Bungkas News

Hasil Pencarian untuk: "Gunung"

Ditemukan 4 berita.

Nasional

Awas Abu Vulkanik Anak Krakatau, Ini Bahayanya

Jakarta, Bungkasnews.com - Aktivitas Gunung Anak Krakatau kembali meningkat sejak awal September 2026. Badan Geologi lewat Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menaikkan status gunung ini ke level Siaga (Level III) per 5 September 2026, dengan larangan mendekat dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas.Salah satu ancaman yang mengiringi erupsi adalah sebaran abu vulkanik. Buat masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah terdampak, penting untuk tahu bahaya abu vulkanik bagi kesehatan dan cara melindungi diri.Dilansir dari Halodoc, abu vulkanik bukan debu biasa. Partikelnya sangat halus sehingga bisa terhirup jauh ke dalam paru-paru dan menempel di mata. Paparannya bisa memicu gangguan pernapasan seperti bersin, batuk, iritasi hidung, pilek, hingga sesak napas. Kalau terpapar dalam jumlah tinggi atau berulang, risiko terkena infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pun meningkat.Bukan cuma paru-paru, mata juga jadi sasaran empuk abu vulkanik. Partikelnya yang tajam bisa menggores permukaan mata dan bikin mata mengganjal, perih, gatal, memerah, sampai berair. Kalau dibiarkan, kondisi ini bisa berkembang jadi konjungtivitis, apalagi buat pengguna lensa kontak yang risikonya lebih tinggi mengalami kerusakan kornea.Meski lebih jarang terjadi, abu vulkanik yang bersifat asam juga bisa bikin kulit kemerahan dan iritasi. Kalau sampai mencemari makanan atau air minum lalu tertelan, bisa memicu mual, muntah, atau nyeri perut.Ada beberapa kelompok yang perlu ekstra waspada, yaitu penderita gangguan paru dan jantung seperti asma atau bronkitis kronis, anak-anak yang lebih sering beraktivitas di luar ruangan, serta lansia dan ibu hamil yang kondisi tubuhnya lebih sensitif.Kabar baiknya, dampak abu vulkanik ini sebenarnya bisa dicegah dengan langkah sederhana. Usahakan tetap di dalam ruangan dan tutup rapat pintu-jendela saat abu vulkanik melanda. Kalau terpaksa keluar, pakai masker medis atau N95 karena masker kain kurang ampuh menyaring partikel halus, lengkapi juga dengan kacamata pelindung dan pakaian tertutup.Setelah terpapar, segera mandi dan ganti baju, bilas mata serta hidung pakai air bersih, dan cuci tangan serta wajah. Jangan lupa bersihkan juga lingkungan sekitar rumah dari abu yang menumpuk di atap, halaman, atau saluran air — tapi ingat, jangan menyapu abu dalam keadaan kering karena bisa beterbangan lagi dan malah terhirup. Basahi dulu baru dipel.Kalau muncul gejala berat seperti sesak napas, nyeri dada, batuk kering mendadak, keluhan pernapasan yang makin parah, iritasi mata yang tak kunjung membaik, atau muncul ruam kemerahan di kulit, jangan tunda untuk periksa ke dokter. Apalagi kalau kamu termasuk kelompok rentan tadi.

08 Sep 2026
Terkini

Abu Vulkanik Anak Krakatau Dipantau Ketat, DLH Jakarta Siaga

Jakarta, Bungkasnews.com – Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau menjadi perhatian Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta memperketat pemantauan kualitas udara untuk mengetahui dampak paparan abu vulkanik di sejumlah wilayah.Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Dudi Gardesi, mengatakan paparan abu vulkanik di permukaan bisa berbeda antara satu lokasi dengan lokasi lainnya. Karena itu, kondisi tersebut perlu diketahui melalui pengukuran kualitas udara serta pemantauan langsung di lapangan.Menurut Dudi, jajarannya juga diminta menindaklanjuti laporan mengenai adanya endapan abu. Koordinasi dengan sejumlah instansi turut diperkuat, di antaranya BMKG, PVMBG, BPBD, dan Dinas Kesehatan.“Pemantauan harus menjadi dasar penyampaian peringatan dan penyesuaian langkah perlindungan warga,” kata Dudi.Informasi Kualitas Udara Harus TerbukaDLH DKI Jakarta juga menekankan pentingnya penyampaian informasi kepada masyarakat secara terbuka dan mudah dipahami. Setiap perubahan kondisi kualitas udara diharapkan segera diikuti dengan pembaruan informasi agar warga dapat mengetahui langkah yang perlu dilakukan.Selain melindungi masyarakat, Dudi meminta perlindungan terhadap petugas kebersihan yang bekerja di lapangan tetap diperhatikan selama kondisi abu vulkanik masih menjadi perhatian.Masyarakat Jakarta dapat memantau perkembangan kualitas udara melalui udara.jakarta.go.id serta mengikuti informasi resmi dari DLH, BPBD, dan BMKG.Dudi juga mengimbau masyarakat untuk saling membantu, terutama anggota keluarga maupun tetangga yang membutuhkan pendampingan untuk mendapatkan informasi atau pertolongan.Langkah pemantauan kualitas udara tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mengantisipasi dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau sekaligus memastikan informasi mengenai kondisi udara dapat segera diterima masyarakat.Sumber: Beritajakarta.id, 6 September 2026.

06 Sep 2026
Terkini

Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Tangerang, Warga Diminta Waspada

Tangerang, Bungkasnews.com – Sebaran abu vulkanik akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau mulai terpantau di sejumlah wilayah Banten, termasuk Kota Tangerang. Kondisi ini membuat Pemerintah Kota Tangerang mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang, tetapi meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kesehatan.Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, meminta masyarakat tidak panik serta mengikuti informasi dan imbauan resmi dari pemerintah. Ia juga mengingatkan warga agar tidak mudah percaya maupun menyebarkan informasi yang belum jelas sumbernya.“Yang paling penting masyarakat tetap tenang, tetapi waspada. Ikuti informasi dan imbauan resmi dari pemerintah, serta jangan mudah percaya atau menyebarkan informasi yang belum jelas sumbernya,” ujar Sachrudin.Warga Diminta Gunakan MaskerSachrudin secara khusus mengingatkan masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan untuk menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut. Langkah tersebut dilakukan sebagai antisipasi terhadap paparan abu vulkanik yang dapat mengganggu saluran pernapasan.Masyarakat yang melihat atau merasakan adanya abu vulkanik juga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak diperlukan.“Kalau melihat atau merasakan adanya abu, gunakan masker, kurangi aktivitas di luar ruangan bila tidak diperlukan, dan selalu jaga kondisi kesehatan,” kata Sachrudin.Ia juga mengingatkan warga yang mengalami gangguan pernapasan agar segera memeriksakan kondisi kesehatan ke fasilitas pelayanan kesehatan.Pemkot Tangerang Terus Pantau KondisiPemerintah Kota Tangerang melalui perangkat daerah terkait terus memantau perkembangan sebaran abu vulkanik dan berkoordinasi dengan instansi terkait.Sachrudin memastikan jajaran pemerintah daerah tetap bersiaga untuk melihat perkembangan kondisi di lapangan dan memberikan informasi maupun pelayanan yang dibutuhkan masyarakat.“Kami terus monitor. Jajaran Pemkot, mulai dari BPBD, Dinas Kesehatan hingga perangkat wilayah, agar tetap siaga dan memberikan informasi serta pelayanan yang dibutuhkan masyarakat,” ujar Sachrudin.Jangan Panik, Tetap Jaga KesehatanMunculnya abu vulkanik di wilayah Tangerang membuat kewaspadaan masyarakat perlu ditingkatkan, terutama bagi warga yang banyak melakukan aktivitas di luar rumah.Pemerintah mengingatkan agar masyarakat tidak hanya memperhatikan kondisi lingkungan, tetapi juga menjaga kondisi kesehatan. Penggunaan masker menjadi salah satu langkah yang dianjurkan ketika terdapat paparan abu vulkanik.Sementara itu, bagi warga yang mengalami gangguan pernapasan setelah terpapar abu, pemerintah meminta agar segera mendapatkan pemeriksaan di fasilitas kesehatan.Pemkot Tangerang juga menegaskan akan terus mengikuti perkembangan informasi dari lembaga yang berwenang. Langkah penanganan akan disesuaikan dengan kondisi yang terjadi di lapangan.Dengan kondisi tersebut, masyarakat diimbau tetap tenang, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, menggunakan masker ketika diperlukan, mengurangi aktivitas luar ruangan dan mengikuti arahan resmi pemerintah.Sumber: Baca berita asli di Website Resmi Pemkot Tangerang

06 Sep 2026
Internasional

Banjir Bhote Koshi, 668 Turis dari 34 Negara Hilang Kontak

KATHMANDU, BungkasNews — Sebanyak 668 wisatawan dari 34 negara kehilangan kontak setelah banjir besar melanda Sungai Bhote Koshi, Nepal, pada Rabu (26/8/2026). Hingga Kamis, tim penyelamat masih melakukan pencarian di sejumlah wilayah yang terdampak bencana.Dilansir dari Nepal News, data tersebut disampaikan Departemen Pariwisata di bawah Kementerian Kebudayaan, Pariwisata dan Penerbangan Sipil Nepal pada Kamis sore. Dari 668 wisatawan yang belum dapat dihubungi, sebanyak 341 merupakan laki-laki dan 327 perempuan.Dari jumlah tersebut, 541 orang merupakan warga negara asing, yang sebagian besar sedang melakukan perjalanan trekking. Sementara itu, 127 orang lainnya merupakan warga Nepal.Banjir besar yang menerjang Sungai Bhote Koshi terjadi pada Rabu pagi. Sejak saat itu, kontak dengan ratusan wisatawan tersebut dilaporkan terputus.Warga India Terbanyak Belum TerhubungWarga negara India menjadi kelompok terbesar di antara wisatawan yang belum berhasil dihubungi, dengan jumlah mencapai 178 orang.Selain itu, terdapat 65 warga Amerika Serikat, 53 warga Ukraina, 51 warga Malaysia, 35 warga Australia, 33 warga Inggris, 25 warga Kanada, dan 24 warga China yang juga masih belum dapat dihubungi.Wisatawan dari sejumlah negara lainnya turut tercatat dalam daftar tersebut, antara lain Singapura, Rusia, Jerman, Afrika Selatan, Latvia, Jepang, Selandia Baru, Prancis, Spanyol, Belgia, Irlandia, Belanda, Portugal, Kazakhstan, Italia, Bulgaria, Swiss, Serbia, Swedia, Filipina, Lithuania, Israel, Hungaria, Finlandia, dan Belarus.Para wisatawan tersebut diketahui melakukan perjalanan untuk kegiatan trekking maupun wisata melalui sejumlah agen perjalanan. Departemen Pariwisata Nepal telah merilis nama-nama wisatawan yang masih belum berhasil dihubungi setelah kehilangan kontak sejak banjir terjadi.Pencarian Menghadapi Medan SulitUpaya pencarian dan penyelamatan terus dilakukan pemerintah Nepal. Tim penyelamat telah dikerahkan sejak Rabu, tetapi kondisi medan yang sulit membuat petugas belum dapat menjangkau seluruh lokasi yang terdampak.Selain pencarian melalui jalur darat, operasi udara menggunakan helikopter juga dilakukan untuk membantu menemukan wisatawan yang masih belum diketahui keberadaannya.Kondisi geografis wilayah terdampak menjadi salah satu tantangan utama dalam proses pencarian. Tim penyelamat harus bekerja di tengah kawasan yang terdampak banjir besar serta kerusakan akibat bencana.Pemerintah Nepal masih berupaya memperoleh informasi mengenai keberadaan para wisatawan yang kehilangan kontak tersebut. Proses pencarian juga dilakukan untuk memastikan kondisi dan keselamatan mereka.Banjir Bhote Koshi Berdampak pada PariwisataBencana banjir Bhote Koshi juga memberikan dampak terhadap sektor pariwisata Nepal. Sunil Sharma, juru bicara Nepal Tourism Board, mengatakan bencana tersebut memberikan dampak besar terhadap industri pariwisata.Menurutnya, bencana yang berulang dapat memberikan tekanan serius terhadap sektor pariwisata Nepal dalam jangka panjang.Kondisi tersebut menjadi perhatian karena trekking dan wisata alam merupakan bagian penting dari aktivitas pariwisata Nepal. Banyak wisatawan mancanegara datang ke negara tersebut untuk menikmati kawasan pegunungan dan melakukan perjalanan trekking.Banjir besar yang terjadi di wilayah Bhote Koshi kini tidak hanya menjadi persoalan keselamatan wisatawan, tetapi juga berpotensi memengaruhi kepercayaan wisatawan terhadap keamanan destinasi wisata Nepal.Hingga laporan ini diterbitkan, proses pencarian terhadap 668 wisatawan yang kehilangan kontak masih berlangsung. Pemerintah dan tim penyelamat terus melakukan berbagai upaya untuk menemukan mereka di tengah kondisi medan yang sulit.Sumber: Nepal News

28 Aug 2026