, potensi munculnya kembali kabut asap tetap terbuka.Sumber: IQAir

02 Sep 2026
Internasional

Banjir Bhote Koshi, 668 Turis dari 34 Negara Hilang Kontak

KATHMANDU, BungkasNews — Sebanyak 668 wisatawan dari 34 negara kehilangan kontak setelah banjir besar melanda Sungai Bhote Koshi, Nepal, pada Rabu (26/8/2026). Hingga Kamis, tim penyelamat masih melakukan pencarian di sejumlah wilayah yang terdampak bencana.Dilansir dari Nepal News, data tersebut disampaikan Departemen Pariwisata di bawah Kementerian Kebudayaan, Pariwisata dan Penerbangan Sipil Nepal pada Kamis sore. Dari 668 wisatawan yang belum dapat dihubungi, sebanyak 341 merupakan laki-laki dan 327 perempuan.Dari jumlah tersebut, 541 orang merupakan warga negara asing, yang sebagian besar sedang melakukan perjalanan trekking. Sementara itu, 127 orang lainnya merupakan warga Nepal.Banjir besar yang menerjang Sungai Bhote Koshi terjadi pada Rabu pagi. Sejak saat itu, kontak dengan ratusan wisatawan tersebut dilaporkan terputus.Warga India Terbanyak Belum TerhubungWarga negara India menjadi kelompok terbesar di antara wisatawan yang belum berhasil dihubungi, dengan jumlah mencapai 178 orang.Selain itu, terdapat 65 warga Amerika Serikat, 53 warga Ukraina, 51 warga Malaysia, 35 warga Australia, 33 warga Inggris, 25 warga Kanada, dan 24 warga China yang juga masih belum dapat dihubungi.Wisatawan dari sejumlah negara lainnya turut tercatat dalam daftar tersebut, antara lain Singapura, Rusia, Jerman, Afrika Selatan, Latvia, Jepang, Selandia Baru, Prancis, Spanyol, Belgia, Irlandia, Belanda, Portugal, Kazakhstan, Italia, Bulgaria, Swiss, Serbia, Swedia, Filipina, Lithuania, Israel, Hungaria, Finlandia, dan Belarus.Para wisatawan tersebut diketahui melakukan perjalanan untuk kegiatan trekking maupun wisata melalui sejumlah agen perjalanan. Departemen Pariwisata Nepal telah merilis nama-nama wisatawan yang masih belum berhasil dihubungi setelah kehilangan kontak sejak banjir terjadi.Pencarian Menghadapi Medan SulitUpaya pencarian dan penyelamatan terus dilakukan pemerintah Nepal. Tim penyelamat telah dikerahkan sejak Rabu, tetapi kondisi medan yang sulit membuat petugas belum dapat menjangkau seluruh lokasi yang terdampak.Selain pencarian melalui jalur darat, operasi udara menggunakan helikopter juga dilakukan untuk membantu menemukan wisatawan yang masih belum diketahui keberadaannya.Kondisi geografis wilayah terdampak menjadi salah satu tantangan utama dalam proses pencarian. Tim penyelamat harus bekerja di tengah kawasan yang terdampak banjir besar serta kerusakan akibat bencana.Pemerintah Nepal masih berupaya memperoleh informasi mengenai keberadaan para wisatawan yang kehilangan kontak tersebut. Proses pencarian juga dilakukan untuk memastikan kondisi dan keselamatan mereka.Banjir Bhote Koshi Berdampak pada PariwisataBencana banjir Bhote Koshi juga memberikan dampak terhadap sektor pariwisata Nepal. Sunil Sharma, juru bicara Nepal Tourism Board, mengatakan bencana tersebut memberikan dampak besar terhadap industri pariwisata.Menurutnya, bencana yang berulang dapat memberikan tekanan serius terhadap sektor pariwisata Nepal dalam jangka panjang.Kondisi tersebut menjadi perhatian karena trekking dan wisata alam merupakan bagian penting dari aktivitas pariwisata Nepal. Banyak wisatawan mancanegara datang ke negara tersebut untuk menikmati kawasan pegunungan dan melakukan perjalanan trekking.Banjir besar yang terjadi di wilayah Bhote Koshi kini tidak hanya menjadi persoalan keselamatan wisatawan, tetapi juga berpotensi memengaruhi kepercayaan wisatawan terhadap keamanan destinasi wisata Nepal.Hingga laporan ini diterbitkan, proses pencarian terhadap 668 wisatawan yang kehilangan kontak masih berlangsung. Pemerintah dan tim penyelamat terus melakukan berbagai upaya untuk menemukan mereka di tengah kondisi medan yang sulit.Sumber: Nepal News

28 Aug 2026
Utama

Golkar Hadir untuk Rakyat, Ahmad Doli Kawal Penanganan Dua Anak Korban Dugaan Kekerasan

Dairi, BungkasNews - Kepedulian terhadap dua anak bersaudara, AP (7) dan adiknya (6), korban dugaan kekerasan di Kabupaten Dairi, terus mendapat perhatian. Setelah sebelumnya menjadi perhatian pemerintah daerah dan aparat penegak hukum, penanganan kedua korban kini turut dikawal langsung oleh Anggota DPR RI Komisi II Fraksi Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia Tanjung.Ahmad Doli datang untuk memastikan kedua korban memperoleh penanganan medis, perlindungan, serta pendampingan yang layak. Perhatian tersebut semakin penting setelah AP dirujuk ke Rumah Sakit Haji Medan untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.Dalam kunjungan tersebut, Ahmad Doli didampingi jajaran Partai Golkar Dairi yang mewakili Ketua Golkar Dairi Sabam Sibarani, yakni Ketua Harian Golkar Dairi Amper Nainggolan, Wakil Ketua OKK Bonar Butar-Butar, Bendahara Golkar Dairi Samsul Kudadiri, serta Ketua Ormas MKGR Sumatera Utara sekaligus Anggota DPRD Sumut Darma Putra Rangkuti. Turut hadir Ketua MUI Dairi Hj. Wahlim Munthe, Selasa (25/8/2026).Rombongan diterima Kepala Dinas Sosial Kabupaten Dairi Tumpal Daut Pasaribu, Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Dairi dr. Erna Marpaung, serta pihak Rumah Sakit Haji Medan.Dalam pertemuan tersebut, Ahmad Doli memberikan bantuan untuk mendukung kebutuhan kedua korban sekaligus menegaskan pentingnya penanganan yang serius, menyeluruh, dan berkelanjutan.Menurut Ahmad Doli, kondisi kedua anak harus menjadi perhatian bersama. Penanganan tidak boleh berhenti pada aspek medis semata, tetapi juga harus mencakup pendampingan psikologis, perlindungan, serta pemenuhan hak-hak anak selama proses pemulihan.“Yang paling utama adalah bagaimana anak-anak ini mendapatkan penanganan terbaik sampai kondisi mereka benar-benar pulih. Jangan sampai persoalan biaya menjadi kendala dalam proses pengobatan,” tegas Ahmad Doli.Ia juga menekankan agar persoalan biaya tidak menjadi hambatan dalam proses perawatan. Pemerintah Kabupaten Dairi diharapkan memastikan biaya pengobatan dan kebutuhan perawatan kedua korban dapat terpenuhi sesuai ketentuan dan kewenangan yang ada.Hal tersebut menjadi perhatian khusus mengingat AP saat ini menjalani perawatan di Rumah Sakit Haji Medan setelah sebelumnya dirujuk dari RSUD Sidikalang.Golkar Dairi Pastikan Pengawalan BerkelanjutanPerhatian terhadap kedua korban merupakan bagian dari komitmen jajaran Partai Golkar untuk hadir di tengah masyarakat, terutama ketika masyarakat menghadapi persoalan yang membutuhkan perhatian dan dukungan.Atas arahan Ketua Golkar Dairi Sabam Sibarani, jajaran pengurus Partai Golkar Dairi sebelumnya telah mengunjungi kedua korban untuk memberikan dukungan moril sekaligus mengikuti perkembangan kondisi mereka.Ketua Harian Golkar Dairi Amper Nainggolan bersama jajaran pengurus lainnya kemudian memastikan komunikasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait tetap berjalan. Dengan keterlibatan Ahmad Doli Kurnia Tanjung, pengawalan terhadap penanganan kedua korban semakin diperkuat.Partai Golkar juga mendorong koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Dairi, rumah sakit, Dinas Sosial, DP3AP2KB, serta pihak terkait lainnya agar seluruh kebutuhan korban dapat ditangani secara terpadu sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.Kehadiran Ahmad Doli tidak dimaksudkan sebagai kunjungan seremonial. Fokus utamanya adalah memastikan kedua anak memperoleh hak atas pelayanan kesehatan, perlindungan, pendampingan, dan pemulihan secara optimal.Karena itu, jajaran Golkar Dairi akan terus mengikuti perkembangan kondisi kedua korban. Pengawalan diarahkan terutama pada aspek pemulihan dan pemenuhan kebutuhan korban agar peristiwa yang mereka alami tidak menyebabkan mereka kehilangan hak-haknya sebagai anak.Tidak Berhenti pada PengobatanPenanganan korban dugaan kekerasan tidak cukup hanya sampai pada saat mereka mendapatkan perawatan medis. Proses pemulihan harus dilakukan secara berkelanjutan hingga kondisi kedua anak semakin membaik dan mereka dapat kembali menjalani kehidupan secara layak.Koordinasi lintas pihak menjadi penting agar kebutuhan medis, sosial, psikologis, dan perlindungan anak dapat ditangani secara komprehensif.Keterlibatan Ahmad Doli Kurnia Tanjung bersama jajaran Golkar Sumatera Utara dan Golkar Dairi menjadi bentuk nyata kepedulian partai terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.Bagi Partai Golkar, keberadaan partai tidak hanya hadir dalam ruang politik, tetapi juga harus dirasakan ketika masyarakat membutuhkan perhatian dan dukungan. Dalam kasus ini, setiap jajaran mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing, mulai dari arahan Ketua Golkar Dairi, pendampingan pengurus di lapangan, hingga keterlibatan Ahmad Doli dalam memastikan penanganan kedua korban mendapat perhatian serius.Komitmen tersebut diharapkan terus berjalan bersama pemerintah daerah dan seluruh pihak terkait dengan satu tujuan utama: memastikan AP dan adiknya mendapatkan perawatan, perlindungan, pendampingan, serta pemulihan terbaik.Inilah bentuk nyata “Golkar Hadir untuk Rakyat”: hadir ketika masyarakat membutuhkan, bergerak ketika ada persoalan, dan terus mengawal agar masyarakat memperoleh perhatian serta pelayanan yang semestinya.

26 Aug 2026
Daerah

Aktivis Mahasiswa Mandailing Natal di Jakarta Desak Kapolres Madina Penanganan Tegas Kasus Travel Umrah

JAKARTA, BungkasNews — Aktivis mahasiswa asal Mandailing Natal (Madina) yang berada di Jakarta, Muhammad Nehru Lubis (Bung Lubis), mendesak aparat penegak hukum dan pemerintah memberikan perhatian serius terhadap kasus dugaan penipuan dan penelantaran calon jemaah umrah asal Kabupaten Mandailing Natal.Desakan tersebut disampaikan setelah puluhan calon jemaah umrah asal Madina diduga mengalami kegagalan keberangkatan ke Tanah Suci setelah menggunakan jasa Travel Sultan Andalus Haramain (SAH).Berdasarkan pemberitaan sejumlah media, di antaranya Tribun Medan, RRI, dan GoSumut, sekitar 30 calon jemaah asal Madina sebelumnya berangkat menuju Medan pada Minggu (16/8/2026), dengan harapan dapat melanjutkan perjalanan menuju Tanah Suci sesuai jadwal. Namun, rencana keberangkatan pada Selasa (18/8/2026) tidak terlaksana.Para calon jemaah kemudian dilaporkan sempat mengalami ketidakpastian terkait keberangkatan dan harus menunggu kejelasan dari pihak penyelenggara. Persoalan tersebut selanjutnya berlanjut ke proses pengaduan dan pelaporan kepada kepolisian.Bung Lubis menilai persoalan ini tidak boleh hanya dipandang sebagai persoalan bisnis antara calon jemaah dan penyelenggara perjalanan. Menurutnya, persoalan tersebut menyangkut hak masyarakat untuk memperoleh kepastian, perlindungan, dan pelayanan yang layak dalam menjalankan ibadah.“Kami meminta aparat penegak hukum mengusut persoalan ini secara transparan, profesional, dan menyeluruh. Jika dalam proses hukum nantinya ditemukan unsur pidana, siapa pun yang terbukti bertanggung jawab harus diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ujar Bung Lubis.Minta Hak Jemaah DiprioritaskanBung Lubis juga meminta agar hak-hak para calon jemaah menjadi prioritas dalam penanganan persoalan tersebut. Kejelasan mengenai dana yang telah disetorkan, status keberangkatan, serta mekanisme pengembalian dana apabila perjalanan tidak dapat dilaksanakan harus segera diberikan kepada para jemaah dan keluarga.Selain itu, pemerintah diminta memperketat pengawasan terhadap penyelenggara perjalanan ibadah umrah guna mencegah terulangnya kasus serupa.Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Mandailing Natal sebelumnya telah melakukan pendampingan terhadap sejumlah jemaah dalam menyampaikan pengaduan dan laporan ke Polres Mandailing Natal pada Jumat (21/8/2026).Kemenhaj Madina juga telah melakukan inspeksi mendadak terhadap sejumlah travel sebagai bagian dari upaya pengawasan terhadap Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU). Pemeriksaan tersebut mencakup administrasi, legalitas dan perizinan, data jemaah, rencana keberangkatan, hingga pelayanan kepada jemaah.Bahkan, Kemenhaj Madina menyatakan masih terdapat 14 travel lainnya yang akan dimonitor secara bertahap.Desak Kapolres Madina BertindakAktivis mahasiswa Mandailing Natal di Jakarta secara khusus mendesak Kapolres Mandailing Natal memastikan laporan para calon jemaah ditangani secara serius dan profesional.Bung Lubis meminta proses penyelidikan dilakukan secara menyeluruh dan tidak berhenti pada pemeriksaan awal. Apabila ditemukan bukti yang mengarah pada tindak pidana, aparat diminta mengambil langkah hukum terhadap pihak-pihak yang terbukti bertanggung jawab.“Kami tidak ingin masyarakat Madina yang memiliki niat beribadah justru menjadi korban. Penegakan hukum harus memberikan kepastian kepada para jemaah. Jangan sampai laporan ini berhenti tanpa kejelasan. Kami meminta Kapolres Madina menunjukkan langkah konkret dalam menangani persoalan ini,” tegas Bung Lubis.Ia juga menekankan pentingnya keterbukaan dalam penanganan perkara, termasuk memberikan informasi mengenai perkembangan proses hukum kepada para jemaah dan keluarga.Menurut Bung Lubis, kasus tersebut harus menjadi evaluasi bersama agar masyarakat semakin berhati-hati dalam memilih travel umrah. Calon jemaah perlu memastikan legalitas dan izin penyelenggara, rekam jejak travel, kontrak perjalanan, fasilitas yang dijanjikan, serta mekanisme pembayaran sebelum menyerahkan dana."Kami mengapresiasi langkah awal Polres Madina yang telah menerima laporan para jemaah. Namun, proses tersebut jangan berhenti pada pemeriksaan awal. Kami meminta penyelidikan dilakukan secara menyeluruh, transparan, dan profesional. Apabila ditemukan bukti yang mengarah pada tindak pidana, pihak yang terbukti bertanggung jawab harus diproses sesuai hukum,” tegas Bung Lubis.

24 Aug 2026