Bungkas News

Hasil Pencarian untuk: "israel"

Ditemukan 3 berita.

Nasional

Doli Kurnia: Tak Ada Perdamaian Dunia Tanpa Palestina Merdeka

Jakarta, Bungkasnews.com - Ketua Kaukus Parlemen untuk Perdamaian Dunia (World Peace Parliamentary Caucus/WPPC) DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung menegaskan komitmen DPR RI untuk terus memperjuangkan kemerdekaan Palestina melalui jalur diplomasi parlemen.Penegasan tersebut disampaikan Doli seusai menerima audiensi dan melakukan diskusi strategis bersama perwakilan Global Coalition for Quds and Palestine (GCQP) di Ruang Diplomasi Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP), Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Rabu (16/9/2026).Doli mengatakan, pertemuan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kerja sama yang telah beberapa kali dilakukan DPR RI bersama organisasi internasional yang memiliki perhatian terhadap persoalan Palestina.Ia menyebut, Indonesia sebelumnya juga telah dipercaya menjadi tuan rumah sekaligus lokasi kantor pusat (headquarter) Asia Pacific Coalition for Al-Quds and Palestine (APCQP).“Alhamdulillah, sekaligus saya berterima kasih kepada bapak-bapak di Majelis Ulama Indonesia. Begitu MUI mengetahui bahwa DPR sekarang bersama teman-teman membentuk Kaukus Parlemen untuk Perdamaian Dunia, mereka sangat aktif menyambungkan komunikasi dan silaturahmi kita dengan masyarakat maupun pimpinan-pimpinan di Palestina. Ini sudah yang kelima kali kita melakukan kegiatan bersama di DPR,” ujar Doli.Baca juga: Israel dan Maroko Sepakat Buka Kedutaan, Tingkatkan Hubungan DiplomatikDalam audiensi tersebut, delegasi GCQP yang berasal dari Palestina menyampaikan perkembangan situasi terkini di Gaza. Mereka menggambarkan kondisi kemanusiaan yang masih memprihatinkan akibat konflik yang berkepanjangan.“Hari ini kita menerima kunjungan anggota Global Coalition for Quds and Palestine. Ada dua orang perwakilan yang datang dari Palestina. Mereka menyampaikan situasi di Palestina, khususnya di Gaza, yang sampai sekarang masih belum kondusif. Masih terus terjadi genosida, pembunuhan anak kecil, perempuan, dan seterusnya,” ungkap politikus Fraksi Partai Golkar tersebut.Selain menyampaikan kondisi di lapangan, delegasi GCQP mengusulkan agar Indonesia memiliki komite khusus di parlemen yang menangani isu Palestina. Usulan tersebut, menurut mereka, dapat merujuk pada praktik di sejumlah negara, salah satunya Turki.Menanggapi usulan itu, Doli menjelaskan bahwa meskipun DPR RI belum memiliki komisi khusus yang menangani Palestina, komitmen terhadap isu tersebut telah diwujudkan melalui keberadaan Kaukus Parlemen untuk Perdamaian Dunia yang bekerja sama dengan BKSAP.“Walaupun secara formal di DPR tidak ada komisi yang mengurusi soal itu, tetapi kehadiran Kaukus Parlemen untuk Perdamaian Dunia merupakan bagian dari komitmen DPR bersama BKSAP terhadap isu-isu Palestina. Ini menegaskan sekali lagi bahwa Indonesia, baik pemerintah maupun DPR, selalu berkomitmen untuk terus bersama-sama memperjuangkan Palestina menjadi negara yang berdaulat dan merdeka,” tegasnya.Baca juga: Survei Kedua, Brimob Batalyon C Tegaskan Komitmen Bangun Jembatan Utama Aek MataDorong Kajian Regulasi Boikot Produk Terkait IsraelDalam pertemuan tersebut, GCQP juga mengusulkan agar Indonesia memiliki regulasi mengenai penolakan atau boikot terhadap produk-produk yang berkaitan dengan Israel.Doli mengatakan, usulan tersebut dapat menjadi bahan kajian dengan mempelajari regulasi serupa yang telah diterapkan di sejumlah negara, termasuk Inggris dan Irlandia.“Saya minta nanti kalau sudah ada salinan undang-undang yang sekarang diberlakukan di Inggris dan Irlandia itu bisa kita pelajari, bisa kita sosialisasikan, dan kita minta tanggapan dari masyarakat Indonesia, termasuk nanti kalau memang memungkinkan dibahas lebih lanjut di tingkat pemerintah maupun DPR,” jelasnya.Meski demikian, Doli menekankan bahwa setiap pembentukan undang-undang harus mengikuti mekanisme konstitusional serta melalui proses penyerapan aspirasi masyarakat.“Undang-undang itu adalah kesepakatan antara pemerintah dan rakyat Indonesia. Tentu prosesnya membutuhkan waktu, membutuhkan kesepakatan semua pihak, baik pemerintah maupun DPR. DPR juga harus menyerap aspirasi masyarakat Indonesia terlebih dahulu,” katanya.Palestina dan Amanat KonstitusiDoli menegaskan bahwa dukungan Indonesia terhadap perjuangan Palestina tidak semata-mata didasarkan pada hubungan historis antara kedua bangsa, tetapi juga merupakan bagian dari amanat konstitusi dan kepedulian terhadap nilai-nilai kemanusiaan.“Kita harus dukung perjuangan kemerdekaan Palestina. Pertama, karena Palestina adalah salah satu negara yang sejak awal memberikan dukungan terhadap kemerdekaan Indonesia. Kedua, ini adalah perjuangan kemanusiaan. Kita tidak boleh membiarkan di belahan dunia mana pun ada masyarakat yang terus-menerus menderita akibat penjajahan, apalagi genosida,” tuturnya.Menurut Doli, cita-cita mewujudkan perdamaian dunia belum dapat dikatakan tercapai selama Palestina belum memperoleh kemerdekaan sebagai negara yang berdaulat.“Saya sering mengatakan, kita boleh melihat perang berhenti di belahan dunia mana pun, tetapi selama Palestina belum menjadi negara yang berdaulat, saya kira kita tidak bisa menyimpulkan bahwa perdamaian dunia telah terwujud. Karena itu, perjuangan kemerdekaan Palestina tidak boleh berhenti,” pungkasnya.

17 Sep 2026
Internasional

Israel dan Maroko Sepakat Buka Kedutaan, Tingkatkan Hubungan Diplomatik

Bungkasnews.com - Israel dan Maroko resmi menyepakati peningkatan status hubungan diplomatik kedua negara, termasuk mengubah status kantor perwakilan masing-masing menjadi kedutaan besar penuh serta menunjuk duta besar untuk kedua negara.Kesepakatan ini dicapai dalam pertemuan antara Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar dan Menteri Luar Negeri Maroko Nasser Bourita, yang difasilitasi oleh Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB, Mike Waltz, di New York Rabu, 16 September 2026.Baca juga: Mahasiswa Aek Mata di Jakarta Apresiasi Komitmen Brimob Bangun Jembatan Utama penghubung desaSelain soal status diplomatik, kedua negara juga sepakat mendorong hubungan ekonomi dan perdagangan, termasuk menargetkan penyelesaian dua perjanjian terkait perlindungan investasi dan penghindaran pajak berganda pada akhir tahun ini.Misi AS untuk PBB, dalam pernyataan bersama atas nama ketiga negara, menyebut bahwa terbentuknya hubungan diplomatik, damai, dan bersahabat secara penuh antara Maroko dan Israel merupakan kepentingan bersama kedua negara sekaligus akan memajukan tujuan perdamaian.Kedua pihak turut sepakat memperluas konektivitas udara, termasuk mengaktifkan kembali penerbangan langsung yang dioperasikan maskapai dari kedua negara, serta memastikan rencana kunjungan bilateral tingkat tinggi dalam beberapa bulan mendatang.Baca juga: Survei Kedua, Brimob Batalyon C Tegaskan Komitmen Bangun Jembatan Utama Aek MataPengumuman ini muncul sehari setelah peringatan enam tahun Abraham Accords, inisiatif yang digagas Presiden AS Donald Trump pada masa jabatan pertamanya. Sejauh ini, Uni Emirat Arab, Bahrain, Maroko, Sudan, dan Kazakhstan telah bergabung dalam kesepakatan yang bertujuan menormalisasi hubungan antara negara-negara Arab dan mayoritas Muslim dengan Israel tersebut.Sumber: Al Jazeera

17 Sep 2026
Internasional

Banjir Bhote Koshi, 668 Turis dari 34 Negara Hilang Kontak

KATHMANDU, BungkasNews — Sebanyak 668 wisatawan dari 34 negara kehilangan kontak setelah banjir besar melanda Sungai Bhote Koshi, Nepal, pada Rabu (26/8/2026). Hingga Kamis, tim penyelamat masih melakukan pencarian di sejumlah wilayah yang terdampak bencana.Dilansir dari Nepal News, data tersebut disampaikan Departemen Pariwisata di bawah Kementerian Kebudayaan, Pariwisata dan Penerbangan Sipil Nepal pada Kamis sore. Dari 668 wisatawan yang belum dapat dihubungi, sebanyak 341 merupakan laki-laki dan 327 perempuan.Dari jumlah tersebut, 541 orang merupakan warga negara asing, yang sebagian besar sedang melakukan perjalanan trekking. Sementara itu, 127 orang lainnya merupakan warga Nepal.Banjir besar yang menerjang Sungai Bhote Koshi terjadi pada Rabu pagi. Sejak saat itu, kontak dengan ratusan wisatawan tersebut dilaporkan terputus.Warga India Terbanyak Belum TerhubungWarga negara India menjadi kelompok terbesar di antara wisatawan yang belum berhasil dihubungi, dengan jumlah mencapai 178 orang.Selain itu, terdapat 65 warga Amerika Serikat, 53 warga Ukraina, 51 warga Malaysia, 35 warga Australia, 33 warga Inggris, 25 warga Kanada, dan 24 warga China yang juga masih belum dapat dihubungi.Wisatawan dari sejumlah negara lainnya turut tercatat dalam daftar tersebut, antara lain Singapura, Rusia, Jerman, Afrika Selatan, Latvia, Jepang, Selandia Baru, Prancis, Spanyol, Belgia, Irlandia, Belanda, Portugal, Kazakhstan, Italia, Bulgaria, Swiss, Serbia, Swedia, Filipina, Lithuania, Israel, Hungaria, Finlandia, dan Belarus.Para wisatawan tersebut diketahui melakukan perjalanan untuk kegiatan trekking maupun wisata melalui sejumlah agen perjalanan. Departemen Pariwisata Nepal telah merilis nama-nama wisatawan yang masih belum berhasil dihubungi setelah kehilangan kontak sejak banjir terjadi.Pencarian Menghadapi Medan SulitUpaya pencarian dan penyelamatan terus dilakukan pemerintah Nepal. Tim penyelamat telah dikerahkan sejak Rabu, tetapi kondisi medan yang sulit membuat petugas belum dapat menjangkau seluruh lokasi yang terdampak.Selain pencarian melalui jalur darat, operasi udara menggunakan helikopter juga dilakukan untuk membantu menemukan wisatawan yang masih belum diketahui keberadaannya.Kondisi geografis wilayah terdampak menjadi salah satu tantangan utama dalam proses pencarian. Tim penyelamat harus bekerja di tengah kawasan yang terdampak banjir besar serta kerusakan akibat bencana.Pemerintah Nepal masih berupaya memperoleh informasi mengenai keberadaan para wisatawan yang kehilangan kontak tersebut. Proses pencarian juga dilakukan untuk memastikan kondisi dan keselamatan mereka.Banjir Bhote Koshi Berdampak pada PariwisataBencana banjir Bhote Koshi juga memberikan dampak terhadap sektor pariwisata Nepal. Sunil Sharma, juru bicara Nepal Tourism Board, mengatakan bencana tersebut memberikan dampak besar terhadap industri pariwisata.Menurutnya, bencana yang berulang dapat memberikan tekanan serius terhadap sektor pariwisata Nepal dalam jangka panjang.Kondisi tersebut menjadi perhatian karena trekking dan wisata alam merupakan bagian penting dari aktivitas pariwisata Nepal. Banyak wisatawan mancanegara datang ke negara tersebut untuk menikmati kawasan pegunungan dan melakukan perjalanan trekking.Banjir besar yang terjadi di wilayah Bhote Koshi kini tidak hanya menjadi persoalan keselamatan wisatawan, tetapi juga berpotensi memengaruhi kepercayaan wisatawan terhadap keamanan destinasi wisata Nepal.Hingga laporan ini diterbitkan, proses pencarian terhadap 668 wisatawan yang kehilangan kontak masih berlangsung. Pemerintah dan tim penyelamat terus melakukan berbagai upaya untuk menemukan mereka di tengah kondisi medan yang sulit.Sumber: Nepal News

28 Aug 2026