Bungkas News

Hasil Pencarian untuk: "kecelakaan"

Ditemukan 5 berita.

Nasional

Anggota DPR Skeptis Penerapan E-Voting Bisa Diterapkan di Indonesia

Jakarta, Bungkasnews.com - Anggota Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia mengaku skeptis terhadap wacana penerapan sistem pemungutan suara secara elektronik (e-voting) dalam pemilu di Indonesia. "Saya sebetulnya kalau bicara tentang e-voting ini skeptis," kata Doli, dalam seminar bertajuk "Menakar Konstitualitas Penerapan E-Voting di Indonesia" yang disiarkan secara daring, Senin (14/9/2026).Ia mengungkapkan, ada empat syarat e-voting bisa diterapkan di Indonesia. Syarat pertama terkait dengan kesiapan infrastruktur fisik, khususnya jaringan internet dan pasokan listrik.Ia menyoroti ketimpangan fasilitas fisik di Indonesia yang belum merata hingga ke daerah-daerah. "Karena sampai sekarang, jangankan jaringan internet, di negara kita ini ada daerah yang listrik saja belum masuk, gitu, ya," ujar dia.Baca juga: Prabowo Lantik Suahasil Nazara Jadi Menteri KeuanganSyarat kedua yang menjadi sorotan adalah tingkat literasi digital masyarakat, baik secara fisik maupun secara mental. Menurut dia, pemanfaatan teknologi memerlukan kesiapan mental agar tidak disalahgunakan untuk hal-hal yang merugikan."Soal apakah kita semua khususnya masyarakat ini sudah melek digital atau tidak, melek elektronik atau tidak. Ya, melek elektronik ini bisa secara fisik maupun secara mental, gitu," tutur dia. Masalah keamanan (security) dan ancaman peretasan menjadi syarat ketiga yang dinilai sangat krusial. Ia mengingatkan bahwa risiko kebocoran data dan peretasan di Indonesia terbilang tinggi, serta biaya perawatan sistemnya mahal. "Ini kan selalu salah satu misalnya negara-negara yang tadi mundur itu kan satu karena memang rawan di-hack, rawan hacking dan kemudian biaya pemeliharaannya mahal," ujar dia.Baca juga: Kapal Virgo Kecelakaan, Basarnas Cari 130 OrangSyarat keempat berkaitan dengan penegakan hukum (law enforcement) dan komitmen kepatuhan masyarakat maupun para pemangku kepentingan terhadap aturan main yang berlaku. Secara aturan dasar, ia mengakui penerapan e-voting tidak melanggar konstitusi dan sangat memungkinkan secara hukum. Kendati demikian, efektivitas sistem tersebut kembali pada komitmen bersama serta tingkat literasi seluruh stakeholder terkait.

15 Sep 2026
Opini

Mahasiswa Zaman Sekarang Kok Pada Bisu Pas Diskusi? Katanya Sih Harus Radikal

Gue mau cerita satu fenomena yang menurut gue absurd tapi nyata banget: kelas Zoom, dosen udah capek-capek buka sesi diskusi, terus... hening. Krik. Kamera mati satu-satu kayak lomba siapa cepat logout duluan. Kolom chat sepi kayak nggak ada penghuninya. Ini kejadian pas gue ikut kelas Filsafat Ilmu bareng dosen, dan gue yakin banget ini bukan cuma di kelas gue doang hampir semua kelas online kayak gini nasibnya.Nah yang bikin gue mikir, ini bukan karena mahasiswa nggak punya isi kepala. Nggak mungkin lah, masa iya satu angkatan otaknya kosong semua. Yang ada tuh, di kepala mereka rame banget, cuma nggak berani ngeluarin. Takut salah. Takut dikira sok tau. Takut jadi bahan bercandaan di grup WA kelas abis Zoom kelar. Padahal justru pertanyaan yang keliatannya "receh" itu yang biasanya bikin diskusi jadi hidup.Ada satu quote dosen gue yang nempel banget, sampe kepikiran mulu:"Mahasiswa itu harus berpikir Radikal dan Universal" Baca juga : Prabowo Lantik Suahasil Nazara Jadi Menteri KeuanganNah kata "radikal" ini korban framing paling parah. Denger kata radikal, orang Indonesia refleksnya langsung mikir bom bunuh diri atau demo rusuh. Padahal aslinya, radikal itu dari bahasa Latin radix, yang artinya akar. Jadi berpikir radikal itu ya mikir sampe ke akar-akarnya masalah, bukan cuma modal nyinyir di permukaan terus merasa udah paling kritis se-Indonesia Raya.Nah ini nih titik lemah kita bersama, wahai mahasiswa. Cara mikir kita masih level "starter pack". Ketemu masalah dikit, udah puas cuma liat gejalanya doang, males banget gali ke bawah kenapa masalah ini muncul, siapa yang paling kena getahnya, sampe ke akar rumputnya kayak apa. Padahal justru itu inti belajar filsafat ilmu: biar otak nggak gampang gumoh cuma dikasih jawaban template.Tapi dosen gue nggak stop di situ doang, kalau cuma nyuruh radikal doang mah kesannya kita disuruh jadi provokator kelas. Beliau nambahin, "Kita sebagai mahasiswa PAI tidak boleh meninggalkan Al-Qur'an dan Hadis." Nah baru pas, ini. Buat gue, dua kalimat ini bukan saling tabrakan, malah saling gandengan tangan. Berpikir radikal dan universal bukan berarti kita jadi mahasiswa yang sok bebas nilai, ngerasa paling open-minded sejagat kampus terus lupa pegangan. Sebagai mahasiswa Pendidikan Agama Islam (PAI), ya emang kita kudu kritis, tapi kritisnya tetap balik ke Al-Qur'an dan Hadis, bukan jadi kritis yang malah nyasar ke mana-mana. Radikal versi ini bukan nyabut akar keimanan, tapi justru mendalami akar itu pake nalar yang lebih matang.Balik lagi ke soal takut ngomong tadi. Menurut gue, penyakit diem di kelas ini nggak bakal sembuh cuma modal dibahas sekali terus dilupain begitu Zoom di-end. Ini kudu jadi latihan rutin: berani nanya walau ada kemungkinan salah, berani gali masalah sampe akarnya walau bikin capek mikir, dan tetep inget buat balik ngerujuk ke Al-Qur'an dan Hadis biar nggak kebablasan.Baca juga : Kapal Virgo Kecelakaan, Basarnas Cari 130 OrangKalau mahasiswa PAI terus-terusan males mikir dalem dan minder buat angkat suara, ya jangan protes kalau ujung-ujungnya kita cuma jadi generasi hafal dalil doang tanpa paham konteksnya, atau sebaliknya, jago debat tapi ilmu agamanya cetek. Filsafat ilmu tuh, kalau bener-bener diresapin, sebenernya lagi ngajarin kita cara berani mikir radikal tanpa kehilangan pegangan.Jadi lain kali dosen buka sesi tanya jawab dan ada yang ganjel di kepala lo, mendingan langsung angkat tangan atau nyalain mic aja. Nggak usah takut keliatan bego. Justru dari momen "malu-maluin" itu, proses berpikir radikal dan universal beneran mulai kebentuk.Penulis: Ubay Barokah Mrp. Mahasiswa Pendidikan Agama Islam (PAI), menulis berdasarkan hasil pembelajaran mata kuliah Filsafat Ilmu bersama Dr. Latifatul Khasanah, MA, MHSE.

14 Sep 2026
Nasional

Kapal Virgo Kecelakaan, Basarnas Cari 130 Orang

Jakarta, Bungkasnews.com – Tim SAR masih berpacu dengan waktu mencari 130 orang yang belum ditemukan setelah Kapal Virgo Transport 8 mengalami kecelakaan di perairan Laut Jawa, Minggu (13/9/2026).Kapal tersebut diketahui sedang dalam perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin. Dalam perjalanan, kapal mengalami kecelakaan hingga membuat ratusan orang harus dievakuasi.Dilansir dari ANTARA, Basarnas saat ini memprioritaskan pencarian dan pertolongan terhadap 130 orang yang masih belum ditemukan.“Prioritas operasi diarahkan pada pencarian dan pertolongan terhadap 130 orang yang masih dalam pencarian,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin sekaligus SAR Mission Coordinator, I Putu Sudayana.Bawa 243 OrangKapal Virgo Transport 8 diketahui membawa total 243 orang. Dari jumlah tersebut, hingga laporan terbaru ANTARA, sebanyak 103 orang telah berhasil dievakuasi.Dari 103 orang yang dievakuasi, sebanyak 97 orang dinyatakan selamat, sementara enam orang meninggal dunia.Proses evakuasi dilakukan oleh sejumlah kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian.TB Mauhaw IX berhasil mengevakuasi 16 orang. Sebanyak 15 orang di antaranya selamat, sedangkan satu orang dinyatakan meninggal dunia.Kemudian TB TCP mengevakuasi 38 orang. Rinciannya, 33 orang selamat dan lima orang meninggal dunia.Sementara itu, MV Haida berhasil mengevakuasi 49 orang dan seluruhnya dilaporkan dalam kondisi selamat.Hilang Kontak Saat PerjalananKapal Virgo Transport 8 dilaporkan hilang kontak di perairan Laut Jawa sekitar pukul 02.00 Wita pada Minggu (13/9/2026).Sebelumnya, kapal tersebut berangkat dari Surabaya menuju Banjarmasin pada Sabtu (12/9/2026).Setelah laporan kecelakaan diterima, Basarnas langsung memperkuat operasi pencarian dan pertolongan. Tim SAR gabungan dikerahkan untuk mencari para penumpang dan awak kapal yang belum ditemukan.Pencarian Terus DilakukanPencarian terhadap 130 orang yang belum ditemukan menjadi prioritas utama tim SAR. Operasi dilakukan dengan mengerahkan sejumlah unsur pencarian, termasuk kapal dan dukungan udara.Besarnya jumlah orang yang masih dalam pencarian membuat operasi SAR terus diperkuat. Tim di lapangan berupaya menemukan keberadaan para korban sekaligus memberikan pertolongan kepada mereka yang berhasil ditemukan.Basarnas juga terus melakukan koordinasi dengan unsur terkait agar proses pencarian dan evakuasi dapat berjalan maksimal.Untuk saat ini, perhatian utama tim SAR adalah menemukan 130 orang yang masih dalam pencarian dan memastikan seluruh korban mendapatkan pertolongan.Kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 ini menjadi perhatian karena kapal membawa ratusan orang dalam perjalanan Surabaya-Banjarmasin. Operasi pencarian dan pertolongan masih berlangsung dan perkembangan jumlah korban dapat berubah seiring proses evakuasi di lapangan.Sumber: ANTARA, 13 September 2026.

13 Sep 2026
Terkini

Tragis, Pasutri Tewas Saat Antar Jenazah Anak di Tol Batang

Batang, Bungkasnews — Perjalanan sebuah keluarga untuk mengantarkan jenazah anak ke tempat pemakaman berakhir tragis. Pasangan suami istri yang ikut dalam rombongan tersebut meninggal dunia setelah ambulans yang membawa jenazah mengalami kecelakaan di Tol Batang-Semarang, Jawa Tengah.Kecelakaan terjadi pada Rabu (19/8/2026) sekitar pukul 00.46 WIB di KM 379+900 jalur A, wilayah Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang. Kecelakaan tersebut melibatkan empat kendaraan, yakni sebuah ambulans, truk Hino, Toyota Innova, dan Toyota Avanza.Berdasarkan keterangan kepolisian yang diberitakan detikJateng, kecelakaan bermula ketika ambulans berusaha menyalip truk dari sisi kanan. Ambulans kemudian menabrak bagian belakang samping kanan truk hingga oleng dan menghantam kendaraan lain yang berada dalam rombongan pengantar jenazah.Akibat kecelakaan tersebut, tiga penumpang ambulans meninggal dunia. Dua di antaranya merupakan pasangan suami istri, Mulyana dan Giyanti, sementara satu korban lainnya adalah asisten sopir ambulans, Tekat Suyanto.Yang membuat peristiwa ini semakin memilukan, Mulyana dan Giyanti diketahui sedang berada di dalam ambulans untuk mendampingi jenazah anak mereka, Vicky Tio Prasetyo, yang hendak dibawa ke Jepara untuk dimakamkan.Sementara itu, polisi masih melakukan penyelidikan terhadap kecelakaan tersebut. Sopir ambulans juga masih menjalani pemeriksaan dan hingga laporan tersebut diterbitkan belum ditetapkan sebagai tersangka.Jenazah para korban kemudian diserahkan kepada keluarga. Jenazah Giyanti dan anaknya, Vicky, direncanakan dimakamkan di Jepara, sedangkan Mulyana dimakamkan di Cengkareng, Jakarta.

20 Aug 2026
Daerah

Jembatan Tak Layak Dilalui, Warga Desa Aek Mata Desak Pemerintah Segera Perbaiki

Mandailing Natal, Bungkasnews — Kondisi jembatan penghubung di Desa Aek Mata, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal,Provinsi Sumatera Utara kembali menjadi perhatian masyarakat. Jembatan yang menjadi akses penting warga menuju Kota Panyabungan tersebut dinilai sudah tidak layak dilalui dan membutuhkan penanganan serius dari pemerintah.Ironisnya, meski berada di wilayah Kecamatan Panyabungan kota dan menjadi salah satu akses masyarakat menuju pusat Kota Panyabungan, kondisi jembatan tersebut hingga kini masih harus mendapat perhatian dari masyarakat sendiri. Warga mengaku telah beberapa kali melakukan perbaikan secara swadaya untuk menjaga agar jembatan tetap dapat digunakan.“Dari desa sudah beberapa kali kami perbaiki dengan swadaya. Namun ini merupakan akses utama masyarakat menuju Kota Panyabungan. Apalagi status jalannya merupakan jalan kabupaten, sehingga kami berharap pemerintah dapat mengambil langkah untuk melakukan perbaikan secara permanen,” ungkap warga.Kondisi ini menjadi sorotan karena jembatan tersebut bukan sekadar akses bagi warga Desa Aek Mata, tetapi juga menjadi jalur yang mendukung aktivitas masyarakat menuju Kota Panyabungan. Kerusakan jembatan berpotensi mengganggu mobilitas warga serta membahayakan keselamatan pengguna jalan.Kondisi jembatan desa Aek Mata Kec.Panyabungan Kab. Mandailing NatalWarga mempertanyakan sampai kapan masyarakat harus mengandalkan perbaikan secara swadaya untuk mempertahankan akses yang berstatus sebagai jalan kabupaten. Menurut warga, kemampuan masyarakat untuk melakukan perbaikan mandiri tentu terbatas, sementara kebutuhan terhadap jembatan yang aman dan layak merupakan kepentingan bersama.Momentum HUT RI ke-81Di tengah momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, warga Desa Aek Mata berharap semangat kemerdekaan tidak hanya dirayakan melalui berbagai kegiatan seremonial, tetapi juga diwujudkan melalui pemerataan pembangunan dan perhatian terhadap kebutuhan dasar masyarakat.Bagi warga, kemerdekaan juga berarti dapat menikmati infrastruktur yang aman dan layak, termasuk akses jalan dan jembatan yang menjadi urat nadi kehidupan masyarakat desa.Masyarakat berharap pemerintah daerah tidak hanya melihat pembangunan dari pusat kota, tetapi juga memberikan perhatian terhadap infrastruktur di desa-desa yang menjadi bagian dari wilayah Kecamatan Panyabungan.Kondisi jembatan desa Aek Mata Kec.Panyabungan Kab. Mandailing NatalWarga Desa Aek Mata mendesak pemerintah terkait untuk turun langsung meninjau kondisi jembatan dan segera merealisasikan perbaikan yang lebih permanen.Di usia 81 tahun kemerdekaan Indonesia, warga berharap pembangunan benar-benar dirasakan hingga ke pelosok desa. Jangan sampai masyarakat harus menunggu terjadi kecelakaan atau korban terlebih dahulu baru infrastruktur tersebut mendapat perhatian.

19 Aug 2026