Bungkas News

Hasil Pencarian untuk: "Mandailing Natal"

Ditemukan 5 berita.

Mahasiswa

Merajut Silaturahmi di Perantauan, Ikatan Mahasiswa Mandailing Natal Sambut Mahasiswa Baru di Islamic Village Tangerang

Tangerang, Bungkasnews.com — Ikatan Mahasiswa Mandailing Natal (IKAMA) menyambut kedatangan mahasiswa baru asal Mandailing Natal yang melanjutkan pendidikan di Tangerang. Kegiatan tersebut berlangsung pada Jumat, 18/9/2026, pukul 20.00 WIB, bertempat di Lapangan IB Islamic Village, Tangerang.Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus membangun rasa kekeluargaan di antara mahasiswa asal Mandailing Natal yang berada di tanah rantau.Sebanyak 11 mahasiswa baru asal Mandailing Natal turut hadir dalam kegiatan penyambutan tersebut. Mereka merupakan mahasiswa yang baru datang dari Mandailing Natal untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Tangerang.Kehadiran mahasiswa baru tersebut disambut oleh mahasiswa asal Mandailing Natal yang telah lebih dahulu menjalani kehidupan akademik di Tangerang. Khususnya di Universitas Cendekia Abditama, Islamic Village, saat ini terdapat kurang lebih 150 mahasiswa asal Mandailing Natal yang sedang menempuh pendidikan.Kegiatan penyambutan tersebut tidak hanya menjadi ajang perkenalan, tetapi juga menjadi ruang untuk berbagi pengalaman mengenai kehidupan perkuliahan, lingkungan kampus, hingga dinamika kehidupan mahasiswa di tanah rantau.Baca juga: Doli Kurnia: Tak Ada Perdamaian Dunia Tanpa Palestina MerdekaKetua IKAMA, Abdul Rasyid Lubis, menyampaikan bahwa penyambutan mahasiswa baru merupakan bagian dari upaya membangun kekeluargaan dan solidaritas mahasiswa asal Mandailing Natal.“Kami ingin mahasiswa baru yang datang dari Mandailing Natal merasa diterima dan memiliki keluarga di tanah rantau. IKAMA hadir sebagai ruang untuk saling mengenal, saling mendukung, dan bersama-sama berkembang selama menjalani pendidikan di Tangerang,” ujar Abdul Rasyid Lubis.Menurutnya, keberadaan mahasiswa Mandailing Natal di Tangerang merupakan bagian dari potensi generasi muda yang perlu terus dibangun melalui pendidikan, organisasi, dan hubungan kekeluargaan.Ia berharap mahasiswa baru dapat beradaptasi dengan lingkungan perkuliahan serta aktif mengambil bagian dalam berbagai kegiatan yang memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun lingkungan.Sementara itu, Mantan Wakil Ketua Umum IKAMA (demisioner), Muhammad Nehru Lubis, yang akrab disapa Bung Lubis, turut memberikan pesan kepada mahasiswa baru agar menjadikan pengalaman merantau sebagai ruang untuk mengembangkan diri.Muhammad Nehru Lubis/ Demisioner wakil ketua umum IKAMA“Datang ke tanah rantau bukan hanya untuk mendapatkan gelar akademik, tetapi juga untuk membangun pengalaman, jaringan, dan karakter. Jadikan perantauan sebagai ruang belajar untuk tumbuh dan memberikan manfaat,” ujar Bung Lubis.Ia juga mengingatkan mahasiswa baru untuk tetap menjaga identitas dan nilai-nilai daerah selama berada di perantauan.“Kita boleh jauh dari kampung halaman, tetapi jangan sampai jauh dari nilai, budaya, dan semangat untuk membawa nama baik Mandailing Natal. Jadilah mahasiswa yang mampu berprestasi, berorganisasi, dan memberi kontribusi,” tambahnya.Baca juga: Tugas Kuliah Banyak, tetapi Apakah Kita Benar-Benar Belajar?Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa baru untuk berkenalan dengan mahasiswa senior, bertukar pengalaman, serta membangun jaringan sesama mahasiswa asal Mandailing Natal.Dengan hadirnya mahasiswa baru tersebut, IKAMA berharap hubungan kekeluargaan antar-mahasiswa Mandailing Natal di Tangerang semakin kuat. Penyambutan ini juga diharapkan menjadi awal bagi mahasiswa baru untuk beradaptasi dan menjalani kehidupan akademik dengan penuh semangat di tanah rantau.Bagi IKAMA, perantauan bukan sekadar tempat untuk menempuh pendidikan, tetapi juga ruang untuk membangun persaudaraan, memperluas pengalaman, dan mempersiapkan generasi muda Mandailing Natal agar mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat dan daerah asalnya.

19 Sep 2026
Utama

Mahasiswa Aek Mata di Jakarta Apresiasi Komitmen Brimob Bangun Jembatan Utama penghubung desa

Jakarta, Bungkasnews.com – Komitmen Batalyon C Pelopor Satuan Brimob Polda Sumatera Utara untuk membangun jembatan utama Desa Aek Mata, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, mendapat apresiasi dari mahasiswa asal Aek Mata yang berada di Jakarta.Apresiasi tersebut disampaikan menyusul survei kedua yang dilakukan personel Batalyon C Pelopor Brimob Polda Sumut pada 15 September 2026 untuk melihat langsung kondisi jembatan serta kebutuhan di lapangan.Nehru Lubis, mahasiswa asal Desa Aek Mata di Jakarta, menilai survei kedua tersebut menunjukkan adanya keseriusan dan komitmen untuk menindaklanjuti kebutuhan masyarakat.“Kami sangat mengapresiasi Batalyon C Pelopor Brimob Polda Sumut yang kembali turun melakukan survei. Ini menunjukkan bahwa pembangunan jembatan utama Aek Mata mendapat perhatian serius dan kami berharap komitmen tersebut segera terealisasi,” ujar Nehru.Nehru Lubis juga menyampaikan apresiasi kepada Kepala Desa Aek Mata, Andi Sahweri Lubis, yang dinilai terus memperjuangkan pembangunan dan kebutuhan infrastruktur desa.“Kami juga mengapresiasi Kepala Desa Aek Mata yang terus bekerja keras memperjuangkan pembangunan desa. Semoga sinergi dan perjuangan semua pihak ini dapat menghasilkan pembangunan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.Pembangunan jembatan utama tersebut diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat, mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, serta berbagai kegiatan sosial warga.Baca juga: Survei Kedua, Brimob Batalyon C Tegaskan Komitmen Bangun Jembatan Utama Aek MataSebelumnya, sejumlah titik jembatan di Desa Aek Mata membutuhkan perhatian. Salah satu titik telah mendapatkan penanganan melalui program Jembatan Merah Putih. Kini, pembangunan jembatan utama menjadi salah satu harapan masyarakat yang diharapkan segera terealisasi.Mahasiswa Aek Mata di Jakarta berharap komitmen pembangunan tersebut dapat berjalan lancar hingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan kemajuan Desa Aek Mata.

16 Sep 2026
Daerah

Survei Kedua, Brimob Batalyon C Tegaskan Komitmen Bangun Jembatan Utama Aek Mata

Mandailing Natal, Bungkasnews.com – Harapan masyarakat Desa Aek Mata, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, untuk memiliki jembatan utama yang layak kembali mendapat angin segar. Batalyon C Pelopor Satuan Brimob Polda Sumatera Utara menunjukkan komitmennya dengan kembali turun ke lapangan untuk melakukan survei kondisi jembatan.Peninjauan kali ini merupakan survei kedua yang dilakukan Batalyon C Pelopor Brimob Polda Sumut Selasa, 15 /9/2026. Langkah tersebut menjadi bagian dari tindak lanjut setelah sebelumnya dilakukan peninjauan terhadap kondisi jembatan yang selama ini menjadi akses penting bagi masyarakat.Dalam survei lanjutan tersebut, personel Brimob kembali melihat secara langsung kondisi fisik jembatan, sekaligus memastikan kebutuhan dan kondisi lapangan sebagai bagian dari persiapan pembangunan.Komitmen tersebut menjadi kabar baik bagi masyarakat Aek Mata. Pembangunan jembatan utama telah mendapat persetujuan dan insyaallah akan direalisasikan dalam waktu dekat. Hal ini menunjukkan bahwa perhatian terhadap kebutuhan infrastruktur masyarakat tidak berhenti pada tahap peninjauan, tetapi dilanjutkan dengan langkah konkret menuju pembangunan.Baca juga: Anggota DPR Skeptis Penerapan E-Voting Bisa Diterapkan di IndonesiaKepala Desa Aek Mata, Andi Sahweri, menyampaikan apresiasi atas keseriusan Batalyon C Pelopor Brimob Polda Sumut yang telah dua kali turun langsung melihat kondisi jembatan.Menurutnya, survei kedua tersebut semakin memperkuat harapan masyarakat bahwa pembangunan jembatan utama desa benar-benar akan ditindaklanjuti.“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan mengapresiasi perhatian dari Batalyon C Brimob. Ini bukan hanya sekadar survei, tetapi sudah ada komitmen dan persetujuan untuk pembangunan. Insyaallah dalam waktu dekat akan direalisasikan,” ujarnya.Jembatan utama tersebut memiliki arti penting bagi masyarakat Desa Aek Mata karena menjadi salah satu akses yang digunakan warga dalam menjalankan berbagai aktivitas, termasuk mobilitas, pendidikan, maupun kegiatan ekonomi.Sebelumnya, sejumlah titik jembatan di Desa Aek Mata juga membutuhkan perhatian. Salah satu titik telah mendapat penanganan melalui program Jembatan Merah Putih. Kini, pembangunan jembatan utama menjadi harapan berikutnya bagi masyarakat.Dengan survei yang telah dilakukan untuk kedua kalinya dan adanya persetujuan pembangunan, masyarakat berharap komitmen Batalyon C Pelopor Brimob Polda Sumut tersebut segera terwujud di lapangan.Bagi warga Aek Mata, jembatan ini bukan sekadar bangunan penghubung, melainkan akses penting yang menghubungkan aktivitas dan kehidupan masyarakat. Karena itu, rencana pembangunan tersebut disambut sebagai sebuah harapan baru bagi kemajuan desa.

16 Sep 2026
Daerah

Aktivis Mahasiswa Mandailing Natal di Jakarta Desak Kapolres Madina Penanganan Tegas Kasus Travel Umrah

JAKARTA, BungkasNews — Aktivis mahasiswa asal Mandailing Natal (Madina) yang berada di Jakarta, Muhammad Nehru Lubis (Bung Lubis), mendesak aparat penegak hukum dan pemerintah memberikan perhatian serius terhadap kasus dugaan penipuan dan penelantaran calon jemaah umrah asal Kabupaten Mandailing Natal.Desakan tersebut disampaikan setelah puluhan calon jemaah umrah asal Madina diduga mengalami kegagalan keberangkatan ke Tanah Suci setelah menggunakan jasa Travel Sultan Andalus Haramain (SAH).Berdasarkan pemberitaan sejumlah media, di antaranya Tribun Medan, RRI, dan GoSumut, sekitar 30 calon jemaah asal Madina sebelumnya berangkat menuju Medan pada Minggu (16/8/2026), dengan harapan dapat melanjutkan perjalanan menuju Tanah Suci sesuai jadwal. Namun, rencana keberangkatan pada Selasa (18/8/2026) tidak terlaksana.Para calon jemaah kemudian dilaporkan sempat mengalami ketidakpastian terkait keberangkatan dan harus menunggu kejelasan dari pihak penyelenggara. Persoalan tersebut selanjutnya berlanjut ke proses pengaduan dan pelaporan kepada kepolisian.Bung Lubis menilai persoalan ini tidak boleh hanya dipandang sebagai persoalan bisnis antara calon jemaah dan penyelenggara perjalanan. Menurutnya, persoalan tersebut menyangkut hak masyarakat untuk memperoleh kepastian, perlindungan, dan pelayanan yang layak dalam menjalankan ibadah.“Kami meminta aparat penegak hukum mengusut persoalan ini secara transparan, profesional, dan menyeluruh. Jika dalam proses hukum nantinya ditemukan unsur pidana, siapa pun yang terbukti bertanggung jawab harus diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ujar Bung Lubis.Minta Hak Jemaah DiprioritaskanBung Lubis juga meminta agar hak-hak para calon jemaah menjadi prioritas dalam penanganan persoalan tersebut. Kejelasan mengenai dana yang telah disetorkan, status keberangkatan, serta mekanisme pengembalian dana apabila perjalanan tidak dapat dilaksanakan harus segera diberikan kepada para jemaah dan keluarga.Selain itu, pemerintah diminta memperketat pengawasan terhadap penyelenggara perjalanan ibadah umrah guna mencegah terulangnya kasus serupa.Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Mandailing Natal sebelumnya telah melakukan pendampingan terhadap sejumlah jemaah dalam menyampaikan pengaduan dan laporan ke Polres Mandailing Natal pada Jumat (21/8/2026).Kemenhaj Madina juga telah melakukan inspeksi mendadak terhadap sejumlah travel sebagai bagian dari upaya pengawasan terhadap Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU). Pemeriksaan tersebut mencakup administrasi, legalitas dan perizinan, data jemaah, rencana keberangkatan, hingga pelayanan kepada jemaah.Bahkan, Kemenhaj Madina menyatakan masih terdapat 14 travel lainnya yang akan dimonitor secara bertahap.Desak Kapolres Madina BertindakAktivis mahasiswa Mandailing Natal di Jakarta secara khusus mendesak Kapolres Mandailing Natal memastikan laporan para calon jemaah ditangani secara serius dan profesional.Bung Lubis meminta proses penyelidikan dilakukan secara menyeluruh dan tidak berhenti pada pemeriksaan awal. Apabila ditemukan bukti yang mengarah pada tindak pidana, aparat diminta mengambil langkah hukum terhadap pihak-pihak yang terbukti bertanggung jawab.“Kami tidak ingin masyarakat Madina yang memiliki niat beribadah justru menjadi korban. Penegakan hukum harus memberikan kepastian kepada para jemaah. Jangan sampai laporan ini berhenti tanpa kejelasan. Kami meminta Kapolres Madina menunjukkan langkah konkret dalam menangani persoalan ini,” tegas Bung Lubis.Ia juga menekankan pentingnya keterbukaan dalam penanganan perkara, termasuk memberikan informasi mengenai perkembangan proses hukum kepada para jemaah dan keluarga.Menurut Bung Lubis, kasus tersebut harus menjadi evaluasi bersama agar masyarakat semakin berhati-hati dalam memilih travel umrah. Calon jemaah perlu memastikan legalitas dan izin penyelenggara, rekam jejak travel, kontrak perjalanan, fasilitas yang dijanjikan, serta mekanisme pembayaran sebelum menyerahkan dana."Kami mengapresiasi langkah awal Polres Madina yang telah menerima laporan para jemaah. Namun, proses tersebut jangan berhenti pada pemeriksaan awal. Kami meminta penyelidikan dilakukan secara menyeluruh, transparan, dan profesional. Apabila ditemukan bukti yang mengarah pada tindak pidana, pihak yang terbukti bertanggung jawab harus diproses sesuai hukum,” tegas Bung Lubis.

24 Aug 2026
Daerah

Jembatan Tak Layak Dilalui, Warga Desa Aek Mata Desak Pemerintah Segera Perbaiki

Mandailing Natal, Bungkasnews — Kondisi jembatan penghubung di Desa Aek Mata, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal,Provinsi Sumatera Utara kembali menjadi perhatian masyarakat. Jembatan yang menjadi akses penting warga menuju Kota Panyabungan tersebut dinilai sudah tidak layak dilalui dan membutuhkan penanganan serius dari pemerintah.Ironisnya, meski berada di wilayah Kecamatan Panyabungan kota dan menjadi salah satu akses masyarakat menuju pusat Kota Panyabungan, kondisi jembatan tersebut hingga kini masih harus mendapat perhatian dari masyarakat sendiri. Warga mengaku telah beberapa kali melakukan perbaikan secara swadaya untuk menjaga agar jembatan tetap dapat digunakan.“Dari desa sudah beberapa kali kami perbaiki dengan swadaya. Namun ini merupakan akses utama masyarakat menuju Kota Panyabungan. Apalagi status jalannya merupakan jalan kabupaten, sehingga kami berharap pemerintah dapat mengambil langkah untuk melakukan perbaikan secara permanen,” ungkap warga.Kondisi ini menjadi sorotan karena jembatan tersebut bukan sekadar akses bagi warga Desa Aek Mata, tetapi juga menjadi jalur yang mendukung aktivitas masyarakat menuju Kota Panyabungan. Kerusakan jembatan berpotensi mengganggu mobilitas warga serta membahayakan keselamatan pengguna jalan.Kondisi jembatan desa Aek Mata Kec.Panyabungan Kab. Mandailing NatalWarga mempertanyakan sampai kapan masyarakat harus mengandalkan perbaikan secara swadaya untuk mempertahankan akses yang berstatus sebagai jalan kabupaten. Menurut warga, kemampuan masyarakat untuk melakukan perbaikan mandiri tentu terbatas, sementara kebutuhan terhadap jembatan yang aman dan layak merupakan kepentingan bersama.Momentum HUT RI ke-81Di tengah momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, warga Desa Aek Mata berharap semangat kemerdekaan tidak hanya dirayakan melalui berbagai kegiatan seremonial, tetapi juga diwujudkan melalui pemerataan pembangunan dan perhatian terhadap kebutuhan dasar masyarakat.Bagi warga, kemerdekaan juga berarti dapat menikmati infrastruktur yang aman dan layak, termasuk akses jalan dan jembatan yang menjadi urat nadi kehidupan masyarakat desa.Masyarakat berharap pemerintah daerah tidak hanya melihat pembangunan dari pusat kota, tetapi juga memberikan perhatian terhadap infrastruktur di desa-desa yang menjadi bagian dari wilayah Kecamatan Panyabungan.Kondisi jembatan desa Aek Mata Kec.Panyabungan Kab. Mandailing NatalWarga Desa Aek Mata mendesak pemerintah terkait untuk turun langsung meninjau kondisi jembatan dan segera merealisasikan perbaikan yang lebih permanen.Di usia 81 tahun kemerdekaan Indonesia, warga berharap pembangunan benar-benar dirasakan hingga ke pelosok desa. Jangan sampai masyarakat harus menunggu terjadi kecelakaan atau korban terlebih dahulu baru infrastruktur tersebut mendapat perhatian.

19 Aug 2026