Bungkas News

Hasil Pencarian untuk: "dunia"

Ditemukan 20 berita.

Terkini

Lamhot Sinaga: Untirta Punya Peran Strategis Menyiapkan SDM Unggul dari Banten untuk Indonesia

Jakarta, Bungkasnews.com — Ketua Ikatan Alumni Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (IKA Untirta) yang juga Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Lamhot Sinaga, menyampaikan ucapan selamat atas peringatan Dies Natalis ke-45 Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta).Lamhot berharap momentum 45 tahun perjalanan Untirta tidak hanya menjadi perayaan atas capaian yang telah diraih, tetapi juga menjadi titik tolak untuk memperkuat kontribusi perguruan tinggi bagi masyarakat, pembangunan Banten, dan kemajuan Indonesia."Selamat Dies Natalis ke-45 untuk Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh civitas akademika Untirta yang selama ini telah menjaga dan mengembangkan tradisi akademik, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta inovasi," kata Lamhot dalam keterangannya, Jumat (25/9/2026).Menurut Lamhot, usia 45 tahun merupakan perjalanan panjang yang menunjukkan bahwa Untirta telah menjadi bagian penting dari perkembangan pendidikan tinggi di Banten.Karena itu, ia berharap Untirta tidak berhenti pada pencapaian institusional, tetapi terus memperluas kontribusinya sehingga keberadaan kampus benar-benar dirasakan oleh masyarakat."Perguruan tinggi tidak boleh hanya menjadi ruang untuk menghasilkan lulusan. Kampus harus menjadi pusat pengetahuan, pusat inovasi, sekaligus mitra strategis masyarakat dan pemerintah dalam menjawab berbagai persoalan pembangunan," ujar Lamhot.Ia mengatakan, posisi Untirta menjadi semakin penting karena Banten merupakan salah satu provinsi dengan dinamika ekonomi yang sangat besar. Perkembangan industri, perdagangan, jasa, pariwisata, ekonomi kreatif, hingga transformasi digital membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi sekaligus kemampuan beradaptasi.Dalam konteks tersebut, menurut Lamhot, Untirta memiliki peluang besar untuk menjadi garda terdepan pendidikan tinggi di Banten yang berdampak bagi kesejahteraan masyarakat dan perekonomian nasional."Untirta harus menjadi salah satu lokomotif utama peningkatan kualitas sumber daya manusia di Banten. Kampus ini harus mampu membaca perubahan zaman dan menyiapkan lulusan yang tidak hanya siap masuk dunia kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan," katanya.Lamhot menilai hubungan antara pendidikan tinggi dan pertumbuhan ekonomi tidak dapat dipisahkan. Kualitas pendidikan akan menentukan kualitas tenaga kerja, sementara kualitas tenaga kerja akan memengaruhi produktivitas dan daya saing ekonomi suatu daerah.Karena itu, ia berharap pengembangan Untirta ke depan semakin diarahkan pada penguatan riset, inovasi, kewirausahaan, teknologi, dan kolaborasi dengan dunia industri."Kalau kita ingin ekonomi tumbuh secara berkelanjutan, maka fondasinya adalah manusia. Kita membutuhkan manusia yang terdidik, memiliki keterampilan, mampu berinovasi, dan mempunyai keberanian untuk menciptakan sesuatu yang baru," ujar Lamhot.Ia juga mendorong agar hasil penelitian dan inovasi yang lahir dari lingkungan Untirta tidak berhenti di ruang-ruang akademik. Pengetahuan yang dihasilkan perguruan tinggi, kata dia, perlu diterjemahkan menjadi solusi yang dapat digunakan masyarakat dan dunia usaha.Menurut Lamhot, kampus memiliki posisi strategis sebagai jembatan antara ilmu pengetahuan, kebutuhan masyarakat, dan perkembangan industri."Riset harus memiliki kebermanfaatan. Inovasi harus bisa menjawab kebutuhan masyarakat. Dan pendidikan harus memiliki keterhubungan dengan realitas ekonomi yang dihadapi masyarakat," katanya.Dalam pandangannya, tantangan perguruan tinggi ke depan juga semakin kompleks. Perkembangan kecerdasan artifisial, otomasi, ekonomi digital, perubahan struktur industri, serta kebutuhan terhadap pekerjaan berbasis pengetahuan akan mengubah peta kompetensi tenaga kerja.Karena itu, Untirta perlu terus memperkuat ekosistem pembelajaran yang adaptif agar mahasiswa memiliki kemampuan akademik sekaligus keterampilan yang relevan dengan perubahan dunia kerja."Mahasiswa Untirta harus dipersiapkan bukan hanya untuk menghadapi dunia hari ini, tetapi juga dunia sepuluh atau dua puluh tahun ke depan. Karena itu, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, teknologi, kewirausahaan, dan karakter harus berjalan bersama," ujar Lamhot.Lamhot juga menekankan pentingnya memperkuat hubungan antara Untirta dan para alumninya. Menurut dia, alumni merupakan bagian dari ekosistem perguruan tinggi yang dapat memberikan kontribusi melalui pengalaman profesional, jejaring, mentoring, kerja sama, maupun dukungan terhadap pengembangan kampus.Sebagai Ketua IKA Untirta, Lamhot mengatakan bahwa organisasi alumni memiliki tanggung jawab untuk ikut memperkuat hubungan antara kampus dan dunia profesional."IKA Untirta harus menjadi jembatan yang mempertemukan potensi kampus dengan pengalaman para alumni. Kita ingin alumni tidak hanya datang ketika ada acara seremonial, tetapi juga hadir dalam pengembangan pendidikan, penelitian, kewirausahaan, jejaring industri, dan pengabdian kepada masyarakat," katanya.Ia berharap sinergi antara civitas akademika, alumni, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dapat semakin diperkuat. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar perguruan tinggi tidak berjalan sendiri dalam menghadapi tantangan pembangunan.Lamhot mengatakan, pembangunan pendidikan pada akhirnya bukan hanya mengenai pembangunan gedung, peningkatan jumlah mahasiswa, atau bertambahnya program studi. Lebih dari itu, pembangunan pendidikan harus tercermin dari kemampuan sebuah perguruan tinggi menghasilkan manusia dan pengetahuan yang memberikan dampak nyata."Ukuran keberhasilan perguruan tinggi bukan hanya seberapa besar institusinya berkembang, tetapi seberapa besar kontribusinya terhadap masyarakat dan bangsa," ujar dia.Dalam konteks Banten, Lamhot berharap Untirta dapat menjadi pusat pengembangan gagasan dan inovasi yang mampu memperkuat daya saing daerah. Kampus diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap berbagai sektor strategis, mulai dari industri, ekonomi kreatif,UMKM, teknologi, lingkungan, hingga pengembangan masyarakat.Ia juga berharap lulusan Untirta dapat menjadi bagian dari kekuatan ekonomi baru di Banten dan berdampak secara nasional. Tidak seluruh lulusan harus berorientasi menjadi pencari kerja, tetapi juga didorong menjadi pencipta lapangan kerja melalui kewirausahaan dan inovasi."Kalau setiap tahun lahir generasi muda yang memiliki kemampuan menciptakan usaha, mengembangkan teknologi, dan membangun inovasi, maka kampus secara tidak langsung ikut menciptakan mesin pertumbuhan ekonomi baru," kata Lamhot.Menurut dia, kontribusi tersebut pada akhirnya tidak hanya berdampak bagi Banten. Perguruan tinggi daerah yang mampu menghasilkan SDM berkualitas akan ikut memperkuat struktur sumber daya manusia Indonesia secara keseluruhan.Lamhot berharap perjalanan 45 tahun Untirta menjadi fondasi untuk memasuki fase baru yang lebih kuat. Ia mendorong seluruh civitas akademika menjaga budaya akademik sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan berbagai pemangku kepentingan."Selamat ulang tahun ke-45 untuk Untirta. Semoga semakin maju, semakin kuat, semakin terbuka terhadap inovasi, dan semakin besar kontribusinya bagi Banten dan Indonesia," ujar Lamhot.Ia menambahkan, IKA Untirta akan terus mendukung kemajuan almamater melalui berbagai bentuk kolaborasi yang memungkinkan. Menurut dia, kemajuan Untirta merupakan kepentingan bersama seluruh keluarga besar alumni."Sebagai alumni, tentu kami ingin melihat Untirta tumbuh menjadi perguruan tinggi yang semakin diperhitungkan. Tetapi yang paling penting adalah bagaimana kemajuan itu memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat," kata Lamhot.Lamhot yang dikenal sebagai mantan aktivist kampus dan kepemudaan di level nasional ini pun mengajak seluruh civitas akademika Untirta menjadikan Dies Natalis ke-45 sebagai momentum untuk memperkuat optimisme dan semangat pengabdian."Empat puluh lima tahun adalah perjalanan yang panjang, tetapi masa depan masih jauh lebih panjang. Mari kita jadikan momentum ini untuk membangun Untirta yang semakin unggul, inovatif, inklusif, dan memberikan dampak nyata bagi pembangunan bangsa," ujar dia.

26 Sep 2026
Terkini

Lamhot Sinaga Bekali Mahasiswa Golkar Internship Student, Dorong UMKM Naik Kelas dan Perkuat Ekonomi Nasional

Jakarta, BungkasNews.com — Anggota DPR RI sekaligus Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Lamhot Sinaga menjadi pemateri dalam kegiatan Golkar Internship Student pada 22 September 2026. Kegiatan tersebut diikuti oleh mahasiswa peserta program internship dengan mengangkat tema “Mendukung UMKM Naik Kelas dan Menopang Ekonomi Nasional.”Dalam kegiatan tersebut, Lamhot Sinaga memberikan pembekalan kepada para peserta mengenai pentingnya penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai salah satu bagian dari aktivitas perekonomian nasional.Salah satu materi yang disampaikan berkaitan dengan Nomor Induk Berusaha (NIB). Para peserta diperkenalkan dengan pentingnya legalitas bagi pelaku usaha, termasuk informasi mengenai kemudahan memperoleh NIB secara gratis melalui sistem perizinan berusaha yang disediakan pemerintah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.Selain persoalan legalitas usaha, Lamhot juga membahas Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai salah satu skema pembiayaan yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku UMKM yang memenuhi persyaratan. Materi tersebut memberikan gambaran kepada peserta mengenai pentingnya akses permodalan dalam mendukung pengembangan usaha masyarakat.Pembahasan mengenai UMKM tidak hanya diarahkan pada aspek usaha dan pembiayaan, tetapi juga pada pemahaman peserta terhadap keterkaitan antara pengembangan UMKM dengan perekonomian nasional. UMKM memiliki posisi penting dalam aktivitas ekonomi masyarakat sehingga penguatan kapasitas dan akses pelaku usaha menjadi salah satu bagian yang perlu mendapat perhatian.Selain memberikan materi mengenai UMKM, NIB, dan KUR, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari pembekalan bagi peserta Golkar Internship Student. Para mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk memperluas wawasan mengenai persoalan ekonomi masyarakat serta memahami keterkaitan antara kebijakan publik dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.Melalui program internship tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman dari lingkungan akademik, tetapi juga mendapatkan ruang untuk mengenal secara lebih dekat proses pembelajaran dan praktik di lingkungan kelembagaan politik.Pembekalan yang diberikan Lamhot Sinaga diharapkan dapat memperluas wawasan peserta mengenai pemberdayaan ekonomi masyarakat sekaligus mendorong mahasiswa untuk memahami berbagai kebijakan yang berkaitan dengan dunia usaha dan pembangunan ekonomi nasional.Kegiatan tersebut menjadi salah satu rangkaian pembelajaran bagi peserta Golkar Internship Student. Materi mengenai UMKM, NIB, KUR, serta pembekalan kepada mahasiswa menjadi bagian dari upaya memberikan pemahaman yang lebih praktis mengenai persoalan ekonomi dan kebijakan publik kepada generasi muda.

23 Sep 2026
Puisi

Ketika Cinta Menjadi Jalan Menuju-Nya

Biarlah riuh dunia menjadi latar yang samar,Aku hanya ingin membiarkan renjana mengalir perlahan.Membaca aksara alam yang damai dan menikmati sepotong kebahagiaan sederhana yang disuguhkan semesta.Dan lentera bahagia itu ??Keindahanmu laksana insan yang tak henti menabur harsa pada semesta, demikian pula pada hredaya ini.  Sekelumit rasa ini adalah bagian dari kisah yang sedang kurangkai dengan sebuah judul "Senyap Bersama Senja" (coming soon in Wattpad) Begitulah kalimat yang dirangkai oleh seseorang dikala jatuh cinta. Dibalik untaian kata-kata tersebut tersimpan sebuah rasa yang tak mampu diungkapkan, kekaguman yang tumbuh secara perlahan membuat hal sederhana yang tak disengaja cukup memberikan arti kebahagiaan.Kodratnya manusia memang diciptakan tuhan berpasangan-pasangan bukan sekedar untuk memiliki melainkan untuk saling menyayangi, melengkapi, dan menuntun dalam kebaikan. وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةً وَرَحْمَةًArtinya: “Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang.” (Q.S Ar-Rum ayat 21 )Dari perasaan ini lahirlah sebuah renungan. Apakah selama ini kita memaknai cinta hanya sekedar keinginan untuk memiliki, atau sudah memikirkan bagaimana cinta itu dapat menjadi jalan menuju kebaikan ? Bagiku, cinta yang sesungguhnya bukan tentang seberapa riuh ia diungkapkan, melainkan cinta yang membawa hati menuju ketenangan dan ketentraman jiwa melalui kesadaran akan tanggung jawabnya, hingga mampu menuntun diri menuju kebaikan. Bukan semata-mata tentang seberapa besar perasaan menggebu-gebu yang hadir, hingga perasaan itu menguasai akal dan mengabaikan tanggung jawab bahkan melanggar batasan agama. Maka disitulah tujuan cinta perlu ditanyakan kembali. Bak api menyala. Semakin berkobar, akan semakin mudah pula api melahap apa yang ada dihadapanya. Begitu juga perasaan yang tidak dikendalikan bisa saja membawa dirinya menuju kebinasaan, Naudzubillahimindzalik. Maka bagiku makna cinta bukan siapa yang paling lama menetap melainkan pada bagaimana ia mampu menjaga dan mengarahkan perasaan nya menuju kebaikan tanpa mengabaikan batasan agama. Sebagai landasan pemahaman bahwa bagaimana cinta seharusnya menuntun dalam kebaikan, tercermin dalam hubungan seorang hamba kepada tuhanya. Ada cinta yang tidak memerlukan pengakuan dari siapapun. Ia hadir mencari ridha-nya ditengah sunyinya malam, menenangkan hati melalui lantunan firman nya, menahan nafsu untuk mempertahankan ketakwaan-nya. Dan perjalanan ini membawaku pada kisah Sayyidina Ali bin Abi Thalib bersama Fatimah Az-zahra. Cinta yang tumbuh dalam kesederhanaan dari dua hati yang tak banyak bicara tentang rasa/pengungkapan, tetapi seolah sama-sama mengetahui kemana bahtera cinta seharusnya berlabuh. Sebab barangkali cinta yang paling indah bukanlah tentang banyak nya kata romantis yang diucapkan tetapi tentang bagaimana dua insan yang saling menjaga sebelum dan setelah takdir menyatukannya dalam ikatan janji suci.Mungkin, tidak ada yang benar-benar mengetahui perjalanan sebuah rasa akan bermuara. Namun, bukankah setiap hati menyimpan harapan tentang cinta yang tidak hanya indah saat bersama tetapi juga sempurna bernilai dihadapan tuhan ?Dan jika suatu hari cinta benar-benar berhasil mengetuk pintu takdir nya, semoga yang datang bukan sekedar berhasil memiliki hatinya, tetapi juga sebuah alasan untuk semakin dekat kepada sang pemilik hati.Keabadian surgawiPenulis: Silfi Aulia Sari

19 Sep 2026
Mahasiswa

Merajut Silaturahmi di Perantauan, Ikatan Mahasiswa Mandailing Natal Sambut Mahasiswa Baru di Islamic Village Tangerang

Tangerang, Bungkasnews.com — Ikatan Mahasiswa Mandailing Natal (IKAMA) menyambut kedatangan mahasiswa baru asal Mandailing Natal yang melanjutkan pendidikan di Tangerang. Kegiatan tersebut berlangsung pada Jumat, 18/9/2026, pukul 20.00 WIB, bertempat di Lapangan IB Islamic Village, Tangerang.Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus membangun rasa kekeluargaan di antara mahasiswa asal Mandailing Natal yang berada di tanah rantau.Sebanyak 11 mahasiswa baru asal Mandailing Natal turut hadir dalam kegiatan penyambutan tersebut. Mereka merupakan mahasiswa yang baru datang dari Mandailing Natal untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Tangerang.Kehadiran mahasiswa baru tersebut disambut oleh mahasiswa asal Mandailing Natal yang telah lebih dahulu menjalani kehidupan akademik di Tangerang. Khususnya di Universitas Cendekia Abditama, Islamic Village, saat ini terdapat kurang lebih 150 mahasiswa asal Mandailing Natal yang sedang menempuh pendidikan.Kegiatan penyambutan tersebut tidak hanya menjadi ajang perkenalan, tetapi juga menjadi ruang untuk berbagi pengalaman mengenai kehidupan perkuliahan, lingkungan kampus, hingga dinamika kehidupan mahasiswa di tanah rantau.Baca juga: Doli Kurnia: Tak Ada Perdamaian Dunia Tanpa Palestina MerdekaKetua IKAMA, Abdul Rasyid Lubis, menyampaikan bahwa penyambutan mahasiswa baru merupakan bagian dari upaya membangun kekeluargaan dan solidaritas mahasiswa asal Mandailing Natal.“Kami ingin mahasiswa baru yang datang dari Mandailing Natal merasa diterima dan memiliki keluarga di tanah rantau. IKAMA hadir sebagai ruang untuk saling mengenal, saling mendukung, dan bersama-sama berkembang selama menjalani pendidikan di Tangerang,” ujar Abdul Rasyid Lubis.Menurutnya, keberadaan mahasiswa Mandailing Natal di Tangerang merupakan bagian dari potensi generasi muda yang perlu terus dibangun melalui pendidikan, organisasi, dan hubungan kekeluargaan.Ia berharap mahasiswa baru dapat beradaptasi dengan lingkungan perkuliahan serta aktif mengambil bagian dalam berbagai kegiatan yang memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun lingkungan.Sementara itu, Mantan Wakil Ketua Umum IKAMA (demisioner), Muhammad Nehru Lubis, yang akrab disapa Bung Lubis, turut memberikan pesan kepada mahasiswa baru agar menjadikan pengalaman merantau sebagai ruang untuk mengembangkan diri.Muhammad Nehru Lubis/ Demisioner wakil ketua umum IKAMA“Datang ke tanah rantau bukan hanya untuk mendapatkan gelar akademik, tetapi juga untuk membangun pengalaman, jaringan, dan karakter. Jadikan perantauan sebagai ruang belajar untuk tumbuh dan memberikan manfaat,” ujar Bung Lubis.Ia juga mengingatkan mahasiswa baru untuk tetap menjaga identitas dan nilai-nilai daerah selama berada di perantauan.“Kita boleh jauh dari kampung halaman, tetapi jangan sampai jauh dari nilai, budaya, dan semangat untuk membawa nama baik Mandailing Natal. Jadilah mahasiswa yang mampu berprestasi, berorganisasi, dan memberi kontribusi,” tambahnya.Baca juga: Tugas Kuliah Banyak, tetapi Apakah Kita Benar-Benar Belajar?Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa baru untuk berkenalan dengan mahasiswa senior, bertukar pengalaman, serta membangun jaringan sesama mahasiswa asal Mandailing Natal.Dengan hadirnya mahasiswa baru tersebut, IKAMA berharap hubungan kekeluargaan antar-mahasiswa Mandailing Natal di Tangerang semakin kuat. Penyambutan ini juga diharapkan menjadi awal bagi mahasiswa baru untuk beradaptasi dan menjalani kehidupan akademik dengan penuh semangat di tanah rantau.Bagi IKAMA, perantauan bukan sekadar tempat untuk menempuh pendidikan, tetapi juga ruang untuk membangun persaudaraan, memperluas pengalaman, dan mempersiapkan generasi muda Mandailing Natal agar mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat dan daerah asalnya.

19 Sep 2026
Nasional

Doli Kurnia: Tak Ada Perdamaian Dunia Tanpa Palestina Merdeka

Jakarta, Bungkasnews.com - Ketua Kaukus Parlemen untuk Perdamaian Dunia (World Peace Parliamentary Caucus/WPPC) DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung menegaskan komitmen DPR RI untuk terus memperjuangkan kemerdekaan Palestina melalui jalur diplomasi parlemen.Penegasan tersebut disampaikan Doli seusai menerima audiensi dan melakukan diskusi strategis bersama perwakilan Global Coalition for Quds and Palestine (GCQP) di Ruang Diplomasi Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP), Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Rabu (16/9/2026).Doli mengatakan, pertemuan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kerja sama yang telah beberapa kali dilakukan DPR RI bersama organisasi internasional yang memiliki perhatian terhadap persoalan Palestina.Ia menyebut, Indonesia sebelumnya juga telah dipercaya menjadi tuan rumah sekaligus lokasi kantor pusat (headquarter) Asia Pacific Coalition for Al-Quds and Palestine (APCQP).“Alhamdulillah, sekaligus saya berterima kasih kepada bapak-bapak di Majelis Ulama Indonesia. Begitu MUI mengetahui bahwa DPR sekarang bersama teman-teman membentuk Kaukus Parlemen untuk Perdamaian Dunia, mereka sangat aktif menyambungkan komunikasi dan silaturahmi kita dengan masyarakat maupun pimpinan-pimpinan di Palestina. Ini sudah yang kelima kali kita melakukan kegiatan bersama di DPR,” ujar Doli.Baca juga: Israel dan Maroko Sepakat Buka Kedutaan, Tingkatkan Hubungan DiplomatikDalam audiensi tersebut, delegasi GCQP yang berasal dari Palestina menyampaikan perkembangan situasi terkini di Gaza. Mereka menggambarkan kondisi kemanusiaan yang masih memprihatinkan akibat konflik yang berkepanjangan.“Hari ini kita menerima kunjungan anggota Global Coalition for Quds and Palestine. Ada dua orang perwakilan yang datang dari Palestina. Mereka menyampaikan situasi di Palestina, khususnya di Gaza, yang sampai sekarang masih belum kondusif. Masih terus terjadi genosida, pembunuhan anak kecil, perempuan, dan seterusnya,” ungkap politikus Fraksi Partai Golkar tersebut.Selain menyampaikan kondisi di lapangan, delegasi GCQP mengusulkan agar Indonesia memiliki komite khusus di parlemen yang menangani isu Palestina. Usulan tersebut, menurut mereka, dapat merujuk pada praktik di sejumlah negara, salah satunya Turki.Menanggapi usulan itu, Doli menjelaskan bahwa meskipun DPR RI belum memiliki komisi khusus yang menangani Palestina, komitmen terhadap isu tersebut telah diwujudkan melalui keberadaan Kaukus Parlemen untuk Perdamaian Dunia yang bekerja sama dengan BKSAP.“Walaupun secara formal di DPR tidak ada komisi yang mengurusi soal itu, tetapi kehadiran Kaukus Parlemen untuk Perdamaian Dunia merupakan bagian dari komitmen DPR bersama BKSAP terhadap isu-isu Palestina. Ini menegaskan sekali lagi bahwa Indonesia, baik pemerintah maupun DPR, selalu berkomitmen untuk terus bersama-sama memperjuangkan Palestina menjadi negara yang berdaulat dan merdeka,” tegasnya.Baca juga: Survei Kedua, Brimob Batalyon C Tegaskan Komitmen Bangun Jembatan Utama Aek MataDorong Kajian Regulasi Boikot Produk Terkait IsraelDalam pertemuan tersebut, GCQP juga mengusulkan agar Indonesia memiliki regulasi mengenai penolakan atau boikot terhadap produk-produk yang berkaitan dengan Israel.Doli mengatakan, usulan tersebut dapat menjadi bahan kajian dengan mempelajari regulasi serupa yang telah diterapkan di sejumlah negara, termasuk Inggris dan Irlandia.“Saya minta nanti kalau sudah ada salinan undang-undang yang sekarang diberlakukan di Inggris dan Irlandia itu bisa kita pelajari, bisa kita sosialisasikan, dan kita minta tanggapan dari masyarakat Indonesia, termasuk nanti kalau memang memungkinkan dibahas lebih lanjut di tingkat pemerintah maupun DPR,” jelasnya.Meski demikian, Doli menekankan bahwa setiap pembentukan undang-undang harus mengikuti mekanisme konstitusional serta melalui proses penyerapan aspirasi masyarakat.“Undang-undang itu adalah kesepakatan antara pemerintah dan rakyat Indonesia. Tentu prosesnya membutuhkan waktu, membutuhkan kesepakatan semua pihak, baik pemerintah maupun DPR. DPR juga harus menyerap aspirasi masyarakat Indonesia terlebih dahulu,” katanya.Palestina dan Amanat KonstitusiDoli menegaskan bahwa dukungan Indonesia terhadap perjuangan Palestina tidak semata-mata didasarkan pada hubungan historis antara kedua bangsa, tetapi juga merupakan bagian dari amanat konstitusi dan kepedulian terhadap nilai-nilai kemanusiaan.“Kita harus dukung perjuangan kemerdekaan Palestina. Pertama, karena Palestina adalah salah satu negara yang sejak awal memberikan dukungan terhadap kemerdekaan Indonesia. Kedua, ini adalah perjuangan kemanusiaan. Kita tidak boleh membiarkan di belahan dunia mana pun ada masyarakat yang terus-menerus menderita akibat penjajahan, apalagi genosida,” tuturnya.Menurut Doli, cita-cita mewujudkan perdamaian dunia belum dapat dikatakan tercapai selama Palestina belum memperoleh kemerdekaan sebagai negara yang berdaulat.“Saya sering mengatakan, kita boleh melihat perang berhenti di belahan dunia mana pun, tetapi selama Palestina belum menjadi negara yang berdaulat, saya kira kita tidak bisa menyimpulkan bahwa perdamaian dunia telah terwujud. Karena itu, perjuangan kemerdekaan Palestina tidak boleh berhenti,” pungkasnya.

17 Sep 2026
Utama

BLUVOCATION CREATIVE FEST THE THIRD: Mengusung Tema "Beyond The Stars" , SMK Budi Luhur Siap Kembali Pamerkan Karya Pelajar di Layar Bioskop XXI

Tangerang, 15 September 2026 – Sebagai wujud komitmen dalam mencetak lulusan yang kompeten dan kreatif, SMK Budi Luhur dengan bangga mengumumkan puncak perhelatan Projek Kreatif Kewirausahaan (PKK) melalui acara BLUVOCATION CREATIVE FEST THE THIRD 2026. Acara puncak ini akan ditandai dengan pemutaran karya (screening) dan penganugerahan (awarding) yang diselenggarakan secara eksklusif di bioskop XXI Bintaro Xchange Mall 2.Tahun ini, festival mengusung tema "Beyond The Stars" yang mencerminkan semangat untuk menggapai impian setinggi bintang. Tema ini menjadi simbol keberanian agar setiap peserta percaya pada potensi diri, terus berkembang, dan berani meraih masa depan tanpa batas.BLUVOCATION CREATIVE FEST hadir sebagai platform ekosistem kolaboratif yang mempertemukan pelajar, dunia industri, komunitas kreatif, perguruan tinggi, dan media. Sebelum mencapai acara puncaknya, festival ini telah menggelar serangkaian kegiatan edukatif dan kompetitif, yang meliputi:Roadshow & Registration: Sosialisasi dan promosi ke berbagai sekolah untuk membangun antusiasme publik. Creative Competition: Berbagai lomba kreatif untuk pelajar tingkat SMP, SMA/SMK Sederajat, hingga masyarakat umum.Industry Seminar: Mengadakan seminar inspiratif bersama praktisi industri dengan topik kesehatan, kreatif, dan kebersihan pada bulan Oktober hingga November. Guna mewadahi ragam minat dan bakat generasi muda, BLUVOCATION CREATIVE FEST THE THIRD menghadirkan enam cabang kompetisi bergengsi, yaitu:Short Movie yang mengangkat tema "A Step Closer".Short Animation yang membawa tema "The Unseen Within".Fotografi dengan fokus Human Interest bertema "Faces of Humanity".Fashion Show with Story Telling yang mewajibkan penggunaan barang-barang daur ulang.Desain Karakter (OC) bertema "Beyond Imagination".Dance dengan pilihan tema "Power Of Dream" atau "Future And Technology".Kesuksesan dan skala acara yang kian membesar ini tidak lepas dari dukungan penuh pihak sekolah, khususnya Joko Waluyo, S.Si, M.Pd selaku Kepala Sekolah SMK Budi Luhur. Kegiatan ini juga diawasi langsung oleh tim penanggung jawab yang terdiri dari Agus Fazriansyah, S.I.Kom, Cika Mutiara Rahmakinanti, S.I.Kom., dan Teuku RizkyAdipratama, S.T, M.Kom.Baca juga: Anggota DPR Skeptis Penerapan E-Voting Bisa Diterapkan di IndonesiaSelaku Ketua Penyelenggara BLUVOCATION CREATIVE FEST THE THIRD, Salma Aalya Vanisa memimpin kepanitiaan tahun ini bersama jajaran siswa lainnya untuk memastikan acara berjalan lancar. Melalui visi acara ini, panitia berharap festival ini lebih dari sekadar kompetisi,melainkan perayaan kreativitas yang mampu menjembatani dunia pendidikan dengan kebutuhan industri kreatif. Acara ini dirancang untuk memperluas kesempatan siswa dalam membangun portofolio, menjalin jejaring profesional, dan menginspirasi masyarakat luas.

15 Sep 2026
Nasional

Kapal Virgo Kecelakaan, Basarnas Cari 130 Orang

Jakarta, Bungkasnews.com – Tim SAR masih berpacu dengan waktu mencari 130 orang yang belum ditemukan setelah Kapal Virgo Transport 8 mengalami kecelakaan di perairan Laut Jawa, Minggu (13/9/2026).Kapal tersebut diketahui sedang dalam perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin. Dalam perjalanan, kapal mengalami kecelakaan hingga membuat ratusan orang harus dievakuasi.Dilansir dari ANTARA, Basarnas saat ini memprioritaskan pencarian dan pertolongan terhadap 130 orang yang masih belum ditemukan.“Prioritas operasi diarahkan pada pencarian dan pertolongan terhadap 130 orang yang masih dalam pencarian,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin sekaligus SAR Mission Coordinator, I Putu Sudayana.Bawa 243 OrangKapal Virgo Transport 8 diketahui membawa total 243 orang. Dari jumlah tersebut, hingga laporan terbaru ANTARA, sebanyak 103 orang telah berhasil dievakuasi.Dari 103 orang yang dievakuasi, sebanyak 97 orang dinyatakan selamat, sementara enam orang meninggal dunia.Proses evakuasi dilakukan oleh sejumlah kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian.TB Mauhaw IX berhasil mengevakuasi 16 orang. Sebanyak 15 orang di antaranya selamat, sedangkan satu orang dinyatakan meninggal dunia.Kemudian TB TCP mengevakuasi 38 orang. Rinciannya, 33 orang selamat dan lima orang meninggal dunia.Sementara itu, MV Haida berhasil mengevakuasi 49 orang dan seluruhnya dilaporkan dalam kondisi selamat.Hilang Kontak Saat PerjalananKapal Virgo Transport 8 dilaporkan hilang kontak di perairan Laut Jawa sekitar pukul 02.00 Wita pada Minggu (13/9/2026).Sebelumnya, kapal tersebut berangkat dari Surabaya menuju Banjarmasin pada Sabtu (12/9/2026).Setelah laporan kecelakaan diterima, Basarnas langsung memperkuat operasi pencarian dan pertolongan. Tim SAR gabungan dikerahkan untuk mencari para penumpang dan awak kapal yang belum ditemukan.Pencarian Terus DilakukanPencarian terhadap 130 orang yang belum ditemukan menjadi prioritas utama tim SAR. Operasi dilakukan dengan mengerahkan sejumlah unsur pencarian, termasuk kapal dan dukungan udara.Besarnya jumlah orang yang masih dalam pencarian membuat operasi SAR terus diperkuat. Tim di lapangan berupaya menemukan keberadaan para korban sekaligus memberikan pertolongan kepada mereka yang berhasil ditemukan.Basarnas juga terus melakukan koordinasi dengan unsur terkait agar proses pencarian dan evakuasi dapat berjalan maksimal.Untuk saat ini, perhatian utama tim SAR adalah menemukan 130 orang yang masih dalam pencarian dan memastikan seluruh korban mendapatkan pertolongan.Kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 ini menjadi perhatian karena kapal membawa ratusan orang dalam perjalanan Surabaya-Banjarmasin. Operasi pencarian dan pertolongan masih berlangsung dan perkembangan jumlah korban dapat berubah seiring proses evakuasi di lapangan.Sumber: ANTARA, 13 September 2026.

13 Sep 2026
Opini

Kehidupan di Balik Scroll yang Tak Berujung

Oleh: RobiahPernahkah kita membuka ponsel hanya untuk melihat satu pesan, tetapi satu jam kemudian masih berada di depan layar?Awalnya hanya ingin melihat satu video. Kemudian muncul video berikutnya. Kita gulir lagi. Ada berita yang sedang viral, kita baca. Ada unggahan teman, kita lihat. Ada tren baru, kita ikuti. Tanpa terasa, waktu berjalan begitu saja.Lucunya, setelah berjam-jam berada di depan layar, terkadang kita justru tidak ingat apa saja yang telah kita lihat.Inilah salah satu wajah kehidupan digital hari ini. Kita hidup di tengah informasi yang tidak pernah berhenti datang, tetapi semakin sulit menemukan waktu untuk benar-benar berpikir.Kita Tidak Kekurangan Informasi, Kita Kekurangan JedaIndonesia saat ini berada dalam kehidupan digital yang sangat aktif. Laporan Digital 2026: Indonesia dari DataReportal mencatat sekitar 230 juta orang menggunakan internet di Indonesia pada akhir 2025. Pada periode yang sama, terdapat sekitar 180 juta identitas pengguna media sosial, setara dengan 62,9 persen populasi. DataReportal mengingatkan bahwa angka identitas pengguna tersebut tidak selalu berarti jumlah individu yang berbeda.Angka tersebut menunjukkan betapa besar ruang digital dalam kehidupan masyarakat.Namun, banyaknya pengguna tidak otomatis berarti meningkatnya kualitas cara kita mengonsumsi informasi.Kita bisa mengetahui berita terbaru hanya dalam hitungan detik. Kita bisa mengetahui kehidupan orang lain tanpa pernah bertemu dengannya. Kita bahkan bisa mengikuti berbagai peristiwa yang terjadi ribuan kilometer jauhnya.Tetapi pertanyaannya: apakah kita benar-benar memahami semuanya?Atau jangan-jangan kita hanya berpindah dari satu informasi ke informasi lainnya tanpa pernah memberikan kesempatan kepada pikiran untuk mencerna?Scroll, Scroll, dan Scroll LagiAda sesuatu yang menarik dari kebiasaan menggulir layar.Kita tidak pernah benar-benar tahu kapan harus berhenti.Satu video selesai, ada video lain. Satu berita selesai dibaca, muncul berita berikutnya. Satu komentar dibalas, muncul notifikasi baru.Semua dirancang agar perhatian kita terus berada di sana.Akibatnya, diam beberapa menit tanpa membuka ponsel terkadang terasa seperti kehilangan sesuatu.Padahal, mungkin yang sebenarnya kita kehilangan adalah waktu untuk diri sendiri.Kita kehilangan waktu membaca buku. Kehilangan kesempatan berbicara dengan orang di sekitar. Kehilangan waktu untuk merenung. Bahkan kehilangan kesempatan untuk benar-benar menyadari apa yang sedang kita rasakan.Yang lebih berbahaya, kebiasaan mengonsumsi informasi secara cepat dapat membuat kita terbiasa dengan sesuatu yang serba singkat.Kita ingin semuanya cepat: berita yang singkat, video yang pendek, penjelasan yang langsung pada kesimpulan.Sementara itu, banyak persoalan dalam kehidupan justru membutuhkan kesabaran untuk dipahami.Mahasiswa dan Godaan Menjadi “Tahu Segalanya”Bagi mahasiswa, persoalan ini menjadi semakin menarik.Kita berada di lingkungan yang seharusnya mendorong seseorang untuk berpikir kritis. Tugas kuliah meminta kita membaca. Diskusi meminta kita berargumentasi. Pendidikan seharusnya membuat kita berani mempertanyakan sesuatu.Namun, di luar ruang kelas, kita berada dalam dunia yang bergerak sangat cepat.Kita bisa membaca potongan informasi di media sosial kemudian merasa sudah memahami sebuah persoalan. Padahal, mungkin kita hanya melihat satu sisi.Sebuah berita viral belum tentu memberikan gambaran lengkap. Sebuah video berdurasi satu menit belum tentu mampu menjelaskan persoalan yang terjadi bertahun-tahun. Begitu pula komentar seseorang tidak otomatis menjadi kebenaran hanya karena mendapatkan ribuan tanda suka.Di sinilah mahasiswa perlu berhati-hati.Jangan sampai kita menjadi generasi yang cepat berkomentar, tetapi lambat memahami.Menjadi mahasiswa bukan sekadar memiliki akses terhadap banyak informasi. Mahasiswa juga dituntut mampu mengolah informasi menjadi pengetahuan dan pengetahuan menjadi pemahaman.Ketika Algoritma Lebih Mengenal Kita daripada Diri SendiriPernah merasa media sosial seolah-olah tahu apa yang kita sukai?Kita baru beberapa kali melihat konten tentang suatu topik, tiba-tiba konten serupa muncul berulang kali.Kita menyukai jenis video tertentu, lalu platform terus menyajikannya.Hal tersebut memang membuat pengalaman menggunakan media sosial terasa menyenangkan. Tetapi tanpa disadari, kita bisa terjebak dalam ruang yang hanya memperlihatkan apa yang kita sukai.Kita semakin sering bertemu dengan pendapat yang sama dan semakin jarang berhadapan dengan pandangan yang berbeda.Padahal, berpikir kritis tidak tumbuh dari kenyamanan.Kita membutuhkan perbedaan untuk menguji keyakinan. Kita membutuhkan pertanyaan untuk mengetahui apakah pendapat kita memiliki dasar. Kita membutuhkan diskusi untuk memahami bahwa satu persoalan bisa dilihat dari banyak sisi.Karena itu, sesekali membaca sesuatu yang berbeda dari pandangan kita bukanlah ancaman.Justru mungkin dari sanalah kita belajar menjadi lebih dewasa dalam berpikir.Berhenti Sejenak Bukan Berarti KetinggalanMungkin kita takut berhenti karena merasa akan tertinggal.Takut tidak tahu tren terbaru. Takut tidak mengetahui berita yang sedang ramai. Takut tidak mengikuti percakapan teman.Padahal, tidak semua hal harus kita ketahui.Tidak semua tren harus kita ikuti.Tidak semua perdebatan harus kita masuki.Ada kalanya kita perlu mengatakan kepada diri sendiri: cukup untuk hari ini.Letakkan ponsel. Baca sesuatu yang lebih panjang. Berbicara dengan orang lain. Menulis apa yang ada di kepala. Atau sekadar duduk tanpa melakukan apa pun.Mungkin awalnya terasa membosankan.Namun, justru dalam kesunyian itulah pikiran memiliki kesempatan untuk bekerja.Kita Harus Menggunakan Teknologi, Bukan Digunakan OlehnyaMedia sosial bukan musuh.Teknologi juga bukan sesuatu yang harus kita jauhi.Keduanya telah menjadi bagian dari kehidupan modern dan memberikan begitu banyak manfaat. Persoalannya adalah bagaimana kita menempatkan teknologi dalam kehidupan.Jangan sampai ponsel yang seharusnya menjadi alat justru berubah menjadi pengendali perhatian.Jangan sampai algoritma menentukan apa yang kita pikirkan.Jangan sampai jumlah likes menentukan apa yang kita anggap benar.Dan jangan sampai kebiasaan menggulir layar membuat kita lupa bahwa kehidupan yang sebenarnya tidak berada di dalam layar.Pada akhirnya, kita tidak membutuhkan lebih banyak informasi. Kita membutuhkan kemampuan untuk memilih informasi mana yang layak dipercaya, mana yang perlu dipertanyakan, dan mana yang sebaiknya dilewatkan.Sebab, menjadi orang yang berpengetahuan bukan berarti mengetahui segala sesuatu. Menjadi berpengetahuan berarti tahu apa yang perlu diketahui dan mampu memahami apa yang telah kita ketahui.Jadi, sebelum jari kembali menggulir layar tanpa henti, mungkin ada satu pertanyaan yang layak kita ajukan kepada diri sendiri:Setelah begitu banyak yang kita lihat hari ini, apa yang benar-benar kita pahami?Barangkali sudah waktunya kita berhenti sebentar.Bukan untuk meninggalkan dunia digital, tetapi untuk kembali menemukan diri sendiri di luar layar.

11 Sep 2026
Nasional

Asia Tenggara Diselimuti Asap, Malaysia Peringkat 1

BungkasNews – Kualitas udara di sejumlah wilayah Asia Tenggara memburuk akibat asap lintas batas yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan gambut. Kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada wilayah Indonesia, tetapi juga Malaysia, Singapura hingga Filipina.Berdasarkan laporan IQAir, pada 1 September 2026, kualitas udara buruk terpantau di sejumlah wilayah, meliputi Sarawak bagian barat, sebagian besar wilayah barat Semenanjung Malaysia, wilayah tengah Filipina, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah serta beberapa wilayah Sumatra.Kondisi tersebut sebagian besar dikaitkan dengan asap dari kebakaran hutan dan pembakaran lahan gambut yang kemudian terbawa angin melintasi batas negara.Kuching Jadi Kota Besar Paling TercemarSituasi paling mencolok terjadi di Kuching, Malaysia. Pada pukul 23.00 waktu setempat, 1 September 2026, Kuching tercatat sebagai kota besar paling tercemar di dunia dengan Air Quality Index (AQI) mencapai 399.Angka tersebut masuk kategori “berbahaya”, sehingga kondisi udara dinilai dapat memberikan dampak terhadap masyarakat secara luas.IQAir mencatat, kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi antara lain anak-anak, lanjut usia, ibu hamil serta masyarakat yang memiliki masalah pernapasan maupun kardiovaskular.Tidak hanya Kuching, sejumlah kota Asia Tenggara juga masuk dalam daftar kota besar dengan tingkat polusi tinggi.Pada 1 September, daftar tersebut mencatat:Kuching, Malaysia: peringkat 1Kuala Lumpur, Malaysia: peringkat 4Medan, Indonesia: peringkat 10Singapura: peringkat 17Jakarta, Indonesia: peringkat 20Manila, Filipina: peringkat 29Dengan demikian, beberapa kota di kawasan Asia Tenggara masuk dalam daftar kota dengan kualitas udara terburuk yang dipantau IQAir pada periode tersebut.Peringatan Kabut Asap ASEAN Naik ke Level 3Ancaman kabut asap juga mendapat perhatian dari ASEAN Specialised Meteorological Centre (ASMC).Pada 26 Agustus 2026, ASMC menaikkan peringatan kabut asap untuk wilayah selatan ASEAN ke Level 3. Peringatan tersebut dikeluarkan setelah terpantau kabut asap sedang hingga pekat yang meluas dan berasal dari kelompok titik panas di Kalimantan.Kondisi tersebut berpotensi memburuk apabila periode kering terus berlangsung.IQAir juga memperkirakan curah hujan di kawasan selatan Asia Tenggara berada di bawah kondisi normal hingga Oktober 2026.Situasi ini membuat kebakaran dan kabut asap berpotensi bertahan dalam beberapa pekan ke depan.Asap Berpotensi Menyeberang ke Malaysia, Singapura dan FilipinaPergerakan angin menjadi salah satu faktor penting dalam penyebaran kabut asap.Angin dari arah tenggara dan selatan diperkirakan membawa asap dari Kalimantan Barat menuju Sarawak bagian barat dan Filipina bagian tengah.Sementara itu, aliran angin barat daya berpotensi membawa asap dari Sumatra menuju Semenanjung Malaysia dan Singapura.Kondisi tersebut menjadikan kabut asap sebagai persoalan lintas batas. Asap yang berasal dari titik kebakaran di satu wilayah dapat memengaruhi kualitas udara negara lain ketika terbawa pola angin.Indonesia Kerahkan Pesawat dan Sekitar 1.000 PersonelUntuk menghadapi kebakaran yang meluas, otoritas Indonesia memperluas operasi pemadaman dengan mengerahkan pesawat dan sekitar 1.000 personel di wilayah Kalimantan dan Sumatra.Malaysia juga telah memperoleh izin melakukan penyemaian awan di sepanjang wilayah perbatasan bersama sebagai salah satu upaya membantu mengurangi kondisi kabut asap.Namun, upaya penyemaian awan menghadapi kendala karena ketersediaan awan hujan yang terbatas. IQAir menyebut kabut asap masih berpotensi muncul kembali sampai hujan yang berkelanjutan terjadi.Kebakaran Hutan dan Lahan Gambut Jadi Penyebab UtamaIQAir menyebut kualitas udara buruk di Asia Tenggara terutama disebabkan oleh asap lintas batas dari kebakaran hutan dan lahan gambut di Indonesia.Asap dengan tingkat sedang hingga pekat di Kalimantan Barat dan Sumatra bagian selatan kemudian terbawa angin menuju Malaysia, Singapura dan Filipina.Musim kemarau berkepanjangan yang diperparah oleh fase El Nino yang kuat membuat vegetasi dan lahan gambut menjadi semakin kering. Kondisi tersebut membuat lahan lebih mudah terbakar dan api lebih sulit dikendalikan.IQAir mencatat sekitar 70 persen hotspot di Kalimantan berada di dalam konsesi industri. Laporan tersebut juga menyebut sebagian besar kebakaran berkaitan dengan kelalaian maupun pembukaan lahan yang disengaja.Dalam penanganannya, otoritas telah menangkap 72 tersangka pelaku pembakaran, melakukan penyelidikan terhadap empat perusahaan, serta menjatuhkan sanksi administratif kepada 14 perusahaan lainnya.PM2.5 Menjadi Ancaman SeriusPersoalan lain yang menjadi perhatian adalah meningkatnya konsentrasi PM2.5 akibat terbatasnya curah hujan.Partikel PM2.5 berukuran sangat kecil sehingga dapat masuk jauh ke dalam sistem pernapasan. Kebakaran lahan gambut juga memiliki karakteristik khusus karena api dapat terus membara di bawah permukaan tanah dalam waktu lama.Akibatnya, asap dapat bertahan dan menghasilkan polusi yang terus-menerus. IQAir memperingatkan bahwa asap dari kebakaran gambut dapat menembus jauh ke dalam paru-paru dan masuk ke aliran darah.Warga Diminta Kurangi Aktivitas di Luar RuanganMenghadapi kondisi tersebut, masyarakat di wilayah terdampak dianjurkan mengurangi aktivitas berat di luar ruangan.IQAir merekomendasikan masyarakat untuk:Membatasi aktivitas fisik berat di luar ruangan.Menutup pintu dan jendela ketika kualitas udara memburuk.Mengatur sistem pendingin ruangan pada mode resirkulasi.Tetap berada di dalam ruangan ketika kualitas udara berada pada tingkat buruk.Jika harus keluar, menggunakan masker KN95 atau FFP2 yang terpasang dengan baik.Menggunakan pembersih udara berperforma tinggi di dalam ruangan.Memantau perkembangan kualitas udara secara real-time melalui aplikasi atau layanan pemantauan kualitas udara.Kondisi Diperkirakan Berangsur MembaikMeski situasi saat ini mengkhawatirkan, IQAir memperkirakan kualitas udara di Kuching akan membaik secara bertahap dalam beberapa hari berikutnya.Sementara itu, kualitas udara di Kuala Lumpur diprakirakan mencapai kategori sedang pada hari berikutnya.Namun, kondisi tersebut tetap sangat bergantung pada perkembangan kebakaran, arah angin serta datangnya hujan. Selama musim kering masih berlangsung, potensi munculnya kembali kabut asap tetap terbuka.Sumber: IQAir

02 Sep 2026
Nasional

Dari Kompleks Parlemen, Ahmad Doli Tegaskan: Masjidil Aqsa dan Palestina Tak Boleh Hilang dari Perhatian Dunia

Jakarta, BungkasNews - Isu Palestina kembali menggema dari jantung parlemen Indonesia. Di tengah dinamika politik nasional, suara tentang Masjidil Aqsa dan perjuangan rakyat Palestina kembali ditegaskan sebagai persoalan kemanusiaan yang tidak boleh dibiarkan tenggelam oleh hiruk-pikuk kepentingan politik global.Hal itu disampaikan Ahmad Doli Kurnia Tandjung, Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI sekaligus Ketua Kaukus Parlemen untuk Perdamaian Dunia, saat menghadiri Simposium Masjidil Aqsa dan Palestina (SIMATINA) 2026 di Kompleks Parlemen DPR RI, Senin (31/8/2026).Ahmad Doli mengapresiasi terselenggaranya SIMATINA 2026. Menurutnya, forum tersebut bukan sekadar ruang diskusi, melainkan momentum untuk kembali memperkuat perhatian dunia terhadap Masjidil Aqsa sekaligus perjuangan rakyat Palestina.“Kami sangat mengapresiasi terselenggaranya SIMATINA 2026. Ini tentunya menjadi momentum untuk memperkuat perhatian terhadap Masjidil Aqsa serta perjuangan rakyat Palestina,” ujar Ahmad Doli.Menurutnya, perhatian terhadap Palestina tidak boleh berhenti pada pernyataan solidaritas. Dukungan harus terus dijaga melalui berbagai jalur, termasuk diplomasi parlemen.Sebagai Ketua Kaukus Parlemen untuk Perdamaian Dunia, Ahmad Doli menegaskan komitmen lembaganya untuk terus menyuarakan kemerdekaan Palestina.“Kaukus Parlemen untuk Perdamaian Dunia akan terus menyuarakan untuk kemerdekaan Palestina,” tegasnya.Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa parlemen tidak ingin isu Palestina sekadar menjadi agenda seremonial. Di tengah konflik dan ketidakpastian yang terus membayangi kawasan Timur Tengah, perjuangan rakyat Palestina dinilai tetap membutuhkan perhatian dan tekanan politik dari komunitas internasional.Dari Kompleks Parlemen DPR RI, pesan itu kembali dikirim: Palestina belum selesai, Masjidil Aqsa belum boleh dilupakan, dan perjuangan menuju kemerdekaan Palestina masih menjadi agenda yang harus terus diperjuangkan.

01 Sep 2026
Gaya Hidup

Ilmuwan Nepal menggunakan matematika untuk memahami bagaimana penyakit menyebar.

KATHMANDU, BungkasNews — Perjalanan Naveen Vaidya dari sebuah desa di Sindhuli, Nepal, hingga menjadi profesor di San Diego State University (SDSU), Amerika Serikat, menjadi kisah tentang ketekunan, pendidikan, dan kontribusi ilmiah dalam memahami bagaimana penyakit menyebar.Dilansir dari Onlinekhabar English, Naveen Vaidya merupakan ilmuwan yang menggunakan matematika untuk mempelajari dinamika penyakit. Melalui pemodelan matematika, ia meneliti berbagai penyakit dan virus, termasuk HIV, hepatitis, Covid-19, malaria, rabies, demam berdarah, serta lumpy skin disease.Perjalanan Vaidya menuju dunia penelitian internasional tidak dimulai dari laboratorium dengan fasilitas lengkap. Ia tumbuh di Jhangajholi, Ratmata, Sindhuli, dalam kondisi keluarga yang sederhana.Ayahnya, yang bekerja sebagai pegawai pemerintah, meninggal ketika Vaidya masih kecil. Setelah itu, ibunya menjadi tumpuan utama keluarga. Sang ibu bekerja di ladang dan melakukan berbagai pekerjaan untuk memastikan anak-anaknya tetap dapat memperoleh pendidikan.Sejak kecil, Vaidya dikenal memiliki semangat belajar yang tinggi. Ia harus berjalan sekitar satu jam melalui kawasan berbukit untuk mencapai sekolah. Di rumah, ia belajar dengan penerangan lampu minyak tanah yang minim.Kesulitan tersebut tidak menghentikan langkahnya. Pendidikan justru menjadi jalan yang membawanya keluar dari keterbatasan.Dari Kathmandu Menuju Amerika SerikatSetelah menyelesaikan pendidikan dasar, Vaidya pindah ke Kathmandu untuk melanjutkan pendidikan. Ia belajar sambil bekerja paruh waktu.Ia menempuh pendidikan sains di Patan Multiple Campus, kemudian menyelesaikan pendidikan sarjana di Tri-Chandra College dan meraih gelar magister matematika dari Amrit Science Campus.Vaidya juga sempat mengajar matematika di sekolah dan perguruan tinggi di Kathmandu. Namun, keinginannya untuk melakukan penelitian lebih jauh membuatnya mencari kesempatan di luar Nepal.Ia kemudian melanjutkan pendidikan di York University, Kanada. Di sana, Vaidya mempelajari matematika industri dan terapan sebelum melanjutkan pendidikan doktoral.Penelitian doktoralnya berfokus pada pemodelan matematika mengenai fusi membran antara virus influenza dan sel manusia. Penelitian tersebut kemudian membawanya meraih Susan Mann Dissertation Award dari York University.Setelah menyelesaikan doktoralnya, Vaidya melanjutkan penelitian di sejumlah lembaga di Amerika Serikat dan Kanada. Ia pernah melakukan penelitian pascadoktoral di Los Alamos National Laboratory dan kemudian bergabung dengan University of Missouri-Kansas City sebagai asisten profesor.Pada 2017, ia bergabung dengan San Diego State University dan hingga kini menjadi profesor di universitas tersebut. ))Matematika untuk Memahami PenyakitBerbeda dari dokter yang menangani pasien secara langsung, Naveen Vaidya menggunakan matematika untuk memahami bagaimana penyakit berkembang dan menyebar pada populasi maupun di dalam tubuh.Penelitiannya mencakup berbagai penyakit menular. Ia menggunakan model matematika untuk menganalisis dinamika penyakit dan menghasilkan informasi yang dapat membantu memahami strategi pengendalian penyakit.Penelitian Vaidya juga tidak terbatas pada penyakit yang terjadi di Amerika Utara. Ia menggunakan data dari Nepal untuk mengembangkan model terkait Covid-19, malaria, rabies, demam berdarah, dan lumpy skin disease.Menurut laporan Onlinekhabar English, kiprahnya dalam penelitian telah menghasilkan empat hibah dari National Science Foundation, dua hibah Simons Foundation, serta lebih dari 20 hibah penelitian internasional.Karyanya telah diterbitkan dalam lebih dari 61 jurnal internasional dan ia telah menyampaikan lebih dari 125 presentasi penelitian di berbagai negara, termasuk sebagai pembicara utama.Tetap Berkontribusi untuk NepalMeski membangun karier di Amerika Serikat, Vaidya tetap mempertahankan hubungan kuat dengan Nepal.Ia terlibat dalam upaya mempertemukan mahasiswa dan peneliti Nepal dengan jaringan ilmiah internasional. Salah satu kegiatannya adalah membantu membangun kerja sama penelitian antara institusi Nepal dan San Diego State University.Pada 2019, ia turut terlibat dalam CIMPA Summer School in Mathematical Biology di Nepal. Program tersebut menjadi salah satu wadah bagi peneliti dan mahasiswa untuk mempresentasikan penelitian serta membangun kerja sama dengan ilmuwan dari negara lain.Kerja sama tersebut kemudian membantu memperkuat hubungan antara Tribhuvan University dan San Diego State University.Sejumlah mahasiswa Nepal juga memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan doktoral melalui jaringan kerja sama tersebut.Pada 2023, Vaidya bersama koleganya mendirikan Mathematical Biology Research Centre Nepal. Berbagai program internasional juga terus dilakukan untuk memperkuat komunitas penelitian matematika dan biologi di Nepal.Vaidya bahkan rutin mengadakan pertemuan daring dengan kelompok penelitinya di Nepal. Pertemuan yang berlangsung setiap pekan tersebut menjadi ruang untuk membahas penelitian, bertukar gagasan, dan merancang proyek ilmiah berikutnya.Perjalanan Naveen Vaidya menunjukkan bagaimana pendidikan dan penelitian dapat menjadi jembatan dari sebuah desa di Nepal menuju komunitas ilmiah internasional. Di tengah kariernya di Amerika Serikat, ia tetap berupaya membuka kesempatan bagi generasi peneliti berikutnya di Nepal.Kisah tersebut juga memperlihatkan bahwa penelitian matematika dapat memiliki peran penting dalam memahami persoalan kesehatan masyarakat, khususnya dalam mempelajari pola penyebaran penyakit dan merancang strategi pengendaliannya.Sumber: Onlinekhabar English

31 Aug 2026
Utama

Ahmad Doli Kurnia Tantang Mahasiswa UIN Jakarta: Jangan Sekadar Cari Jawaban, Berani Pertanyakan Masa Depan

Jakarta - Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung mengajak mahasiswa baru Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta untuk tidak sekadar mengikuti arus dalam menentukan masa depan. Ia mendorong generasi muda berani mempertanyakan kembali siapa dirinya, apa yang ingin dicapai, dan kontribusi apa yang hendak diberikan kepada bangsa..Pesan tersebut disampaikan Ahmad Doli saat menghadiri kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) FDIK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Jumat (28/8/2026).Di hadapan para mahasiswa baru, Ahmad Doli mengajak mereka melakukan refleksi sejak awal memasuki dunia perguruan tinggi. Menurutnya, masa depan tidak semestinya hanya dipandang sebagai pertanyaan tentang profesi atau pekerjaan yang ingin dijalani.“Saya ingin mengajak adik-adik semua berpikir ulang, menanyakan pada diri sendiri, adik-adik di masa depan mau jadi apa,” kata Ahmad Doli.Ia mengatakan, pertanyaan mengenai masa depan selama ini sering berhenti pada satu hal sederhana: ingin menjadi apa ketika dewasa. Padahal, menurut dia, perkembangan zaman membuat cara generasi muda memandang masa depan harus ikut berubah.Ahmad Doli mencontohkan perubahan cara pandang di negara-negara maju yang mulai menggeser pertanyaan kepada anak-anak sekolah. Bukan lagi semata-mata tentang profesi yang ingin mereka sandang, tetapi mengenai bagaimana mereka melihat masa depan dan menentukan peran dalam kehidupan.Karena itu, ia meminta mahasiswa tidak menjadikan bangku kuliah sekadar tempat mengejar gelar. Perguruan tinggi harus menjadi ruang untuk membentuk cara berpikir, keberanian menyampaikan gagasan, sekaligus mempertajam kepekaan terhadap persoalan masyarakat.Bagi Ahmad Doli, idealisme dan daya kritis menjadi dua hal yang tidak boleh hilang dari diri mahasiswa.“Saya berpesan kepada adik-adik, tetap jaga idealismenya dan jaga daya kritisnya,” tegasnya.Pesan itu menjadi penting di tengah perubahan zaman yang semakin cepat. Mahasiswa, kata dia, harus mampu menjadi generasi yang tidak mudah menerima segala sesuatu begitu saja, tetapi berani bertanya, menguji informasi, dan mencari kebenaran dengan cara berpikir yang matang.Sebab, masa depan tidak hanya membutuhkan generasi yang memiliki kemampuan akademik, tetapi juga anak muda yang memiliki keberanian untuk berpikir dan menentukan sikap.Dari ruang PBAK, Ahmad Doli seolah ingin menitipkan satu pesan sederhana kepada mahasiswa baru: jangan buru-buru mencari jawaban tentang akan menjadi siapa. Mulailah dengan berani bertanya kepada diri sendiri, untuk apa ilmu yang sedang ditempuh dan untuk siapa masa depan itu akan diperjuangkan.

30 Aug 2026
Nasional

Ahmad Doli Tegaskan Komitmen WPPC Kawal Perjuangan Kemerdekaan Palestina

Jakarta - Dukungan Indonesia terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina kembali ditegaskan di Kompleks Parlemen DPR RI. Ketua Kaukus Parlemen untuk Perdamaian Dunia atau World Peace Parliamentary Caucus (WPPC), Ahmad Doli Kurnia Tandjung, menyatakan bahwa perjuangan membela hak rakyat Palestina akan terus menjadi bagian dari komitmen parlemen Indonesia.Pernyataan tersebut disampaikan Ahmad Doli saat menerima dan berdiskusi dengan Ketua Lajnah Al-Quds dan Palestina, Kesatuan Ulama Muslim Antarbangsa, bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI), di Kompleks Parlemen DPR RI, Kamis (20/8/2026).Dalam pertemuan itu, Ahmad Doli menyampaikan apresiasi atas kunjungan delegasi Lajnah Al-Quds dan Palestina serta MUI. Ia menilai dialog antara parlemen dan kalangan ulama penting untuk memperkuat konsistensi dukungan Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina sekaligus mendorong terciptanya perdamaian dunia.Ahmad Doli menegaskan, sikap Indonesia terhadap Palestina bukanlah sikap sesaat dan bukan pula agenda yang bergantung pada pergantian pemerintahan. Dukungan tersebut, kata dia, telah menjadi komitmen yang terus dipertahankan dari masa ke masa.“Dari pemerintah ke pemerintah, dari presiden ke presiden, Indonesia selalu berupaya memperjuangkan kemerdekaan Palestina,” ujar Ahmad Doli.Menurutnya, konsistensi tersebut menunjukkan bahwa persoalan Palestina memiliki tempat penting dalam sikap politik Indonesia. Dukungan terhadap kemerdekaan Palestina juga tidak hanya datang dari pemerintah, tetapi telah menjadi bagian dari kepedulian masyarakat Indonesia.Karena itu, Ahmad Doli memastikan parlemen tidak akan berhenti menyuarakan dukungan tersebut. Melalui WPPC, parlemen berkomitmen memperkuat diplomasi parlemen, mendorong dialog, serta mengambil bagian dalam berbagai upaya membangun perdamaian dunia.“Kaukus Parlemen untuk Perdamaian Dunia atau World Peace Parliamentary Caucus (WPPC) akan terus memperjuangkan kemerdekaan Palestina,” tegasnya.Pernyataan tersebut menegaskan posisi WPPC bahwa perjuangan Palestina bukan semata persoalan politik luar negeri, tetapi juga bagian dari agenda perdamaian dan kemanusiaan yang perlu terus diperjuangkan melalui berbagai jalur diplomasi.Pertemuan antara WPPC, Lajnah Al-Quds dan Palestina, serta MUI tersebut sekaligus membuka ruang penguatan sinergi antara parlemen dan ulama dalam membangun dukungan internasional terhadap penyelesaian persoalan Palestina secara damai dan berkeadilan.Bagi Indonesia, pesan yang disampaikan Ahmad Doli menjadi penegasan bahwa dukungan terhadap kemerdekaan Palestina akan terus diperjuangkan melalui jalur diplomasi dan parlemen, sejalan dengan komitmen Indonesia terhadap perdamaian dunia dan hak rakyat Palestina untuk menentukan masa depannya sendiri.

26 Aug 2026
Gaya Hidup

China Batasi AI Companion, Khawatir Relasi Tergantikan

BEIJING, BungkasNews — Penggunaan kecerdasan buatan (AI) sebagai teman virtual semakin berkembang di China. Namun, pemerintah mulai memperketat penggunaan layanan AI companion di China karena khawatir interaksi emosional dengan chatbot dapat membuat pengguna semakin bergantung pada teknologi dan menjauh dari hubungan sosial di dunia nyata.Dilansir dari The Guardian, sejumlah pengguna di China telah membangun hubungan emosional yang kuat dengan karakter AI yang mereka ciptakan melalui aplikasi chatbot. Salah satunya adalah Zhao Wei, mahasiswa hukum berusia 19 tahun yang merasa sangat terpukul setelah fitur AI companion yang digunakannya dihentikan.Zhao mengaku terbiasa berbicara dengan AI setiap hari dan menceritakan berbagai persoalan pribadinya. Ia merasa lebih bebas berbicara kepada chatbot karena tidak khawatir akan dihakimi atau membebani teman-temannya. Namun, perkembangan hubungan emosional manusia dengan AI mulai menimbulkan perhatian pemerintah China. Aturan baru yang berlaku sejak 15 Juli 2026 melarang layanan AI companion untuk anak di bawah umur serta memberikan pembatasan terhadap layanan yang dirancang untuk membangun hubungan emosional berkelanjutan dengan pengguna. Pemerintah China menyatakan kekhawatiran terhadap kemungkinan AI mendorong ketergantungan emosional dan kecanduan, termasuk layanan yang berpotensi menggantikan interaksi sosial manusia.AI dan Masalah KesepianFenomena AI companion di China muncul ketika negara tersebut juga menghadapi persoalan sosial dan demografis. Kesepian, perubahan pola hubungan sosial, rendahnya angka pernikahan, serta penurunan angka kelahiran menjadi tantangan yang semakin diperhatikan.Menurut laporan The Guardian, sekitar 20 persen rumah tangga di China saat ini terdiri dari orang yang tinggal sendiri. Angka tersebut diperkirakan dapat melampaui 30 persen pada 2030. Sebuah survei yang diterbitkan media pemerintah pada awal 2026 juga menemukan hampir separuh anak muda yang disurvei pernah menggunakan teman virtual ketika merasa kesepian. Kondisi tersebut membuat muncul pertanyaan apakah AI companion dapat menjadi alternatif yang terlalu nyaman bagi sebagian orang dibandingkan membangun hubungan dengan manusia.Nancy Dai, profesor madya di City University of Hong Kong, mengatakan persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kesepian. Menurutnya, di tengah menurunnya angka pernikahan dan kelahiran, ada kekhawatiran bahwa hubungan dengan AI yang relatif murah dan mudah diakses dapat membuat sebagian anak muda semakin tidak tertarik mencari pasangan, menikah, atau membangun keluarga. Meski demikian, belum ada bukti yang dapat memastikan bahwa penggunaan AI companion secara langsung menyebabkan seseorang tidak ingin menikah atau memiliki anak. Hubungan tersebut masih menjadi topik yang membutuhkan penelitian lebih lanjut.AI Tetap Didorong di Sektor LainMenariknya, pembatasan terhadap AI companion tidak berarti China menghentikan pengembangan teknologi AI secara keseluruhan.Pemerintah China justru terus mendorong pemanfaatan AI di berbagai sektor, termasuk pendidikan dan kesehatan. Salah satu contohnya adalah penggunaan aplikasi kesehatan berbasis AI yang memungkinkan masyarakat berinteraksi dengan avatar dokter untuk mendapatkan informasi kesehatan. Hal ini menunjukkan adanya pendekatan yang berbeda terhadap AI. Teknologi tersebut tetap dianggap memiliki manfaat besar bagi masyarakat, tetapi penggunaannya dalam hubungan emosional mendapatkan perhatian khusus.Penelitian yang diterbitkan di Nature Human Behaviour pada Agustus 2026 juga menunjukkan bahwa hubungan dengan AI companion dapat memberikan manfaat emosional bagi sebagian pengguna, tetapi dampaknya terhadap kesejahteraan psikologis dapat berbeda tergantung pada pola penggunaan dan kondisi pengguna. Dengan demikian, perdebatan mengenai AI companion di China bukan sekadar persoalan teknologi, tetapi juga menyangkut masa depan hubungan sosial manusia. Pemerintah harus mencari keseimbangan antara mendorong inovasi AI dan memastikan teknologi tersebut tidak menciptakan ketergantungan yang merugikan pengguna.Bagi masyarakat, perkembangan ini menjadi pengingat bahwa AI dapat menjadi alat bantu maupun teman berbicara, tetapi hubungan sosial dengan manusia tetap memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari.Sumber: The Guardian

26 Aug 2026
Gaya Hidup

Pengusaha Tunanetra Mesir Ciptakan AI untuk Melihat Dunia

KAIRO, BungkasNews — Kecerdasan buatan (AI) mulai membuka peluang baru bagi penyandang tunanetra untuk berinteraksi dengan lingkungan di sekitarnya. Salah satu contohnya datang dari Mesir, ketika seorang pengusaha yang kehilangan penglihatannya mengembangkan aplikasi berbasis AI untuk membantu dirinya dan pengguna lain mengenali dunia melalui deskripsi suara.Dilansir dari Reuters, Mark Morad kehilangan penglihatannya secara bertahap dalam waktu sekitar tiga tahun. Kondisi tersebut kemudian mendorongnya untuk mencari cara agar teknologi dapat membantu penyandang tunanetra memperoleh informasi visual mengenai lingkungan sekitar.Morad kemudian mengembangkan sebuah aplikasi yang memanfaatkan teknologi AI untuk menggambarkan objek dan situasi yang berada di depan pengguna. Informasi visual tersebut kemudian disampaikan dalam bentuk audio sehingga dapat didengar oleh pengguna.Teknologi tersebut bahkan memberikan pengalaman berbeda bagi adiknya, Karen Morad, seorang siswi berusia 16 tahun yang juga kehilangan penglihatannya sekitar lima tahun lalu.Saat melakukan perjalanan ke Kenya pada Juni 2026, Karen menggunakan aplikasi yang dikembangkan kakaknya. Teknologi tersebut membantunya memperoleh gambaran mengenai suasana safari yang sedang dikunjunginya melalui deskripsi audiovisual.AI Membantu Mengenali LingkunganKonsep aplikasi tersebut pada dasarnya memanfaatkan kamera dan teknologi AI untuk menganalisis lingkungan. Sistem kemudian mengubah informasi visual menjadi deskripsi yang dapat dipahami melalui suara.Bagi penyandang tunanetra, kemampuan tersebut dapat memberikan informasi tambahan mengenai benda, orang, kondisi jalan, maupun berbagai situasi yang berada di sekitar mereka.Pengembangan teknologi ini juga menunjukkan bagaimana pengalaman pribadi seseorang dapat menjadi dorongan untuk menciptakan inovasi yang memiliki manfaat sosial.Mark Morad tidak hanya mengembangkan teknologi untuk kebutuhan dirinya sendiri. Aplikasi tersebut telah digunakan oleh ribuan pengguna, termasuk adiknya sendiri.Teknologi untuk AksesibilitasPerkembangan AI selama beberapa tahun terakhir telah membuka berbagai kemungkinan dalam membantu kelompok penyandang disabilitas. Teknologi pengenalan gambar, pemrosesan bahasa, dan sintesis suara dapat digabungkan untuk menciptakan alat bantu yang sebelumnya sulit diwujudkan.Namun, teknologi semacam ini tetap memiliki keterbatasan. Sistem AI dapat melakukan kesalahan dalam mengenali objek atau memahami kondisi lingkungan. Karena itu, aplikasi tersebut lebih tepat dipandang sebagai alat bantu tambahan, bukan sebagai pengganti seluruh fungsi pendamping manusia.Kisah Morad juga memperlihatkan bahwa inovasi teknologi tidak selalu harus lahir dari perusahaan teknologi raksasa. Kebutuhan yang dialami secara langsung dapat menjadi pemicu munculnya solusi baru yang kemudian memberikan manfaat kepada masyarakat yang lebih luas.Perjalanan Morad dalam mengembangkan aplikasi tersebut membutuhkan waktu hampir dua tahun setelah ia mulai kehilangan penglihatannya. Reuters melaporkan bahwa proses pengembangan teknologi itu merupakan bagian dari upayanya untuk tetap dapat berinteraksi dengan dunia di sekitarnya.Dengan semakin berkembangnya kemampuan AI, teknologi seperti ini berpotensi menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang lebih inklusif. Penyandang tunanetra dapat memperoleh akses terhadap informasi visual secara lebih mandiri, sementara teknologi terus dikembangkan agar mampu memberikan deskripsi yang semakin akurat dan bermanfaat.Kisah dari Mesir tersebut menjadi salah satu contoh bahwa AI bukan hanya digunakan untuk pekerjaan, bisnis, atau hiburan, tetapi juga dapat diarahkan untuk membantu manusia menghadapi keterbatasan dan meningkatkan akses terhadap informasi.Sumber: Reuters

26 Aug 2026
Internasional

Harvard Jual Kursus US$699 dengan Dosen Berbasis AI

BOSTON, BungkasNews — Perkembangan kecerdasan buatan (AI) mulai membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan. Harvard Business School (HBS) menjadi salah satu institusi yang bereksperimen dengan teknologi tersebut melalui program pembelajaran yang menghadirkan versi digital berbasis AI dari para pengajarnya.Dilansir dari TechStory, Harvard Business School menawarkan Program tersebut dibanderol US$699 atau sekitar Rp12,38 juta, dengan asumsi kurs Rp17.720 per dolar AS.. Program tersebut menggunakan avatar berbasis AI yang dibuat menyerupai sejumlah anggota fakultas Harvard untuk menyampaikan materi dan berinteraksi dengan peserta.Teknologi ini memungkinkan peserta mendapatkan pengalaman belajar yang berbeda dari kursus daring konvensional. Alih-alih hanya menyaksikan rekaman video dosen, peserta dapat berinteraksi dengan representasi digital berbasis AI yang dirancang menyerupai pengajar manusia.Program tersebut ditujukan bagi para pengusaha maupun calon pendiri perusahaan yang ingin mengembangkan kemampuan dalam membangun dan mengembangkan bisnis. Materi pembelajaran dirancang sebagai pengalaman pendidikan profesional, bukan sebagai program gelar akademik.Penggunaan avatar AI juga membuka peluang bagi institusi pendidikan untuk memperluas akses terhadap pengetahuan yang dimiliki para pengajar. Seorang profesor memiliki keterbatasan waktu untuk mengajar dan memberikan pendampingan kepada setiap mahasiswa. Dengan bantuan AI, materi dan simulasi pembelajaran dapat tersedia lebih fleksibel bagi peserta dari berbagai lokasi dan zona waktu.Namun, kehadiran dosen berbasis AI juga memunculkan pertanyaan mengenai batas antara teknologi dan peran manusia dalam pendidikan. Apakah avatar AI mampu memberikan pengalaman belajar yang setara dengan berinteraksi langsung dengan seorang profesor?Eksperimen Harvard tersebut menunjukkan bahwa penggunaan AI di pendidikan mulai bergerak lebih jauh dari sekadar alat bantu penulisan, penelitian, atau tutor. AI mulai digunakan untuk menghadirkan pengalaman interaksi yang menyerupai proses belajar bersama seorang pengajar.Sejumlah sumber lain melaporkan bahwa teknologi avatar tersebut dikembangkan untuk memungkinkan peserta berlatih menghadapi situasi bisnis seperti presentasi kepada investor, percakapan penjualan, hingga simulasi rapat. Dengan demikian, teknologi tersebut lebih diarahkan sebagai alat simulasi dan pendamping pembelajaran daripada sekadar pengganti dosen manusia.Bagi dunia pendidikan, langkah Harvard menjadi gambaran mengenai kemungkinan munculnya model pembelajaran baru. Di masa depan, mahasiswa mungkin tidak hanya belajar dari profesor secara langsung, tetapi juga menggunakan versi AI yang membantu memperluas akses terhadap keahlian, pengalaman, dan materi yang dikembangkan oleh para akademisi.Meski menawarkan efisiensi dan fleksibilitas, kualitas interaksi, akurasi jawaban, etika penggunaan identitas dosen, serta nilai yang diperoleh peserta tetap menjadi faktor penting dalam menilai apakah teknologi semacam ini benar-benar mampu meningkatkan kualitas pendidikan.

23 Aug 2026
Internasional

Iran Peringatkan Negara Tetangga: Jangan Ikut Perang Ekonomi AS, atau Dianggap Musuh

TEHERAN, BungkasNews — Iran memperingatkan negara-negara di kawasan agar tidak ikut mendukung upaya Amerika Serikat untuk menekan dan melemahkan perekonomian Iran.Peringatan tersebut disampaikan Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, dalam wawancara dengan televisi pemerintah Iran, IRIB, Sabtu (22/8/2026).Dilansir dari Al Jazeera, Rezaei menegaskan bahwa negara-negara tetangga yang bergabung dalam kampanye ekonomi Amerika Serikat akan dipandang sebagai musuh oleh Iran.Pernyataan tersebut muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Iran. Trump sebelumnya mengumumkan rencana untuk melakukan operasi ekonomi besar-besaran terhadap Iran dan memperingatkan negara lain agar tidak memberikan dukungan ekonomi kepada Teheran.Menteri Keuangan AS Scott Bessent juga memperingatkan negara-negara yang memberikan bantuan atau “jalan keluar” ekonomi bagi Iran.Iran menyatakan tidak ingin memperluas konflik. Rezaei mengatakan pemerintahnya akan terlebih dahulu menggunakan pendekatan diplomasi untuk meredakan ketegangan dengan negara-negara tetangga.Namun, ia memperingatkan bahwa apabila negara-negara tersebut tetap memilih berpihak kepada Amerika Serikat, Iran dapat mengambil tindakan.Ketegangan juga berkaitan dengan Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran minyak terpenting di dunia. Iran sebelumnya menghentikan lalu lintas melalui selat tersebut sejak awal konflik, yang kemudian turut mendorong kenaikan harga sejumlah komoditas seperti minyak dan pupuk.Sejumlah negara di kawasan yang sebelumnya bergantung pada Selat Hormuz mulai mencari jalur perdagangan alternatif.Namun, Iran memperingatkan bahwa jalur alternatif pengiriman minyak dari kawasan Teluk juga dapat menjadi sasaran apabila negara-negara regional ikut dalam strategi tekanan ekonomi Amerika Serikat terhadap Iran.Kementerian Luar Negeri Iran pada Sabtu turut mengecam langkah Amerika Serikat yang akan datang. Teheran menilai kebijakan tersebut sebagai bentuk perluasan kewenangan Amerika Serikat terhadap negara-negara lain.Situasi ini menunjukkan bahwa konflik antara Iran dan Amerika Serikat tidak hanya berkembang dalam aspek militer, tetapi juga semakin meluas ke sektor ekonomi dan perdagangan regional.

23 Aug 2026
Internasional

Jepang Eksekusi Pelaku Pembakaran Pachinko yang Tewaskan Lima Orang

TOKYO, BungkasNews — Pemerintah Jepang mengeksekusi seorang pria yang terbukti melakukan pembakaran terhadap sebuah tempat permainan pachinko di Osaka pada 2009. Aksi tersebut menyebabkan lima orang tewas.Dilansir dari Channel NewsAsia (CNA), Sunao Takami, 58 tahun, dieksekusi dengan cara digantung pada Jumat (21/8/2026). Ia merupakan pelaku pembakaran sebuah tempat pachinko di Osaka yang dilakukan dengan menyiramkan bensin sebelum membakar lokasi tersebut. Dalam peristiwa itu, empat pelanggan dan satu karyawan meninggal dunia akibat kebakaran.Menteri Kehakiman Jepang Hiroshi Hiraguchi mengatakan keputusan eksekusi dilakukan setelah mempertimbangkan kasus tersebut secara menyeluruh. Menurutnya, peristiwa tersebut menimbulkan dampak serius serta ketakutan di tengah masyarakat.Takami dilaporkan baru diberitahu mengenai pelaksanaan hukuman mati pada Jumat pagi, beberapa saat sebelum eksekusi dilakukan. Praktik pemberitahuan dalam waktu singkat tersebut merupakan prosedur yang selama ini diterapkan Jepang.NHK melaporkan eksekusi terhadap Takami dilakukan di Osaka.Eksekusi tersebut menjadi hukuman mati pertama yang dilakukan Jepang sejak Juni 2025, ketika Takahiro Shiraishi, yang dikenal sebagai “Twitter killer”, dieksekusi setelah terbukti membunuh sembilan orang.Jepang dan Amerika Serikat merupakan dua negara anggota G7 yang masih menerapkan hukuman mati. Pemerintah Jepang mempertahankan hukuman tersebut meskipun praktiknya mendapat kritik dari sejumlah organisasi hak asasi manusia.Survei pemerintah Jepang pada 2024 menunjukkan sekitar 83 persen responden menilai hukuman mati masih diperlukan. Di sisi lain, dukungan terhadap penghapusan hukuman mati meningkat menjadi 17 persen.Menurut data yang dikutip CNA dari Amnesty International, jumlah eksekusi di berbagai negara juga mengalami peningkatan pada 2025. Amnesty mencatat sedikitnya 2.707 eksekusi di seluruh dunia pada tahun tersebut.

21 Aug 2026
Nasional

Buka IITS 2026, Pramono Dorong Kolaborasi Atasi Persoalan Transportasi

JAKARTA, BungkasNews — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendorong penguatan kolaborasi dalam menangani berbagai persoalan transportasi perkotaan. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi keynote speaker dalam Indonesia International Transport Summit (IITS) 2026 di The Tribrata Hotel & Convention Center, Jakarta Selatan, Kamis (20/8/2026).Dilansir dari Beritajakarta.id, Pramono menyampaikan bahwa forum IITS 2026 menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dan mendorong mobilitas perkotaan yang lebih berkelanjutan.Menurut Pramono, persoalan transportasi tidak hanya menjadi tantangan bagi Jakarta, tetapi juga dihadapi berbagai kota di dunia. Tantangannya mencakup kemacetan, perluasan akses transportasi, hingga upaya mengurangi polusi dan emisi.Jakarta saat ini memiliki sekitar 11,1 juta penduduk, sementara kawasan penyangga dihuni sekitar 41,9 juta jiwa. Tingginya mobilitas masyarakat tersebut memberikan tekanan terhadap sistem transportasi perkotaan.Di sisi lain, layanan transportasi publik di Jakarta telah menjangkau sekitar 92 persen penduduk. Namun, sektor transportasi masih menjadi penyumbang emisi gas rumah kaca terbesar di Jakarta, dengan kontribusi sekitar 52 persen dari emisi langsung pada 2024.Karena itu, Pramono mendorong masyarakat untuk menjadikan transportasi publik sebagai pilihan utama dalam melakukan mobilitas sehari-hari. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menempatkan transformasi transportasi sebagai bagian dari agenda menuju kota rendah karbon.Pemprov DKI menargetkan Jakarta mencapai Net Zero Emission pada 2050, menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 30 persen pada 2030, serta meningkatkan penggunaan transportasi publik hingga 55 persen pada 2044.Selain memperluas layanan transportasi publik, Pemprov DKI juga mengembangkan kawasan Transit Oriented Development (TOD), menyediakan akses transportasi gratis bagi 15 golongan masyarakat, serta meningkatkan fasilitas bagi pejalan kaki.Dalam upaya elektrifikasi transportasi publik, Jakarta telah mengoperasikan sekitar 500 bus listrik dan menargetkan 10.047 bus listrik pada 2030.Pramono menegaskan bahwa transformasi transportasi membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, sektor swasta, inovator teknologi, dan masyarakat.Ia berharap IITS 2026 dapat memperkuat kolaborasi, mendorong inovasi, serta membuka peluang investasi transportasi yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus lingkungan.

21 Aug 2026
Terkini

Tragis, Pasutri Tewas Saat Antar Jenazah Anak di Tol Batang

Batang, Bungkasnews — Perjalanan sebuah keluarga untuk mengantarkan jenazah anak ke tempat pemakaman berakhir tragis. Pasangan suami istri yang ikut dalam rombongan tersebut meninggal dunia setelah ambulans yang membawa jenazah mengalami kecelakaan di Tol Batang-Semarang, Jawa Tengah.Kecelakaan terjadi pada Rabu (19/8/2026) sekitar pukul 00.46 WIB di KM 379+900 jalur A, wilayah Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang. Kecelakaan tersebut melibatkan empat kendaraan, yakni sebuah ambulans, truk Hino, Toyota Innova, dan Toyota Avanza.Berdasarkan keterangan kepolisian yang diberitakan detikJateng, kecelakaan bermula ketika ambulans berusaha menyalip truk dari sisi kanan. Ambulans kemudian menabrak bagian belakang samping kanan truk hingga oleng dan menghantam kendaraan lain yang berada dalam rombongan pengantar jenazah.Akibat kecelakaan tersebut, tiga penumpang ambulans meninggal dunia. Dua di antaranya merupakan pasangan suami istri, Mulyana dan Giyanti, sementara satu korban lainnya adalah asisten sopir ambulans, Tekat Suyanto.Yang membuat peristiwa ini semakin memilukan, Mulyana dan Giyanti diketahui sedang berada di dalam ambulans untuk mendampingi jenazah anak mereka, Vicky Tio Prasetyo, yang hendak dibawa ke Jepara untuk dimakamkan.Sementara itu, polisi masih melakukan penyelidikan terhadap kecelakaan tersebut. Sopir ambulans juga masih menjalani pemeriksaan dan hingga laporan tersebut diterbitkan belum ditetapkan sebagai tersangka.Jenazah para korban kemudian diserahkan kepada keluarga. Jenazah Giyanti dan anaknya, Vicky, direncanakan dimakamkan di Jepara, sedangkan Mulyana dimakamkan di Cengkareng, Jakarta.

20 Aug 2026