Bungkas News

Kategori: Daerah

Menampilkan 9 berita terbaru.

Daerah

Survei Kedua, Brimob Batalyon C Tegaskan Komitmen Bangun Jembatan Utama Aek Mata

Mandailing Natal, Bungkasnews.com – Harapan masyarakat Desa Aek Mata, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, untuk memiliki jembatan utama yang layak kembali mendapat angin segar. Batalyon C Pelopor Satuan Brimob Polda Sumatera Utara menunjukkan komitmennya dengan kembali turun ke lapangan untuk melakukan survei kondisi jembatan.Peninjauan kali ini merupakan survei kedua yang dilakukan Batalyon C Pelopor Brimob Polda Sumut Selasa, 15 /9/2026. Langkah tersebut menjadi bagian dari tindak lanjut setelah sebelumnya dilakukan peninjauan terhadap kondisi jembatan yang selama ini menjadi akses penting bagi masyarakat.Dalam survei lanjutan tersebut, personel Brimob kembali melihat secara langsung kondisi fisik jembatan, sekaligus memastikan kebutuhan dan kondisi lapangan sebagai bagian dari persiapan pembangunan.Komitmen tersebut menjadi kabar baik bagi masyarakat Aek Mata. Pembangunan jembatan utama telah mendapat persetujuan dan insyaallah akan direalisasikan dalam waktu dekat. Hal ini menunjukkan bahwa perhatian terhadap kebutuhan infrastruktur masyarakat tidak berhenti pada tahap peninjauan, tetapi dilanjutkan dengan langkah konkret menuju pembangunan.Baca juga: Anggota DPR Skeptis Penerapan E-Voting Bisa Diterapkan di IndonesiaKepala Desa Aek Mata, Andi Sahweri, menyampaikan apresiasi atas keseriusan Batalyon C Pelopor Brimob Polda Sumut yang telah dua kali turun langsung melihat kondisi jembatan.Menurutnya, survei kedua tersebut semakin memperkuat harapan masyarakat bahwa pembangunan jembatan utama desa benar-benar akan ditindaklanjuti.“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan mengapresiasi perhatian dari Batalyon C Brimob. Ini bukan hanya sekadar survei, tetapi sudah ada komitmen dan persetujuan untuk pembangunan. Insyaallah dalam waktu dekat akan direalisasikan,” ujarnya.Jembatan utama tersebut memiliki arti penting bagi masyarakat Desa Aek Mata karena menjadi salah satu akses yang digunakan warga dalam menjalankan berbagai aktivitas, termasuk mobilitas, pendidikan, maupun kegiatan ekonomi.Sebelumnya, sejumlah titik jembatan di Desa Aek Mata juga membutuhkan perhatian. Salah satu titik telah mendapat penanganan melalui program Jembatan Merah Putih. Kini, pembangunan jembatan utama menjadi harapan berikutnya bagi masyarakat.Dengan survei yang telah dilakukan untuk kedua kalinya dan adanya persetujuan pembangunan, masyarakat berharap komitmen Batalyon C Pelopor Brimob Polda Sumut tersebut segera terwujud di lapangan.Bagi warga Aek Mata, jembatan ini bukan sekadar bangunan penghubung, melainkan akses penting yang menghubungkan aktivitas dan kehidupan masyarakat. Karena itu, rencana pembangunan tersebut disambut sebagai sebuah harapan baru bagi kemajuan desa.

16 Sep 2026
Daerah

CREAM Apresiasi Langkah Cepat Wali Kota Rico Waas Selesaikan PBG Gereja Pentakosta Tebernakel

Medan, Bungkasnews.com – Ketua Creative Anak Muda (CREAM) Damos Siagian SST.MP., mengapresiasi penuh kinerja Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, atas keberhasilannya menyelesaikan proses penerbitan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) Gereja Pentakosta Tebernakel, yang berlokasi di Jalan Garu V Gg. Dalam Kel. Harjosari I Kec. Medan Amplas. Jum'at, 11 September 2026.Penyelesaian PBG ini menjadi perhatian publik, karena prosesnya sempat tertunda bertahun-tahun dan sempat viral di media sosial. Baru di masa kepemimpinan Wali Kota Rico Waas, persoalan administrasi tersebut dapat tuntas dan memberikan kepastian hukum bagi jemaat.“Kami dari Creative Anak Muda mengucapkan terima kasih setinggi-tingginya kepada Bapak Wali Kota Medan Rico Waas. Ini bukti nyata bahwa beliau pemimpin yang hadir, mendengar, dan menyelesaikan. Yang bertahun-tahun menjadi PR, hari ini tuntas di tangan beliau,” ujar Damos sapaan akrabnya. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang turut mengawal dan membantu proses penyelesaian ini hingga tuntas.“Apresiasi juga kami sampaikan kepada para tokoh masyarakat Amplas, perangkat Kecamatan Medan Amplas dan bapak camat, serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu DPMPTSP, Dinas Perumahan kawasan permukiman cipta karya dan tata ruang dan OPD terkait lainnya yang telah bekerja bersama, duduk bersama, dan mencari solusi terbaik. Tanpa sinergi semua pihak, ini tidak akan selesai,” lanjutnya.Menurutnya, langkah Wali Kota Medan Rico Waas bukan hanya soal administrasi, tetapi juga tentang keberpihakan kepada kebebasan beragama dan kerukunan antar umat beragama di Kota Medan.

12 Sep 2026
Daerah

Hujan Deras Picu Banjir di Medan Pancing, Pengendara Terjebak Kemacetan

Medan, Bungkasnews.com — Hujan deras yang mengguyur Kota Medan pada Senin (7/9/2026) menyebabkan banjir di kawasan Medan Pancing, khususnya di sekitar Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) dan Universitas Negeri Medan (UNIMED). Banjir tersebut mengakibatkan kemacetan dan membuat sejumlah mahasiswa serta pengguna jalan terjebak dalam kepadatan lalu lintas sekitar pukul 15.30 WIB.Genangan air yang muncul di sejumlah ruas jalan membuat kendaraan harus melaju dengan kecepatan rendah. Kondisi tersebut menyebabkan arus lalu lintas tersendat dan antrean kendaraan semakin panjang.Selain menimbulkan kemacetan, banjir juga menyebabkan sejumlah kendaraan mengalami mogok saat melintasi jalan yang tergenang. Kendaraan yang mogok membuat ruang jalan semakin terbatas sehingga memperparah kepadatan lalu lintas.Sejumlah mahasiswa yang berada di sekitar kawasan UINSU dan UNIMED turut terdampak. Mereka mengalami hambatan dalam perjalanan akibat kondisi jalan yang dipenuhi genangan dan kendaraan yang bergerak lambat.Hujan deras yang terjadi pada hari tersebut menjadi penyebab terjadinya genangan dan banjir di kawasan Medan Pancing. Kondisi ini mengganggu aktivitas masyarakat dan mobilitas mahasiswa di sekitar kawasan kampus.Pengguna jalan diimbau untuk berhati-hati ketika melintasi kawasan yang masih tergenang serta mempertimbangkan penggunaan jalur alternatif untuk menghindari kemacetan.

08 Sep 2026
Daerah

TNI AL Dapat Apresiasi, Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis di Rumah Suluk Baitul Khalil, Sei Paham

Asahan, BungkasNews – Peringatan Haul ke-25 Allahuyarham Syekh H. Mustafa BS. Rokan di Rumah Suluk Baitul Khalil, Sei Paham, Kecamatan Sei Kepayang, Kabupaten Asahan, tidak hanya menjadi momentum keagamaan, tetapi juga diisi dengan kegiatan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.Salah satu kegiatan yang mendapat perhatian adalah pelayanan kesehatan yang diberikan TNI Angkatan Laut (TNI AL) kepada masyarakat. Selain pemeriksaan kesehatan, masyarakat juga mendapatkan obat secara gratis serta kegiatan pengadaan sembako murah.Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa, 11 Agustus 2026, dan dihadiri berbagai unsur pemerintahan, TNI, tokoh agama serta para mursyid yang datang dari berbagai daerah di Pulau Sumatra.Dalam kegiatan tersebut, hadir Komandan Lanal Tanjung Balai yang baru, Letkol Laut (P) Sigit Ryanto, CTMP., CRMP., M.Tr.Opsla. Kehadiran Danlanal Tanjung Balai menjadi bagian dari dukungan TNI AL terhadap kegiatan sosial dan pelayanan kepada masyarakat dalam rangkaian Haul ke-25 Syekh H. Mustafa BS. Rokan.Selain itu, kegiatan turut dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Asahan, jajaran Kementerian Agama dan KUA se-Kabupaten Asahan, perwakilan Bupati Asahan dari kalangan pejabat eselon I, Wakil Wali Kota Tanjung Balai, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Asahan, serta para mursyid yang datang dari berbagai wilayah di Pulau Sumatra.Salah satu pihak yang turut memberikan perhatian terhadap rangkaian kegiatan tersebut adalah Syekh Abu Shoghir, S.Pd., selaku Mursid/Pimpinan Pondok Pesantren. Ia menilai kegiatan haul tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang perjuangan ulama, tetapi juga dapat menjadi sarana memperkuat kepedulian terhadap masyarakat.TNI AL Berikan Pemeriksaan Kesehatan GratisDalam kegiatan sosial tersebut, TNI AL memberikan sejumlah pelayanan pemeriksaan kesehatan kepada masyarakat yang hadir.Pemeriksaan meliputi cek kolesterol, tekanan darah tinggi, diabetes, pemeriksaan maag, serta sejumlah pemeriksaan kesehatan lainnya. Masyarakat yang membutuhkan pengobatan juga mendapatkan obat secara gratis.Pelayanan kesehatan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Warga merasa terbantu karena dapat mengetahui kondisi kesehatan mereka sekaligus memperoleh pengobatan tanpa harus mengeluarkan biaya. Kegiatan tersebut dinilai memberikan manfaat langsung, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan akses pemeriksaan dan pengobatan secara mudah.Bagi masyarakat, kehadiran TNI AL dalam kegiatan haul bukan hanya sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian sosial melalui pelayanan kesehatan.Masyarakat Merasakan Manfaat LangsungKegiatan pemeriksaan kesehatan yang dilakukan TNI AL memberikan dampak yang cukup besar bagi masyarakat yang mengikuti kegiatan.Selain dapat mengetahui kondisi kesehatan masing-masing, masyarakat juga memperoleh obat secara gratis apabila membutuhkan penanganan.Kehadiran pelayanan kesehatan tersebut juga menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan dapat berjalan beriringan dengan kegiatan sosial yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.Masyarakat berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan. Mereka menilai pelayanan kesehatan gratis sangat membantu, terutama bagi warga yang membutuhkan pemeriksaan kesehatan tetapi memiliki keterbatasan untuk mendapatkan layanan secara mandiri.Menurut masyarakat, perhatian terhadap kebutuhan warga seperti ini menjadi bentuk nyata bahwa keberadaan TNI dan Polri serta pemerintah dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.Sembako Murah Ikut DihadirkanSelain pelayanan kesehatan, rangkaian kegiatan juga diwarnai dengan pengadaan sembako murah bagi masyarakat.Program tersebut menjadi bagian dari semangat berbagi dalam kegiatan Haul ke-25 Syekh H. Mustafa BS. Rokan. Masyarakat tidak hanya hadir untuk mengikuti kegiatan keagamaan, tetapi juga memperoleh manfaat sosial melalui akses kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.Kegiatan berbagi tersebut menjadi semakin berarti di tengah kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan sosial dan bantuan yang dapat dirasakan secara langsung.Harapan untuk Haul di Masa MendatangMasyarakat berharap pelaksanaan Haul di Rumah Suluk Baitul Khalil dan kegiatan serupa ke depan dapat terus berkembang serta memberikan manfaat yang lebih luas.Selain mempertahankan nilai-nilai keagamaan, masyarakat berharap haul juga tetap menjadi ruang untuk memperkuat kepedulian sosial, berbagi dengan sesama dan menghadirkan berbagai kegiatan yang benar-benar menyentuh kebutuhan warga.Kehadiran para tokoh agama, pemerintah, TNI, serta para mursyid yang datang dari berbagai daerah juga diharapkan terus dipertahankan. Kehadiran mereka dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga nilai-nilai keagamaan sekaligus mengenang perjuangan para ulama.Masyarakat berharap generasi muda semakin mencintai nilai-nilai agama dan mengenal perjuangan para tokoh ulama yang telah memberikan kontribusi bagi masyarakat.Haul Syekh H. Mustafa BS. Rokan diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan untuk mengenang seorang ulama, tetapi juga menjadi momentum untuk meneruskan nilai perjuangan beliau melalui kegiatan yang membawa manfaat bagi agama, masyarakat dan bangsa.Kegiatan pelayanan kesehatan gratis dan sembako murah yang hadir dalam rangkaian haul menjadi salah satu contoh bahwa nilai keagamaan dapat diwujudkan melalui kepedulian dan aksi sosial yang dirasakan langsung oleh masyarakat.Sumber informasi: Keterangan panitia/masyarakat di kegiatan Haul ke-25 Allahuyarham Syekh H. Mustafa BS. Rokan.

05 Sep 2026
Daerah

Tak Sabar Tunggu Pemkab, Warga Gotong -Royong Jalan Perbaiki Sendiri

Asahan, BungkasNews - Kondisi jalan kabupaten yang menghubungkan Dusun V dan Dusun VI, Desa Sei Paham, Kecamatan Sei Kepayang, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara, kini menjadi sorotan setelah warga setempat memutuskan mengambil langkah mandiri untuk memperbaiki akses jalan yang rusak parah. Kerusakan jalan sepanjang sekitar 7 kilometer ini sudah menjadi keluhan warga bertahun - tahun namun hingga kini belum ada respons konkret dari pihak pemerintah terkait.Jalan tersebut merupakan akses utama dan satu-satunya jalur yang digunakan masyarakat Dusun V dan VI Desa Sei Paham untuk beraktivitas sehari-hari, termasuk anak-anak sekolah yang harus melintasinya setiap pagi dan siang hari. Sayangnya, kondisi jalan yang belum diaspal atau dicor membuat akses ini sangat bergantung pada cuaca. Saat musim hujan tiba, jalan berubah menjadi becek dan berlumpur, sehingga sulit dan bahkan tidak bisa dilalui, baik oleh kendaraan roda dua maupun pejalan kaki.Dampak paling terasa justru dialami oleh anak-anak sekolah. Mereka kerap kesulitan berangkat maupun pulang sekolah saat hujan turun, karena jalan yang licin dan berlumpur membahayakan keselamatan sekaligus membuat seragam dan perlengkapan sekolah mereka kotor. Kondisi inilah yang menjadi salah satu pendorong utama warga untuk segera bertindak, agar anak-anak dapat menempuh perjalanan ke sekolah dengan lebih nyaman dan aman, tanpa harus bergulat dengan lumpur setiap kali hujan mengguyur.Karena tak kunjung ada tindak lanjut dari pemerintah, warga akhirnya berinisiatif melakukan gotong royong dan patungan secara swadaya untuk memperbaiki jalan tersebut. Skema pengumpulan dana disepakati bersama, yakni setiap rumah tangga menyumbang Rp50.000 per minggu. Dana yang terkumpul kemudian digunakan untuk membeli bahan pengerasan jalan berupa "kondisel" atau cor beton cetak, dengan estimasi biaya sekitar Rp1,5 juta untuk setiap satu "motor kondisel" yang dipasang.Hasil kerja keras dan kekompakan warga mulai membuahkan hasil. Hingga saat ini, sudah sekitar 30 motor kondisel yang berhasil dipasang secara bertahap di ruas jalan yang paling parah kerusakannya. Meski progresnya cukup menggembirakan, warga menyadari bahwa upaya swadaya ini masih jauh dari cukup untuk menuntaskan perbaikan jalan sepanjang 7 kilometer secara keseluruhan. Dengan keterbatasan dana yang hanya mengandalkan iuran mingguan warga, proses perbaikan berjalan lambat dan membutuhkan waktu yang sangat panjang jika tidak ada bantuan tambahan dari pihak lain.Warga Dusun V dan VI Desa Sei Paham mendesak Pemerintah Kabupaten Asahan dapat segera turun tangan dan memberikan perhatian khusus terhadap kondisi jalan ini. Mengingat status jalan tersebut adalah jalan kabupaten yang notabene menjadi tanggung jawab Pemkab Asahan, warga merasa sudah sepatutnya ada perhatian dan realisasi perbaikan dari pihak berwenang, bukan hanya mengandalkan swadaya masyarakat yang serba terbatas.Selain faktor akses pendidikan bagi anak-anak sekolah, jalan ini juga menjadi urat nadi perekonomian dan mobilitas harian warga kedua dusun tersebut. Aktivitas seperti membawa hasil pertanian, berdagang, hingga aktivitas rutin lainnya turut terganggu setiap kali kondisi jalan memburuk akibat hujan.Melihat kondisi ini, sudah semestinya perbaikan jalan Dusun V dan VI Desa Sei Paham, Kecamatan Sei Kepayang ini menjadi prioritas dalam program infrastruktur Pemerintah Kabupaten Asahan. Warga mendesak pihak terkait dapat segera melakukan peninjauan lapangan serta merealisasikan perbaikan secara menyeluruh, agar masyarakat tidak terus-menerus bergantung pada iuran mandiri demi memiliki akses jalan yang layak.

03 Sep 2026
Daerah

Bupati Asahan Dorong DBH Tepat Waktu dan Sinkron

ASAHAN, BungkasNews — Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin mendorong agar penyaluran Dana Bagi Hasil (DBH) dilakukan tepat waktu dan tepat sasaran. Ia juga meminta penguatan sinkronisasi data pajak antara Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan pemerintah kabupaten/kota untuk mencegah terjadinya tumpang tindih maupun kebocoran.Hal tersebut disampaikan Taufik saat mengikuti Rapat Koordinasi Optimalisasi Penerimaan Asli Daerah (PAD) dan Dana Bagi Hasil (DBH) Pajak Provinsi kepada Kabupaten/Kota se-Sumatera Utara, Selasa (1/9/2026), di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumatera Utara.Dilansir dari AmiraRiau.com, rapat koordinasi tersebut dipimpin Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri Agus Fatoni dan dihadiri Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution, jajaran Forkopimda Sumut, serta seluruh kepala daerah se-Sumatera Utara.Dalam rakor tersebut, peningkatan PAD menjadi salah satu perhatian utama. Agus Fatoni menekankan pentingnya pemerintah daerah mengoptimalkan berbagai sumber pendapatan yang tersedia, menggali potensi pendapatan baru, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mempercepat digitalisasi.Menurutnya, langkah tersebut diperlukan agar pengelolaan pendapatan daerah semakin optimal sekaligus dapat mempersempit celah terjadinya korupsi. Ia juga mendorong Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) agar meningkatkan produktivitas, memperkuat kerja sama lintas sektor, serta memanfaatkan program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR secara tepat sasaran.Opsen PKB Jadi PerhatianGubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengatakan peningkatan PAD dan pelayanan publik menjadi agenda penting pemerintah daerah. Ia menyebut Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sebagai salah satu sumber utama pendapatan.Bobby menyampaikan optimisme bahwa penerimaan daerah dapat meningkat melalui penerapan opsen PKB. Karena itu, ia meminta dukungan seluruh pemerintah kabupaten dan kota di Sumatera Utara untuk bersama-sama mengoptimalkan potensi pendapatan daerah.“Yuk kita gerakkan semua potensi untuk mendongkrak PAD Sumatera Utara,” ujar Bobby dalam rakor tersebut.Bupati Asahan Minta Data Pajak DisinkronkanMenanggapi pembahasan tersebut, Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin menyambut baik pelaksanaan rakor sebagai forum untuk memperkuat sinergi dalam pengelolaan keuangan daerah.Taufik secara khusus menyoroti pentingnya penyaluran DBH tepat waktu dan tepat sasaran. Menurutnya, kepastian penyaluran DBH diperlukan agar pelaksanaan berbagai program prioritas pemerintah daerah tidak terganggu.Selain persoalan penyaluran dana, ia juga meminta dukungan untuk memperkuat sinkronisasi data perpajakan antara pemerintah provinsi dengan pemerintah kabupaten/kota.Menurut Taufik, kesamaan dan ketepatan data diperlukan agar tidak terjadi tumpang tindih maupun kebocoran dalam pengelolaan pendapatan daerah.Ia menegaskan bahwa peningkatan pendapatan daerah pada akhirnya harus bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pengelolaan pendapatan yang transparan dan akuntabel dinilai menjadi bagian penting dalam memastikan penerimaan daerah memberikan manfaat bagi masyarakat.“Kesamaan data antara Provinsi dan Kabupaten/Kota sangat menentukan agar setiap rupiah yang diterima benar-benar bermanfaat,” ujar Taufik.Rapat koordinasi tersebut kemudian ditutup setelah rangkaian sambutan dan tanggapan dari para pejabat yang hadir. Kegiatan berlangsung dalam kondisi aman, tertib, dan lancar.Penguatan koordinasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan PAD dan DBH, sekaligus mendukung pembiayaan program pembangunan serta pelayanan publik di Sumatera Utara.Sumber: AmiraRiau.com

01 Sep 2026
Daerah

Grand Final Sayembara Batik Tangsel, Pilar Dorong Desainer Lokal Tembus Tingkat Global

Tangerang Selatan, BungkasNews — Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, menghadiri sekaligus membuka secara resmi ajang Grand Final Sayembara Batik Tangsel. Ajang tahunan ini diselenggarakan sebagai wujud komitmen Pemerintah Kota Tangerang Selatan dalam memberikan ruang kreasi bagi desainer lokal, pelaku ekonomi kreatif, serta masyarakat umum.Dilansir dari portal resmi berita.tangerangselatankota.go.id, ajang Sayembara Batik Tangsel ditujukan untuk memperkuat identitas budaya daerah sekaligus mendorong potensi industri kreatif batik lokal agar memiliki daya saing yang lebih luas.Dalam sambutannya, Pilar Saga Ichsan menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para finalis yang berhasil menembus babak grand final. Menurutnya, karya motif batik hasil kreasi desainer lokal Tangerang Selatan memiliki kualitas dan nilai estetika tinggi yang berpotensi untuk bersaing hingga ke tingkat internasional.Komitmen Pemkot dan Penguatan Industri KreatifPemkot Tangsel berkomitmen untuk terus memfasilitasi serta mendampingi para perajin dan desainer batik lokal. Upaya pendampingan tersebut dilakukan melalui penguatan branding, fasilitasi pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), hingga perluasan jangkauan promosi digital agar batik Tangsel semakin dikenal luas.“Harapannya banyak para desainer-desainer muda, banyak pelaku ekonomi kreatif yang tumbuh di Tangerang Selatan dan di nasional bisa mengembangkan potensi yang kalian punya. Memang dimulai dari step yang paling kecil yaitu tingkat lokal. Act locally, think globally,” ucapnya.Selain itu, Pilar berharap melalui Sayembara Batik Tangsel dapat lahir karya-karya orisinal yang sarat akan makna sejarah, filosofi, serta kearifan lokal. Pertumbuhan ekonomi kreatif di sektor perbatikan juga diyakini akan memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan pelaku UMKM di Tangerang Selatan.Penyerahan Penghargaan kepada PemenangPada akhir rangkaian acara Grand Final Sayembara Batik Tangsel, Wakil Wali Kota menyerahkan penghargaan dan hadiah secara langsung kepada para pemenang. Beliau juga berpesan kepada para desainer muda untuk terus mengeksplorasi ide-ide kreatif dan tidak cepat berpuas diri demi membawa nama baik Kota Tangerang Selatan di industri fashion global.Sumber: Pemerintah Kota Tangerang Selatan Informasi resmi: berita.tangerangselatankota.go.id

31 Aug 2026
Daerah

Aktivis Mahasiswa Mandailing Natal di Jakarta Desak Kapolres Madina Penanganan Tegas Kasus Travel Umrah

JAKARTA, BungkasNews — Aktivis mahasiswa asal Mandailing Natal (Madina) yang berada di Jakarta, Muhammad Nehru Lubis (Bung Lubis), mendesak aparat penegak hukum dan pemerintah memberikan perhatian serius terhadap kasus dugaan penipuan dan penelantaran calon jemaah umrah asal Kabupaten Mandailing Natal.Desakan tersebut disampaikan setelah puluhan calon jemaah umrah asal Madina diduga mengalami kegagalan keberangkatan ke Tanah Suci setelah menggunakan jasa Travel Sultan Andalus Haramain (SAH).Berdasarkan pemberitaan sejumlah media, di antaranya Tribun Medan, RRI, dan GoSumut, sekitar 30 calon jemaah asal Madina sebelumnya berangkat menuju Medan pada Minggu (16/8/2026), dengan harapan dapat melanjutkan perjalanan menuju Tanah Suci sesuai jadwal. Namun, rencana keberangkatan pada Selasa (18/8/2026) tidak terlaksana.Para calon jemaah kemudian dilaporkan sempat mengalami ketidakpastian terkait keberangkatan dan harus menunggu kejelasan dari pihak penyelenggara. Persoalan tersebut selanjutnya berlanjut ke proses pengaduan dan pelaporan kepada kepolisian.Bung Lubis menilai persoalan ini tidak boleh hanya dipandang sebagai persoalan bisnis antara calon jemaah dan penyelenggara perjalanan. Menurutnya, persoalan tersebut menyangkut hak masyarakat untuk memperoleh kepastian, perlindungan, dan pelayanan yang layak dalam menjalankan ibadah.“Kami meminta aparat penegak hukum mengusut persoalan ini secara transparan, profesional, dan menyeluruh. Jika dalam proses hukum nantinya ditemukan unsur pidana, siapa pun yang terbukti bertanggung jawab harus diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ujar Bung Lubis.Minta Hak Jemaah DiprioritaskanBung Lubis juga meminta agar hak-hak para calon jemaah menjadi prioritas dalam penanganan persoalan tersebut. Kejelasan mengenai dana yang telah disetorkan, status keberangkatan, serta mekanisme pengembalian dana apabila perjalanan tidak dapat dilaksanakan harus segera diberikan kepada para jemaah dan keluarga.Selain itu, pemerintah diminta memperketat pengawasan terhadap penyelenggara perjalanan ibadah umrah guna mencegah terulangnya kasus serupa.Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Mandailing Natal sebelumnya telah melakukan pendampingan terhadap sejumlah jemaah dalam menyampaikan pengaduan dan laporan ke Polres Mandailing Natal pada Jumat (21/8/2026).Kemenhaj Madina juga telah melakukan inspeksi mendadak terhadap sejumlah travel sebagai bagian dari upaya pengawasan terhadap Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU). Pemeriksaan tersebut mencakup administrasi, legalitas dan perizinan, data jemaah, rencana keberangkatan, hingga pelayanan kepada jemaah.Bahkan, Kemenhaj Madina menyatakan masih terdapat 14 travel lainnya yang akan dimonitor secara bertahap.Desak Kapolres Madina BertindakAktivis mahasiswa Mandailing Natal di Jakarta secara khusus mendesak Kapolres Mandailing Natal memastikan laporan para calon jemaah ditangani secara serius dan profesional.Bung Lubis meminta proses penyelidikan dilakukan secara menyeluruh dan tidak berhenti pada pemeriksaan awal. Apabila ditemukan bukti yang mengarah pada tindak pidana, aparat diminta mengambil langkah hukum terhadap pihak-pihak yang terbukti bertanggung jawab.“Kami tidak ingin masyarakat Madina yang memiliki niat beribadah justru menjadi korban. Penegakan hukum harus memberikan kepastian kepada para jemaah. Jangan sampai laporan ini berhenti tanpa kejelasan. Kami meminta Kapolres Madina menunjukkan langkah konkret dalam menangani persoalan ini,” tegas Bung Lubis.Ia juga menekankan pentingnya keterbukaan dalam penanganan perkara, termasuk memberikan informasi mengenai perkembangan proses hukum kepada para jemaah dan keluarga.Menurut Bung Lubis, kasus tersebut harus menjadi evaluasi bersama agar masyarakat semakin berhati-hati dalam memilih travel umrah. Calon jemaah perlu memastikan legalitas dan izin penyelenggara, rekam jejak travel, kontrak perjalanan, fasilitas yang dijanjikan, serta mekanisme pembayaran sebelum menyerahkan dana."Kami mengapresiasi langkah awal Polres Madina yang telah menerima laporan para jemaah. Namun, proses tersebut jangan berhenti pada pemeriksaan awal. Kami meminta penyelidikan dilakukan secara menyeluruh, transparan, dan profesional. Apabila ditemukan bukti yang mengarah pada tindak pidana, pihak yang terbukti bertanggung jawab harus diproses sesuai hukum,” tegas Bung Lubis.

24 Aug 2026
Daerah

Jembatan Tak Layak Dilalui, Warga Desa Aek Mata Desak Pemerintah Segera Perbaiki

Mandailing Natal, Bungkasnews — Kondisi jembatan penghubung di Desa Aek Mata, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal,Provinsi Sumatera Utara kembali menjadi perhatian masyarakat. Jembatan yang menjadi akses penting warga menuju Kota Panyabungan tersebut dinilai sudah tidak layak dilalui dan membutuhkan penanganan serius dari pemerintah.Ironisnya, meski berada di wilayah Kecamatan Panyabungan kota dan menjadi salah satu akses masyarakat menuju pusat Kota Panyabungan, kondisi jembatan tersebut hingga kini masih harus mendapat perhatian dari masyarakat sendiri. Warga mengaku telah beberapa kali melakukan perbaikan secara swadaya untuk menjaga agar jembatan tetap dapat digunakan.“Dari desa sudah beberapa kali kami perbaiki dengan swadaya. Namun ini merupakan akses utama masyarakat menuju Kota Panyabungan. Apalagi status jalannya merupakan jalan kabupaten, sehingga kami berharap pemerintah dapat mengambil langkah untuk melakukan perbaikan secara permanen,” ungkap warga.Kondisi ini menjadi sorotan karena jembatan tersebut bukan sekadar akses bagi warga Desa Aek Mata, tetapi juga menjadi jalur yang mendukung aktivitas masyarakat menuju Kota Panyabungan. Kerusakan jembatan berpotensi mengganggu mobilitas warga serta membahayakan keselamatan pengguna jalan.Kondisi jembatan desa Aek Mata Kec.Panyabungan Kab. Mandailing NatalWarga mempertanyakan sampai kapan masyarakat harus mengandalkan perbaikan secara swadaya untuk mempertahankan akses yang berstatus sebagai jalan kabupaten. Menurut warga, kemampuan masyarakat untuk melakukan perbaikan mandiri tentu terbatas, sementara kebutuhan terhadap jembatan yang aman dan layak merupakan kepentingan bersama.Momentum HUT RI ke-81Di tengah momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, warga Desa Aek Mata berharap semangat kemerdekaan tidak hanya dirayakan melalui berbagai kegiatan seremonial, tetapi juga diwujudkan melalui pemerataan pembangunan dan perhatian terhadap kebutuhan dasar masyarakat.Bagi warga, kemerdekaan juga berarti dapat menikmati infrastruktur yang aman dan layak, termasuk akses jalan dan jembatan yang menjadi urat nadi kehidupan masyarakat desa.Masyarakat berharap pemerintah daerah tidak hanya melihat pembangunan dari pusat kota, tetapi juga memberikan perhatian terhadap infrastruktur di desa-desa yang menjadi bagian dari wilayah Kecamatan Panyabungan.Kondisi jembatan desa Aek Mata Kec.Panyabungan Kab. Mandailing NatalWarga Desa Aek Mata mendesak pemerintah terkait untuk turun langsung meninjau kondisi jembatan dan segera merealisasikan perbaikan yang lebih permanen.Di usia 81 tahun kemerdekaan Indonesia, warga berharap pembangunan benar-benar dirasakan hingga ke pelosok desa. Jangan sampai masyarakat harus menunggu terjadi kecelakaan atau korban terlebih dahulu baru infrastruktur tersebut mendapat perhatian.

19 Aug 2026