Bungkas News

Hasil Pencarian untuk: "Tugas"

Ditemukan 15 berita.

Terkini

Malaysia Gagal ke Final, Paulo Josue: Gol Kami Belum Cukup

Bandung, Bungkasnews.com – Timnas Malaysia harus mengubur harapan melaju ke final FIFA ASEAN Cup 2026 meski berhasil meraih kemenangan telak 6-0 atas Singapura pada laga terakhir Grup A.Pertandingan berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Kamis (1/10/2026). Malaysia tampil dominan dan mencetak enam gol melalui hattrick Bergson da Silva, serta masing-masing satu gol dari Stuart Wilkin, Paulo Josue, dan Syahir Bashah.Namun, kemenangan tersebut belum cukup untuk membawa Malaysia menjadi juara Grup A. Pada pertandingan lainnya yang berlangsung bersamaan, Timnas Indonesia menang 9-2 atas Bangladesh.Malaysia dan Indonesia sama-sama mengoleksi tujuh poin dan sama-sama memiliki selisih gol +9. Namun, Indonesia mencetak 11 gol sepanjang fase grup, sedangkan Malaysia mencetak sembilan gol. Produktivitas gol tersebut menjadi pembeda posisi kedua tim.Paulo Josue, yang turut mencetak gol dalam kemenangan Malaysia atas Singapura, mengungkapkan kekecewaannya setelah hasil tersebut belum cukup mengantarkan Harimau Malaya ke final.“Saya pikir tugas kami telah terselesaikan, apa yang telah kami rencanakan untuk pertandingan ini...”Ia menilai Malaysia sudah menjalankan target yang dibutuhkan dalam pertandingan tersebut, termasuk mencetak banyak gol.“Dan hari ini adalah pertandingan di mana kami harus mencetak gol dan memenangkan laga, dan kami berhasil mencetak semua gol tersebut, tetapi sayangnya itu belum cukup.”Hasil pertandingan Indonesia menjadi faktor yang membuat Malaysia harus puas berada di posisi runner-up Grup A. Indonesia mencetak sembilan gol ke gawang Bangladesh, termasuk tambahan gol pada masa injury time, sehingga mengakhiri fase grup dengan 11 gol.Josue juga menyinggung jumlah gol yang dicetak Indonesia.“Cukup besar, saya tidak tahu berapa skor pastinya, sembilan gol, Anda tahu, sangat berat untuk kebobolan...”Meski gagal mencapai final, Josue meminta rekan-rekannya tidak larut dalam kekecewaan. Ia mengajak tim Malaysia untuk tetap fokus menghadapi pertandingan selanjutnya."Jadi, kami harus menegakkan kepala dan kemudian menghadapi pertandingan berikutnya dan mencoba menyelesaikannya dengan sebaik mungkin yang kami bisa," tegasnya. Dengan hasil tersebut, Malaysia akan melanjutkan perjuangan di FIFA ASEAN Cup 2026 untuk memperebutkan tempat ketiga pada Senin (5/10/2026).

02 Oct 2026
Mahasiswa

Memperkuat Jiwa Kepemimpinan dan Nilai Gontor, Prodi HI UNIDA Gontor Gelar International Relations Leadership Course

Unida Gontor, Bungkasnews.com - Fakultas Humaniora melalui Himpunan Mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional (HMP HI) Universitas Darussalam Gontor sukses menyelenggarakan kegiatan International Relations Leadership Course. Acara yang berlangsung pada Kamis malam, 17/9/2026, berlokasi di Hall Sirah Nabawiyah, Kampus Siman UNIDA Gontor.Mengusung tema “Building Visionary Leaders: Strengthening Leadership, Organizational Governance and Gontorian Values for Future International Relations Leaders”, agenda ini diwajibkan bagi seluruh mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional Semester 2 hingga Semester 8. Kegiatan ini menghadirkan narasumber utama, Kifah Gibraltar Bey Fananie, B.A., M.K.P.Dalam pemaparannya, Kifah Gibraltar Bey Fananie menekankan pentingnya bagi calon sarjana Hubungan Internasional untuk tidak hanya menguasai teori politik dan hubungan luar negeri secara akademis, tetapi juga memiliki ketahanan mental serta etika kepemimpinan yang matang.Beliau menggarisbawahi bahwa dinamika sosial dan politik, baik di tingkat nasional maupun internasional yang memerlukan kedewasaan sikap dan kematangan emosional.Dalam salah satu penyampaiannya, narasumber memberikan pesan mendalam terkait keterlibatan sosial dan politik:"Pada umumnya bersosialisasi dan pada khususnya berpolitik hanya di tenggorokan, jangan dimasukkan ke dalam hati."Pesan ini mengingatkan para mahasiswa agar mampu membedakan dinamika peran dalam berorganisasi atau berpolitik dengan hubungan personal, sehingga tidak mudah terbawa perasaan yang kontraproduktif.Lebih lanjut, pemateri mengajak para mahasiswa untuk memahami realitas dalam perjuangan berorganisasi dan kehidupan bermasyarakat. Menghadapi dinamika keputusan dan perubahan sikap orang lain memerlukan kedewasaan berpikir."Kita tidak pernah tahu alasan apa yang mereka pegang untuk kemudian beralih mengambil langkah-langkah tersebut. Karena di politik, bahkan di hidup kita ini, kita harus selalu menyiapkan dan menyisakan ruang untuk kecewa, tapi kita tidak boleh menyiapkan dan menyisakan ruang untuk menyerah," pungkas beliau di hadapan ratusan mahasiswa yang hadir.Poin inti yang turut menjadi sorotan utama dalam kuliah kepemimpinan ini adalah penanaman nilai ke-Gontor-an. Narasumber menegaskan prinsip dasar lembaga tempat para mahasiswa berteduh dan belajar."Berdiri dan untuk semua golongan itu adalah Gontor sebagai lembaga pendidikan, karena pendidikan harus berdiri di atas dan untuk semua golongan. Namun, bukan berarti sebagai alumni kita tidak aktif dan tidak boleh masuk di lini partai politik atau ormas tertentu. Bergeraklah sebagai alumni," terangnya.Prinsip ini menegaskan bahwa nilai netralitas dan inklusivitas institusi harus dijaga sebagai pondasi pendidikan, namun setelah menjadi alumni, para lulusan diharapkan dapat berperan aktif dan membawa warna positif di berbagai lini kemasyarakatan, partai politik, maupun organisasi kemasyarakatan.Melalui kegiatan ini, Fakultas Humaniora UNIDA Gontor berharap mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional dapat tumbuh menjadi pribadi yang berpandangan jauh ke depan (visioner), tangguh dalam menghadapi dinamika organisasi, serta senantiasa memegang teguh identitas dan nilai-nilai Gontorian.Acara diakhiri dengan sesi foto bersama dan penyerahan cenderamata. Antusiasme peserta yang memenuhi Hall Sirah Nabawiyah mencerminkan semangat generasi muda UNIDA Gontor untuk terus belajar dan bersiap menjadi pemimpin di kancah nasional maupun internasional.

20 Sep 2026
Mahasiswa

Merajut Silaturahmi di Perantauan, Ikatan Mahasiswa Mandailing Natal Sambut Mahasiswa Baru di Islamic Village Tangerang

Tangerang, Bungkasnews.com — Ikatan Mahasiswa Mandailing Natal (IKAMA) menyambut kedatangan mahasiswa baru asal Mandailing Natal yang melanjutkan pendidikan di Tangerang. Kegiatan tersebut berlangsung pada Jumat, 18/9/2026, pukul 20.00 WIB, bertempat di Lapangan IB Islamic Village, Tangerang.Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus membangun rasa kekeluargaan di antara mahasiswa asal Mandailing Natal yang berada di tanah rantau.Sebanyak 11 mahasiswa baru asal Mandailing Natal turut hadir dalam kegiatan penyambutan tersebut. Mereka merupakan mahasiswa yang baru datang dari Mandailing Natal untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Tangerang.Kehadiran mahasiswa baru tersebut disambut oleh mahasiswa asal Mandailing Natal yang telah lebih dahulu menjalani kehidupan akademik di Tangerang. Khususnya di Universitas Cendekia Abditama, Islamic Village, saat ini terdapat kurang lebih 150 mahasiswa asal Mandailing Natal yang sedang menempuh pendidikan.Kegiatan penyambutan tersebut tidak hanya menjadi ajang perkenalan, tetapi juga menjadi ruang untuk berbagi pengalaman mengenai kehidupan perkuliahan, lingkungan kampus, hingga dinamika kehidupan mahasiswa di tanah rantau.Baca juga: Doli Kurnia: Tak Ada Perdamaian Dunia Tanpa Palestina MerdekaKetua IKAMA, Abdul Rasyid Lubis, menyampaikan bahwa penyambutan mahasiswa baru merupakan bagian dari upaya membangun kekeluargaan dan solidaritas mahasiswa asal Mandailing Natal.“Kami ingin mahasiswa baru yang datang dari Mandailing Natal merasa diterima dan memiliki keluarga di tanah rantau. IKAMA hadir sebagai ruang untuk saling mengenal, saling mendukung, dan bersama-sama berkembang selama menjalani pendidikan di Tangerang,” ujar Abdul Rasyid Lubis.Menurutnya, keberadaan mahasiswa Mandailing Natal di Tangerang merupakan bagian dari potensi generasi muda yang perlu terus dibangun melalui pendidikan, organisasi, dan hubungan kekeluargaan.Ia berharap mahasiswa baru dapat beradaptasi dengan lingkungan perkuliahan serta aktif mengambil bagian dalam berbagai kegiatan yang memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun lingkungan.Sementara itu, Mantan Wakil Ketua Umum IKAMA (demisioner), Muhammad Nehru Lubis, yang akrab disapa Bung Lubis, turut memberikan pesan kepada mahasiswa baru agar menjadikan pengalaman merantau sebagai ruang untuk mengembangkan diri.Muhammad Nehru Lubis/ Demisioner wakil ketua umum IKAMA“Datang ke tanah rantau bukan hanya untuk mendapatkan gelar akademik, tetapi juga untuk membangun pengalaman, jaringan, dan karakter. Jadikan perantauan sebagai ruang belajar untuk tumbuh dan memberikan manfaat,” ujar Bung Lubis.Ia juga mengingatkan mahasiswa baru untuk tetap menjaga identitas dan nilai-nilai daerah selama berada di perantauan.“Kita boleh jauh dari kampung halaman, tetapi jangan sampai jauh dari nilai, budaya, dan semangat untuk membawa nama baik Mandailing Natal. Jadilah mahasiswa yang mampu berprestasi, berorganisasi, dan memberi kontribusi,” tambahnya.Baca juga: Tugas Kuliah Banyak, tetapi Apakah Kita Benar-Benar Belajar?Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa baru untuk berkenalan dengan mahasiswa senior, bertukar pengalaman, serta membangun jaringan sesama mahasiswa asal Mandailing Natal.Dengan hadirnya mahasiswa baru tersebut, IKAMA berharap hubungan kekeluargaan antar-mahasiswa Mandailing Natal di Tangerang semakin kuat. Penyambutan ini juga diharapkan menjadi awal bagi mahasiswa baru untuk beradaptasi dan menjalani kehidupan akademik dengan penuh semangat di tanah rantau.Bagi IKAMA, perantauan bukan sekadar tempat untuk menempuh pendidikan, tetapi juga ruang untuk membangun persaudaraan, memperluas pengalaman, dan mempersiapkan generasi muda Mandailing Natal agar mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat dan daerah asalnya.

19 Sep 2026
Opini

Tugas Kuliah Banyak, tetapi Apakah Kita Benar-Benar Belajar?

Oleh : RobiahPernahkah kita duduk di depan laptop pada malam hari, membuka satu per satu berkas tugas, lalu tiba-tiba bingung harus mulai dari mana? Satu tugas belum selesai, tugas lain sudah menunggu. Tenggat waktu datang hampir bersamaan. Waktu istirahat berkurang, waktu tidur dikorbankan, bahkan makan pun terkadang terlupakan. Pada akhirnya, yang ada di kepala bukan lagi, “Apa yang bisa saya pelajari dari tugas ini?”, melainkan, “Bagaimana caranya semua ini selesai sebelum tenggat waktu?”Begitulah rutinitas yang tidak asing bagi banyak mahasiswa, terutama ketika memasuki pertengahan semester. Makalah, presentasi, laporan mini riset, diskusi kelompok, hingga berbagai tugas lainnya hadir silih berganti. Masing-masing mungkin memiliki tujuan pembelajaran yang baik. Namun, ketika banyak tugas datang dalam waktu yang berdekatan, mahasiswa dapat kehilangan kesempatan untuk benar-benar menikmati proses belajar. Kesibukan akademik perlahan berubah menjadi perlombaan mengejar waktu.Di sinilah pertanyaan penting perlu diajukan: apakah banyaknya tugas selalu berarti banyaknya pembelajaran?Belajar seharusnya tidak berhenti pada menyelesaikan halaman, mengunggah berkas, atau mendapatkan tanda bahwa tugas telah dikumpulkan. Belajar adalah proses memahami, mempertanyakan, mencoba, melakukan kesalahan, kemudian menemukan pemahaman baru. Proses seperti itu membutuhkan waktu dan ruang untuk berpikir.Hal ini bukan sekadar perasaan yang dialami sebagian mahasiswa. Sebuah systematic review yang diterbitkan dalam Journal of American College Health pada 2023 menelaah 14 penelitian mengenai stres yang memengaruhi keberhasilan akademik mahasiswa pendidikan tinggi. Kajian tersebut menemukan bahwa stres mahasiswa berkaitan dengan berbagai faktor, termasuk faktor akademik, psikologis, perilaku, dan sosial. Temuan ini menunjukkan bahwa pengalaman akademik mahasiswa tidak dapat dipisahkan begitu saja dari kondisi stres yang mereka hadapi.Ketika beban akademik terasa terlalu padat, ruang tersebut dapat semakin sempit. Mahasiswa yang awalnya ingin membaca lebih banyak justru hanya membaca bagian yang dianggap penting untuk tugas. Yang seharusnya berdiskusi lebih dalam memilih mencari jawaban tercepat. Bahkan, tidak sedikit yang akhirnya mengerjakan tugas hingga larut malam bukan karena sedang tenggelam dalam keasyikan belajar, tetapi karena berusaha menyelesaikan semuanya tepat waktu.Dalam kondisi seperti itu, tujuan belajar bisa perlahan bergeser. Tugas yang semestinya menjadi sarana memahami materi berubah menjadi kewajiban yang harus dituntaskan. Bukan karena mahasiswa tidak ingin belajar, melainkan karena waktu, tenaga, dan perhatian harus dibagi kepada begitu banyak tuntutan dalam waktu yang bersamaan.Padahal, pendidikan tinggi bukan hanya tentang seberapa banyak tugas yang mampu diselesaikan. Ada hal yang jauh lebih penting: apa yang tersisa dalam diri mahasiswa setelah tugas itu selesai? Apakah pemahamannya bertambah? Apakah cara berpikirnya berkembang? Apakah ia menjadi lebih mampu menganalisis persoalan, menyampaikan gagasan, dan memecahkan masalah?Karena itu, tugas kuliah mungkin perlu dilihat bukan hanya dari jumlahnya, tetapi dari makna yang dibawanya. Tugas yang memberi kesempatan untuk mengamati persoalan nyata, berdiskusi, membuat proyek, melakukan penelitian sederhana, atau menemukan solusi dapat menjadi pengalaman belajar yang lebih hidup. Mahasiswa tidak hanya mengerjakan tugas, tetapi memahami mengapa tugas itu penting dan bagaimana pengetahuan tersebut dapat digunakan di luar ruang kelas.Pada akhirnya, mahasiswa memang perlu belajar bertanggung jawab terhadap kewajibannya. Namun, sistem pembelajaran juga perlu memberi ruang agar tanggung jawab tersebut tidak kehilangan makna. Sebab, mahasiswa bukan sekadar seseorang yang sedang berusaha menyelesaikan semester. Mereka sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi kehidupan yang jauh lebih luas.Mungkin sudah waktunya kita berhenti sejenak dan bertanya: setelah semua tugas ini selesai, apa yang benar-benar kita bawa pulang—tumpukan berkas yang telah dikumpulkan, atau pengetahuan yang benar-benar melekat dalam diri?

19 Sep 2026
Mahasiswa

Mahasiswa PPL/PLP FTIK UCA di SMA Islamic Centre Jalani Monev

Tangerang, Bungkasnews.com — Pelaksanaan Program Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dan Praktik Lapangan Profesi (PLP) mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Cendekia Abditama (FTIK UCA) di SMA Islamic Center Kota Tangerang telah memasuki hampir dua bulan. Untuk mengetahui perkembangan program tersebut, pihak program studi melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) pada Selasa, 15 September 2026.Kegiatan Monev tersebut dilaksanakan oleh Kaprodi Pendidikan Agama Islam (PAI), Dr. Maemunah, M.A.Pd., bersama Kaprodi Manajemen Pendidikan Agama Islam (MPI), Dadang Wahyudin, M.Pd. Keduanya hadir secara langsung untuk berdiskusi dengan mahasiswa peserta PPL dan PLP di ruang meeting SMA Islamic Center Kota Tangerang.Kegiatan dimulai sekitar pukul 10.50 WIB dan berlangsung kurang lebih selama setengah hingga satu jam. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa diberikan kesempatan untuk menyampaikan perkembangan selama menjalankan program PPL dan PLP yang telah berlangsung hampir dua bulan.Monev dilakukan untuk mengetahui sejauh mana progres pelaksanaan kegiatan PPL dan PLP, termasuk proses adaptasi mahasiswa di lingkungan sekolah, hubungan dengan guru pamong, serta komunikasi dan koordinasi dengan dosen pembimbing lapangan (DPL).Salah satu hal yang menjadi pembahasan dalam kegiatan tersebut adalah bagaimana mahasiswa membangun hubungan dan komunikasi dengan guru pamong selama menjalankan tugas di sekolah. Mahasiswa juga menyampaikan pengalaman dalam beradaptasi dengan lingkungan sekolah, mengikuti kegiatan pembelajaran, serta menjalankan berbagai tanggung jawab yang diberikan selama program berlangsung.Selain itu, mahasiswa juga mendapatkan perhatian terkait komunikasi dengan DPL, yang dalam pelaksanaan PPL dan PLP ini dibimbing oleh Dr. Deden Saeful Ridhwan MZ., M.A.Melalui kegiatan Monev, pihak program studi dapat memperoleh gambaran mengenai pelaksanaan PPL dan PLP secara langsung dari mahasiswa di lokasi praktik. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang evaluasi dan komunikasi untuk mengetahui berbagai perkembangan maupun kendala yang dihadapi mahasiswa selama menjalankan program.Bagi mahasiswa, Monev menjadi momentum untuk melakukan refleksi terhadap pelaksanaan kegiatan yang telah dijalani selama hampir dua bulan. Evaluasi tersebut diharapkan dapat menjadi bahan perbaikan agar pelaksanaan PPL dan PLP dapat berjalan lebih baik hingga program selesai.Dengan adanya monitoring dan evaluasi secara langsung, pelaksanaan PPL dan PLP mahasiswa di SMA Islamic Center Kota Tangerang diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari pemenuhan kegiatan akademik, tetapi juga menjadi proses pembelajaran bagi mahasiswa dalam mempersiapkan diri sebagai calon tenaga pendidik dan profesional di bidang pendidikan.

15 Sep 2026
Nasional

Prabowo Lantik Suahasil Nazara Jadi Menteri Keuangan

Jakarta, Bungkasnews.com – Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) yang baru, Senin (14/9/2026).Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, dan dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo. Suahasil menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan.Dilansir dari detikNews, pelantikan ditandai dengan pembacaan sumpah jabatan yang diikuti Suahasil. Dalam sumpahnya, ia berjanji setia kepada UUD 1945, menjalankan peraturan perundang-undangan, serta bekerja dengan penuh tanggung jawab dan menjunjung tinggi etika jabatan.Bukan Orang Baru di Kementerian KeuanganSuahasil bukan sosok baru di lingkungan Kementerian Keuangan. Sebelum dipercaya menjadi Menkeu, ia menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan dalam Kabinet Merah Putih dan dilantik pada 21 Oktober 2024.Baca juga: Mahasiswa Zaman Sekarang Kok Pada Bisu Pas Diskusi? Katanya Sih Harus RadikalKariernya di bidang kebijakan fiskal juga sudah cukup panjang. Suahasil pernah menjadi anggota Tim Asistensi Menteri Keuangan bidang Desentralisasi Fiskal pada 2009–2011 dan Wakil Ketua Komite Pengawas Pelaksanaan Otonomi Daerah pada 2009–2015.Ia juga pernah menjadi Koordinator Pokja Kebijakan di Sekretariat Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan pada 2010–2015 serta anggota Dewan Komite Ekonomi Nasional pada 2013–2014.Karier Suahasil di Kemenkeu semakin menanjak ketika ia dipercaya menjadi Kepala Badan Kebijakan Fiskal secara definitif pada 31 Oktober 2016.Tidak lama kemudian, pada 25 Oktober 2019, ia dipercaya menjadi Wakil Menteri Keuangan dalam Kabinet Indonesia Maju. Saat itu, Suahasil turut mendampingi Menteri Keuangan dalam perumusan dan pelaksanaan kebijakan fiskal nasional.Pergantian Menkeu untuk Kedua KalinyaPergantian Suahasil menjadi Menkeu menjadi perubahan kedua pada posisi bendahara negara sejak Prabowo menjabat sebagai Presiden.Sebelumnya, Purbaya Yudhi Sadewa dilantik sebagai Menteri Keuangan pada 8 September 2025 untuk menggantikan Sri Mulyani. Kini, posisi tersebut kembali berganti dan dipercayakan kepada Suahasil.Sejumlah pejabat tinggi negara turut hadir dalam pelantikan tersebut. Di antaranya para menteri koordinator, Menteri Luar Negeri Sugiono, Mensesneg Prasetyo Hadi, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Jaksa Agung ST Burhanuddin, Kepala BIN Herindra, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, hingga Wakapolri Komjen Dedy Prasetyo.Dengan pengalaman panjang di bidang kebijakan fiskal dan lingkungan Kementerian Keuangan, Suahasil kini mendapat tugas baru sebagai Menteri Keuangan di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.Sumber: detikNews, 14 September 2026.

14 Sep 2026
Opini

Kehidupan di Balik Scroll yang Tak Berujung

Oleh: RobiahPernahkah kita membuka ponsel hanya untuk melihat satu pesan, tetapi satu jam kemudian masih berada di depan layar?Awalnya hanya ingin melihat satu video. Kemudian muncul video berikutnya. Kita gulir lagi. Ada berita yang sedang viral, kita baca. Ada unggahan teman, kita lihat. Ada tren baru, kita ikuti. Tanpa terasa, waktu berjalan begitu saja.Lucunya, setelah berjam-jam berada di depan layar, terkadang kita justru tidak ingat apa saja yang telah kita lihat.Inilah salah satu wajah kehidupan digital hari ini. Kita hidup di tengah informasi yang tidak pernah berhenti datang, tetapi semakin sulit menemukan waktu untuk benar-benar berpikir.Kita Tidak Kekurangan Informasi, Kita Kekurangan JedaIndonesia saat ini berada dalam kehidupan digital yang sangat aktif. Laporan Digital 2026: Indonesia dari DataReportal mencatat sekitar 230 juta orang menggunakan internet di Indonesia pada akhir 2025. Pada periode yang sama, terdapat sekitar 180 juta identitas pengguna media sosial, setara dengan 62,9 persen populasi. DataReportal mengingatkan bahwa angka identitas pengguna tersebut tidak selalu berarti jumlah individu yang berbeda.Angka tersebut menunjukkan betapa besar ruang digital dalam kehidupan masyarakat.Namun, banyaknya pengguna tidak otomatis berarti meningkatnya kualitas cara kita mengonsumsi informasi.Kita bisa mengetahui berita terbaru hanya dalam hitungan detik. Kita bisa mengetahui kehidupan orang lain tanpa pernah bertemu dengannya. Kita bahkan bisa mengikuti berbagai peristiwa yang terjadi ribuan kilometer jauhnya.Tetapi pertanyaannya: apakah kita benar-benar memahami semuanya?Atau jangan-jangan kita hanya berpindah dari satu informasi ke informasi lainnya tanpa pernah memberikan kesempatan kepada pikiran untuk mencerna?Scroll, Scroll, dan Scroll LagiAda sesuatu yang menarik dari kebiasaan menggulir layar.Kita tidak pernah benar-benar tahu kapan harus berhenti.Satu video selesai, ada video lain. Satu berita selesai dibaca, muncul berita berikutnya. Satu komentar dibalas, muncul notifikasi baru.Semua dirancang agar perhatian kita terus berada di sana.Akibatnya, diam beberapa menit tanpa membuka ponsel terkadang terasa seperti kehilangan sesuatu.Padahal, mungkin yang sebenarnya kita kehilangan adalah waktu untuk diri sendiri.Kita kehilangan waktu membaca buku. Kehilangan kesempatan berbicara dengan orang di sekitar. Kehilangan waktu untuk merenung. Bahkan kehilangan kesempatan untuk benar-benar menyadari apa yang sedang kita rasakan.Yang lebih berbahaya, kebiasaan mengonsumsi informasi secara cepat dapat membuat kita terbiasa dengan sesuatu yang serba singkat.Kita ingin semuanya cepat: berita yang singkat, video yang pendek, penjelasan yang langsung pada kesimpulan.Sementara itu, banyak persoalan dalam kehidupan justru membutuhkan kesabaran untuk dipahami.Mahasiswa dan Godaan Menjadi “Tahu Segalanya”Bagi mahasiswa, persoalan ini menjadi semakin menarik.Kita berada di lingkungan yang seharusnya mendorong seseorang untuk berpikir kritis. Tugas kuliah meminta kita membaca. Diskusi meminta kita berargumentasi. Pendidikan seharusnya membuat kita berani mempertanyakan sesuatu.Namun, di luar ruang kelas, kita berada dalam dunia yang bergerak sangat cepat.Kita bisa membaca potongan informasi di media sosial kemudian merasa sudah memahami sebuah persoalan. Padahal, mungkin kita hanya melihat satu sisi.Sebuah berita viral belum tentu memberikan gambaran lengkap. Sebuah video berdurasi satu menit belum tentu mampu menjelaskan persoalan yang terjadi bertahun-tahun. Begitu pula komentar seseorang tidak otomatis menjadi kebenaran hanya karena mendapatkan ribuan tanda suka.Di sinilah mahasiswa perlu berhati-hati.Jangan sampai kita menjadi generasi yang cepat berkomentar, tetapi lambat memahami.Menjadi mahasiswa bukan sekadar memiliki akses terhadap banyak informasi. Mahasiswa juga dituntut mampu mengolah informasi menjadi pengetahuan dan pengetahuan menjadi pemahaman.Ketika Algoritma Lebih Mengenal Kita daripada Diri SendiriPernah merasa media sosial seolah-olah tahu apa yang kita sukai?Kita baru beberapa kali melihat konten tentang suatu topik, tiba-tiba konten serupa muncul berulang kali.Kita menyukai jenis video tertentu, lalu platform terus menyajikannya.Hal tersebut memang membuat pengalaman menggunakan media sosial terasa menyenangkan. Tetapi tanpa disadari, kita bisa terjebak dalam ruang yang hanya memperlihatkan apa yang kita sukai.Kita semakin sering bertemu dengan pendapat yang sama dan semakin jarang berhadapan dengan pandangan yang berbeda.Padahal, berpikir kritis tidak tumbuh dari kenyamanan.Kita membutuhkan perbedaan untuk menguji keyakinan. Kita membutuhkan pertanyaan untuk mengetahui apakah pendapat kita memiliki dasar. Kita membutuhkan diskusi untuk memahami bahwa satu persoalan bisa dilihat dari banyak sisi.Karena itu, sesekali membaca sesuatu yang berbeda dari pandangan kita bukanlah ancaman.Justru mungkin dari sanalah kita belajar menjadi lebih dewasa dalam berpikir.Berhenti Sejenak Bukan Berarti KetinggalanMungkin kita takut berhenti karena merasa akan tertinggal.Takut tidak tahu tren terbaru. Takut tidak mengetahui berita yang sedang ramai. Takut tidak mengikuti percakapan teman.Padahal, tidak semua hal harus kita ketahui.Tidak semua tren harus kita ikuti.Tidak semua perdebatan harus kita masuki.Ada kalanya kita perlu mengatakan kepada diri sendiri: cukup untuk hari ini.Letakkan ponsel. Baca sesuatu yang lebih panjang. Berbicara dengan orang lain. Menulis apa yang ada di kepala. Atau sekadar duduk tanpa melakukan apa pun.Mungkin awalnya terasa membosankan.Namun, justru dalam kesunyian itulah pikiran memiliki kesempatan untuk bekerja.Kita Harus Menggunakan Teknologi, Bukan Digunakan OlehnyaMedia sosial bukan musuh.Teknologi juga bukan sesuatu yang harus kita jauhi.Keduanya telah menjadi bagian dari kehidupan modern dan memberikan begitu banyak manfaat. Persoalannya adalah bagaimana kita menempatkan teknologi dalam kehidupan.Jangan sampai ponsel yang seharusnya menjadi alat justru berubah menjadi pengendali perhatian.Jangan sampai algoritma menentukan apa yang kita pikirkan.Jangan sampai jumlah likes menentukan apa yang kita anggap benar.Dan jangan sampai kebiasaan menggulir layar membuat kita lupa bahwa kehidupan yang sebenarnya tidak berada di dalam layar.Pada akhirnya, kita tidak membutuhkan lebih banyak informasi. Kita membutuhkan kemampuan untuk memilih informasi mana yang layak dipercaya, mana yang perlu dipertanyakan, dan mana yang sebaiknya dilewatkan.Sebab, menjadi orang yang berpengetahuan bukan berarti mengetahui segala sesuatu. Menjadi berpengetahuan berarti tahu apa yang perlu diketahui dan mampu memahami apa yang telah kita ketahui.Jadi, sebelum jari kembali menggulir layar tanpa henti, mungkin ada satu pertanyaan yang layak kita ajukan kepada diri sendiri:Setelah begitu banyak yang kita lihat hari ini, apa yang benar-benar kita pahami?Barangkali sudah waktunya kita berhenti sebentar.Bukan untuk meninggalkan dunia digital, tetapi untuk kembali menemukan diri sendiri di luar layar.

11 Sep 2026
Terkini

Abu Vulkanik Anak Krakatau Dipantau Ketat, DLH Jakarta Siaga

Jakarta, Bungkasnews.com – Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau menjadi perhatian Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta memperketat pemantauan kualitas udara untuk mengetahui dampak paparan abu vulkanik di sejumlah wilayah.Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Dudi Gardesi, mengatakan paparan abu vulkanik di permukaan bisa berbeda antara satu lokasi dengan lokasi lainnya. Karena itu, kondisi tersebut perlu diketahui melalui pengukuran kualitas udara serta pemantauan langsung di lapangan.Menurut Dudi, jajarannya juga diminta menindaklanjuti laporan mengenai adanya endapan abu. Koordinasi dengan sejumlah instansi turut diperkuat, di antaranya BMKG, PVMBG, BPBD, dan Dinas Kesehatan.“Pemantauan harus menjadi dasar penyampaian peringatan dan penyesuaian langkah perlindungan warga,” kata Dudi.Informasi Kualitas Udara Harus TerbukaDLH DKI Jakarta juga menekankan pentingnya penyampaian informasi kepada masyarakat secara terbuka dan mudah dipahami. Setiap perubahan kondisi kualitas udara diharapkan segera diikuti dengan pembaruan informasi agar warga dapat mengetahui langkah yang perlu dilakukan.Selain melindungi masyarakat, Dudi meminta perlindungan terhadap petugas kebersihan yang bekerja di lapangan tetap diperhatikan selama kondisi abu vulkanik masih menjadi perhatian.Masyarakat Jakarta dapat memantau perkembangan kualitas udara melalui udara.jakarta.go.id serta mengikuti informasi resmi dari DLH, BPBD, dan BMKG.Dudi juga mengimbau masyarakat untuk saling membantu, terutama anggota keluarga maupun tetangga yang membutuhkan pendampingan untuk mendapatkan informasi atau pertolongan.Langkah pemantauan kualitas udara tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mengantisipasi dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau sekaligus memastikan informasi mengenai kondisi udara dapat segera diterima masyarakat.Sumber: Beritajakarta.id, 6 September 2026.

06 Sep 2026
Internasional

Banjir Bhote Koshi, 668 Turis dari 34 Negara Hilang Kontak

KATHMANDU, BungkasNews — Sebanyak 668 wisatawan dari 34 negara kehilangan kontak setelah banjir besar melanda Sungai Bhote Koshi, Nepal, pada Rabu (26/8/2026). Hingga Kamis, tim penyelamat masih melakukan pencarian di sejumlah wilayah yang terdampak bencana.Dilansir dari Nepal News, data tersebut disampaikan Departemen Pariwisata di bawah Kementerian Kebudayaan, Pariwisata dan Penerbangan Sipil Nepal pada Kamis sore. Dari 668 wisatawan yang belum dapat dihubungi, sebanyak 341 merupakan laki-laki dan 327 perempuan.Dari jumlah tersebut, 541 orang merupakan warga negara asing, yang sebagian besar sedang melakukan perjalanan trekking. Sementara itu, 127 orang lainnya merupakan warga Nepal.Banjir besar yang menerjang Sungai Bhote Koshi terjadi pada Rabu pagi. Sejak saat itu, kontak dengan ratusan wisatawan tersebut dilaporkan terputus.Warga India Terbanyak Belum TerhubungWarga negara India menjadi kelompok terbesar di antara wisatawan yang belum berhasil dihubungi, dengan jumlah mencapai 178 orang.Selain itu, terdapat 65 warga Amerika Serikat, 53 warga Ukraina, 51 warga Malaysia, 35 warga Australia, 33 warga Inggris, 25 warga Kanada, dan 24 warga China yang juga masih belum dapat dihubungi.Wisatawan dari sejumlah negara lainnya turut tercatat dalam daftar tersebut, antara lain Singapura, Rusia, Jerman, Afrika Selatan, Latvia, Jepang, Selandia Baru, Prancis, Spanyol, Belgia, Irlandia, Belanda, Portugal, Kazakhstan, Italia, Bulgaria, Swiss, Serbia, Swedia, Filipina, Lithuania, Israel, Hungaria, Finlandia, dan Belarus.Para wisatawan tersebut diketahui melakukan perjalanan untuk kegiatan trekking maupun wisata melalui sejumlah agen perjalanan. Departemen Pariwisata Nepal telah merilis nama-nama wisatawan yang masih belum berhasil dihubungi setelah kehilangan kontak sejak banjir terjadi.Pencarian Menghadapi Medan SulitUpaya pencarian dan penyelamatan terus dilakukan pemerintah Nepal. Tim penyelamat telah dikerahkan sejak Rabu, tetapi kondisi medan yang sulit membuat petugas belum dapat menjangkau seluruh lokasi yang terdampak.Selain pencarian melalui jalur darat, operasi udara menggunakan helikopter juga dilakukan untuk membantu menemukan wisatawan yang masih belum diketahui keberadaannya.Kondisi geografis wilayah terdampak menjadi salah satu tantangan utama dalam proses pencarian. Tim penyelamat harus bekerja di tengah kawasan yang terdampak banjir besar serta kerusakan akibat bencana.Pemerintah Nepal masih berupaya memperoleh informasi mengenai keberadaan para wisatawan yang kehilangan kontak tersebut. Proses pencarian juga dilakukan untuk memastikan kondisi dan keselamatan mereka.Banjir Bhote Koshi Berdampak pada PariwisataBencana banjir Bhote Koshi juga memberikan dampak terhadap sektor pariwisata Nepal. Sunil Sharma, juru bicara Nepal Tourism Board, mengatakan bencana tersebut memberikan dampak besar terhadap industri pariwisata.Menurutnya, bencana yang berulang dapat memberikan tekanan serius terhadap sektor pariwisata Nepal dalam jangka panjang.Kondisi tersebut menjadi perhatian karena trekking dan wisata alam merupakan bagian penting dari aktivitas pariwisata Nepal. Banyak wisatawan mancanegara datang ke negara tersebut untuk menikmati kawasan pegunungan dan melakukan perjalanan trekking.Banjir besar yang terjadi di wilayah Bhote Koshi kini tidak hanya menjadi persoalan keselamatan wisatawan, tetapi juga berpotensi memengaruhi kepercayaan wisatawan terhadap keamanan destinasi wisata Nepal.Hingga laporan ini diterbitkan, proses pencarian terhadap 668 wisatawan yang kehilangan kontak masih berlangsung. Pemerintah dan tim penyelamat terus melakukan berbagai upaya untuk menemukan mereka di tengah kondisi medan yang sulit.Sumber: Nepal News

28 Aug 2026
Utama

Golkar Hadir untuk Rakyat, Ahmad Doli Kawal Penanganan Dua Anak Korban Dugaan Kekerasan

Dairi, BungkasNews - Kepedulian terhadap dua anak bersaudara, AP (7) dan adiknya (6), korban dugaan kekerasan di Kabupaten Dairi, terus mendapat perhatian. Setelah sebelumnya menjadi perhatian pemerintah daerah dan aparat penegak hukum, penanganan kedua korban kini turut dikawal langsung oleh Anggota DPR RI Komisi II Fraksi Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia Tanjung.Ahmad Doli datang untuk memastikan kedua korban memperoleh penanganan medis, perlindungan, serta pendampingan yang layak. Perhatian tersebut semakin penting setelah AP dirujuk ke Rumah Sakit Haji Medan untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.Dalam kunjungan tersebut, Ahmad Doli didampingi jajaran Partai Golkar Dairi yang mewakili Ketua Golkar Dairi Sabam Sibarani, yakni Ketua Harian Golkar Dairi Amper Nainggolan, Wakil Ketua OKK Bonar Butar-Butar, Bendahara Golkar Dairi Samsul Kudadiri, serta Ketua Ormas MKGR Sumatera Utara sekaligus Anggota DPRD Sumut Darma Putra Rangkuti. Turut hadir Ketua MUI Dairi Hj. Wahlim Munthe, Selasa (25/8/2026).Rombongan diterima Kepala Dinas Sosial Kabupaten Dairi Tumpal Daut Pasaribu, Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Dairi dr. Erna Marpaung, serta pihak Rumah Sakit Haji Medan.Dalam pertemuan tersebut, Ahmad Doli memberikan bantuan untuk mendukung kebutuhan kedua korban sekaligus menegaskan pentingnya penanganan yang serius, menyeluruh, dan berkelanjutan.Menurut Ahmad Doli, kondisi kedua anak harus menjadi perhatian bersama. Penanganan tidak boleh berhenti pada aspek medis semata, tetapi juga harus mencakup pendampingan psikologis, perlindungan, serta pemenuhan hak-hak anak selama proses pemulihan.“Yang paling utama adalah bagaimana anak-anak ini mendapatkan penanganan terbaik sampai kondisi mereka benar-benar pulih. Jangan sampai persoalan biaya menjadi kendala dalam proses pengobatan,” tegas Ahmad Doli.Ia juga menekankan agar persoalan biaya tidak menjadi hambatan dalam proses perawatan. Pemerintah Kabupaten Dairi diharapkan memastikan biaya pengobatan dan kebutuhan perawatan kedua korban dapat terpenuhi sesuai ketentuan dan kewenangan yang ada.Hal tersebut menjadi perhatian khusus mengingat AP saat ini menjalani perawatan di Rumah Sakit Haji Medan setelah sebelumnya dirujuk dari RSUD Sidikalang.Golkar Dairi Pastikan Pengawalan BerkelanjutanPerhatian terhadap kedua korban merupakan bagian dari komitmen jajaran Partai Golkar untuk hadir di tengah masyarakat, terutama ketika masyarakat menghadapi persoalan yang membutuhkan perhatian dan dukungan.Atas arahan Ketua Golkar Dairi Sabam Sibarani, jajaran pengurus Partai Golkar Dairi sebelumnya telah mengunjungi kedua korban untuk memberikan dukungan moril sekaligus mengikuti perkembangan kondisi mereka.Ketua Harian Golkar Dairi Amper Nainggolan bersama jajaran pengurus lainnya kemudian memastikan komunikasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait tetap berjalan. Dengan keterlibatan Ahmad Doli Kurnia Tanjung, pengawalan terhadap penanganan kedua korban semakin diperkuat.Partai Golkar juga mendorong koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Dairi, rumah sakit, Dinas Sosial, DP3AP2KB, serta pihak terkait lainnya agar seluruh kebutuhan korban dapat ditangani secara terpadu sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.Kehadiran Ahmad Doli tidak dimaksudkan sebagai kunjungan seremonial. Fokus utamanya adalah memastikan kedua anak memperoleh hak atas pelayanan kesehatan, perlindungan, pendampingan, dan pemulihan secara optimal.Karena itu, jajaran Golkar Dairi akan terus mengikuti perkembangan kondisi kedua korban. Pengawalan diarahkan terutama pada aspek pemulihan dan pemenuhan kebutuhan korban agar peristiwa yang mereka alami tidak menyebabkan mereka kehilangan hak-haknya sebagai anak.Tidak Berhenti pada PengobatanPenanganan korban dugaan kekerasan tidak cukup hanya sampai pada saat mereka mendapatkan perawatan medis. Proses pemulihan harus dilakukan secara berkelanjutan hingga kondisi kedua anak semakin membaik dan mereka dapat kembali menjalani kehidupan secara layak.Koordinasi lintas pihak menjadi penting agar kebutuhan medis, sosial, psikologis, dan perlindungan anak dapat ditangani secara komprehensif.Keterlibatan Ahmad Doli Kurnia Tanjung bersama jajaran Golkar Sumatera Utara dan Golkar Dairi menjadi bentuk nyata kepedulian partai terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.Bagi Partai Golkar, keberadaan partai tidak hanya hadir dalam ruang politik, tetapi juga harus dirasakan ketika masyarakat membutuhkan perhatian dan dukungan. Dalam kasus ini, setiap jajaran mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing, mulai dari arahan Ketua Golkar Dairi, pendampingan pengurus di lapangan, hingga keterlibatan Ahmad Doli dalam memastikan penanganan kedua korban mendapat perhatian serius.Komitmen tersebut diharapkan terus berjalan bersama pemerintah daerah dan seluruh pihak terkait dengan satu tujuan utama: memastikan AP dan adiknya mendapatkan perawatan, perlindungan, pendampingan, serta pemulihan terbaik.Inilah bentuk nyata “Golkar Hadir untuk Rakyat”: hadir ketika masyarakat membutuhkan, bergerak ketika ada persoalan, dan terus mengawal agar masyarakat memperoleh perhatian serta pelayanan yang semestinya.

26 Aug 2026
Nasional

Seleksi PPIH Kesehatan Haji 2027 Resmi Dibuka

JAKARTA, BungkasNews — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia resmi membuka seleksi PPIH Kesehatan Haji 2027 untuk penyelenggaraan ibadah haji 1448 H/2027 M. Pendaftaran mulai dibuka pada 20 Agustus 2026 dan calon peserta masih memiliki kesempatan mengunggah dokumen hingga 26 Agustus 2026.Dilansir dari situs resmi Kementerian Haji dan Umrah, seleksi tersebut mencakup Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kesehatan Kloter serta PPIH Kesehatan Arab Saudi dan tenaga kesehatan bandara.Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenhaj, Puji Raharjo, mengatakan proses seleksi dilakukan untuk mendapatkan petugas kesehatan yang profesional, berintegritas, kompeten, serta memiliki komitmen kuat dalam memberikan pelayanan kepada jemaah haji.Menurut Kemenhaj, petugas kesehatan nantinya dituntut tidak hanya memiliki kompetensi profesi, tetapi juga kesiapan fisik dan mental untuk bekerja dalam situasi pelayanan yang dinamis. Kemampuan menangani kondisi kegawatdaruratan serta melaksanakan tugas administratif juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan jemaah.Formasi PPIH Kesehatan Haji 2027Dalam seleksi PPIH Kesehatan Haji 2027, formasi untuk petugas kesehatan kloter terdiri atas dokter atau dokter spesialis dan perawat.Sementara itu, formasi PPIH Kesehatan Arab Saudi dan tenaga kesehatan bandara mencakup sejumlah bidang, antara lain dokter, dokter spesialis, perawat, apoteker atau tenaga vokasi farmasi, elektromedis, tenaga laboratorium medis, tenaga rehabilitasi medik, radiografer, tenaga sanitasi lingkungan, perekam medis dan informasi kesehatan, serta tenaga pencegahan dan pengendalian infeksi.Untuk dokter, perawat, serta apoteker atau tenaga vokasi farmasi, terdapat persyaratan dokumen profesi berupa Surat Tanda Registrasi (STR) dan Surat Izin Praktik (SIP) sesuai ketentuan. Dokter dan perawat juga diwajibkan memiliki sertifikat kegawatdaruratan yang masih berlaku.Syarat Umum dan Batas UsiaSecara umum, calon petugas harus sehat secara jasmani dan rohani, memiliki integritas serta rekam jejak yang baik, mampu mengoperasikan komputer maupun perangkat berbasis Android atau iOS, dan diutamakan memiliki kemampuan komunikasi dalam bahasa Arab dan/atau bahasa Inggris.Untuk tenaga kesehatan kloter, usia yang dipersyaratkan adalah minimal 25 tahun dan maksimal 57 tahun. Sementara tenaga kesehatan yang bertugas di sektor dan Klinik Kesehatan Haji Indonesia memiliki batas usia 27 hingga 55 tahun. Calon peserta juga harus memiliki pengalaman kerja minimal dua tahun sesuai bidang atau peminatan tugas.Jadwal Seleksi PPIH Kesehatan Haji 2027Kemenhaj menetapkan beberapa tahapan dalam proses seleksi. Pendaftaran dimulai pada 20 Agustus 2026, sedangkan batas akhir unggah dokumen adalah 26 Agustus 2026.Peserta yang lolos verifikasi administrasi selanjutnya akan mengikuti Computer Assisted Test (CAT) pada 31 Agustus 2026. Tahapan berikutnya berupa Medical Check Up (MCU) pada 3–8 September 2026. Peserta yang dinyatakan berhak mengikuti pendidikan dan pelatihan akan diumumkan pada 15 September 2026.Kemenhaj juga menegaskan bahwa seluruh proses seleksi tidak dipungut biaya dan bebas gratifikasi. Peserta diminta melakukan pendaftaran secara mandiri serta memastikan seluruh dokumen yang disampaikan benar dan dapat dipertanggungjawabkan.Bagi tenaga kesehatan yang memenuhi persyaratan dan berminat menjadi bagian dari pelayanan jemaah haji Indonesia, kesempatan PPIH Kesehatan Haji 2027 ini perlu dimanfaatkan dengan mempersiapkan dokumen dan mengikuti setiap tahapan sesuai jadwal.Sumber: Kementerian Haji dan Umrah RIInformasi resmi: "Kementerian Haji dan Umrah RI" (https://reference-url-citation.invalid/8)

23 Aug 2026
Internasional

Harvard Imbau Mahasiswa Internasional Kembali ke AS Sebelum Aturan Visa 4 Tahun Berlaku

BOSTON, BungkasNews — Universitas Harvard mengimbau mahasiswa dan akademisi internasional yang mengikuti program perkuliahan di kampus untuk merencanakan kepulangan ke Amerika Serikat sebelum perubahan kebijakan visa pelajar diberlakukan.Dilansir dari Economic Times, Harvard menyarankan mahasiswa internasional yang akan mengikuti semester musim gugur untuk kembali ke Amerika Serikat paling lambat 15 September 2026. Imbauan tersebut berkaitan dengan aturan baru Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat (DHS) yang dijadwalkan mulai berlaku pada tanggal yang sama.Aturan baru tersebut akan memberlakukan batas waktu tertentu terhadap status visa pelajar dan pengunjung pertukaran. Untuk mahasiswa internasional, masa status visa F akan dibatasi maksimal empat tahun. Perubahan ini menjadi perhatian bagi mahasiswa yang menjalani program pendidikan lebih panjang dari empat tahun atau membutuhkan perpanjangan masa studi.Harvard mengambil langkah antisipatif karena universitas menilai masih terdapat ketidakpastian mengenai penerapan dan dampak penuh dari aturan baru tersebut terhadap mahasiswa internasional.Universitas tersebut meminta mahasiswa dan akademisi internasional memperhatikan jadwal perjalanan mereka agar tidak menghadapi kendala ketika kembali ke Amerika Serikat setelah kebijakan baru mulai diterapkan. Kebijakan tersebut juga mendapat tantangan hukum. Sejumlah organisasi dan kelompok advokasi telah menggugat pemerintah Amerika Serikat untuk membatalkan aturan yang membatasi durasi visa mahasiswa internasional, pengunjungpertukaran, serta jurnalis.Sementara itu, aturan visa Amerika Serikat juga perlu dibedakan antara masa berlaku visa dan lama seseorang diperbolehkan tinggal di AS. Departemen Luar Negeri AS menjelaskan bahwa masa berlaku visa menentukan periode seseorang dapat menggunakannya untuk meminta masuk ke Amerika Serikat, sedangkan keputusan mengenai izin masuk dan lama tinggal ditentukan oleh petugas imigrasi di perbatasan.Bagi mahasiswa Indonesia yang sedang atau akan menempuh pendidikan di Amerika Serikat, perkembangan kebijakan tersebut penting untuk diperhatikan, terutama terkait jadwal perjalanan, status akademik, dan ketentuan imigrasi yang berlaku..

21 Aug 2026
Opini

Pressure is Previllage

Pernahkah Anda merasa ingin melempar laptop, keluar dari grup koordinasi organisasi, atau sekadar menghilang saat tumpukan tugas dan ekspektasi mulai mencekik leher? Bagi banyak mahasiswa dan pelajar saat ini, tekanan sering kali dianggap sebagai "musuh" yang harus dihindari demi kesehatan mental. Fenomena “quit-culture” atau kecenderungan untuk menyerah saat situasi mulai memanas menjadi pelarian yang makin umum. Kita sering merasa menjadi korban dari keadaan, padahal di balik rasa sesak itu, ada sebuah pengakuan tersirat dari dunia bahwa Anda adalah sosok yang mampu.​Realitanya, fenomena tekanan mental di kalangan akademisi muda memang meningkat. Data dari Indonesia National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) menunjukkan bahwa 1 dari 3 remaja Indonesia memiliki masalah kesehatan mental dalam 12 bulan terakhir. Angka ini setara dengan 15,5 juta dan 2,45 juta remaja. Di sisi lain, tren “Quiet Quitting” dan rendahnya resiliensi (daya lenting) menjadi tantangan besar di dunia kerja maupun kampus. Banyak yang salah mengartikan "ketenangan" dengan "ketiadaan beban", padahal sejarah mencatat bahwa inovasi terbesar manusia lahir dari tekanan yang luar biasa mulai dari penemuan vaksin di tengah pandemi hingga lahirnya gerakan reformasi dari tangan mahasiswa yang terhimpit keadaan.​Tekanan sebagai "Surat Kepercayaan"​Kita harus berani membedah ulang makna tekanan. Mengapa seorang dosen memberikan revisi yang tajam pada skripsi Anda? Mengapa sebuah organisasi mempercayakan tanggung jawab besar pada pundak Anda? Jawabannya sederhana: karena mereka melihat potensi yang bisa digali. Dunia tidak akan membuang energi untuk menekan sesuatu yang tidak memiliki nilai. Jika Anda tidak memiliki kapasitas, Anda akan diabaikan. Maka, merasa tertekan sebenarnya adalah indikator bahwa Anda masih relevan, masih diperhitungkan, dan masih memiliki peran penting dalam ekosistem Anda.​Pernahkah Mendengar: Pressure is a Privilege?​Legenda tenis dunia, Billie Jean King, pernah berucap: "Pressure is a privilege." Kalimat ini bukan sekadar kata mutiara, melainkan sebuah perubahan paradigma. King menegaskan bahwa tekanan biasanya datang kepada mereka yang memiliki kesempatan untuk membuat perbedaan. Tekanan adalah hak istimewa yang hanya dimiliki oleh orang-orang yang berada di "lapangan permainan", bukan penonton di tribun yang hanya bisa melihat tanpa beban. Saat Anda merasa tertekan, itu adalah bukti bahwa Anda sedang memegang kendali atas sesuatu yang berharga.​Mengelola, Bukan Menghindari​Menjadikan tekanan sebagai privilese bukan berarti kita harus mengabaikan kesehatan mental. Solusinya adalah dengan Regulasi Emosi dan Manajemen Energi:​Re-framing: Ubah narasi "Aku harus melakukan ini" menjadi "Aku beruntung diberikan kesempatan untuk melakukan ini."​Metode Micro-Steps: Pecah tekanan besar menjadi tugas-tugas kecil yang bisa dikelola agar otak tidak mengalami freeze.​Filter Ekspektasi: Bedakan mana tekanan yang membangun (untuk pertumbuhan diri) dan mana tekanan yang toksik (yang merusak integritas).​Dengan mengubah sudut pandang ini, pembaca terutama rekan-rekan mahasiswa tidak lagi melihat tantangan sebagai beban yang menghancurkan, melainkan sebagai "bahan bakar" untuk naik kelas. Anda akan memiliki daya tahan (grit) yang lebih kuat, mentalitas pemimpin yang tangguh, dan yang terpenting: rasa syukur di tengah kesibukan. Ingatlah, berlian hanya bisa terbentuk di bawah tekanan yang ekstrem. Jika hari ini Anda merasa tertekan, selamatvdunia sedang mempersiapkan Anda untuk menjadi sesuatu yang berkilau.

17 Aug 2026
Pendidikan

Semarak Perayaan 17 Agustus di SMA Islamic Centre bersama dewan guru, stap, dan seluruh siswa

TANGERANG,Bungkasnews  — Kebersamaan dan semangat kebangsaan mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Republik Indonesia di SMA Islamic Centre, Tangerang. Seluruh mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) berkolaborasi secara apik bersama jajaran dewan guru serta seluruh siswa untuk sukses menggelar acara Semarak Kemerdekaan 17 Agustus. Acara tahunan ini berlangsung penuh antusiasme, keceriaan, dan kemeriahan yang melingkupi seluruh lingkungan sekolah dari pagi hingga siang.Kegiatan semarak ini bukan sekadar ajang perayaan rutin, melainkan menjadi simbol nyata dari eratnya kolaborasi antara para guru, stap jajaran dan mahasiswa PPL/PLP. Melalui kerja sama ini, mereka bersama-sama berupaya menghidupkan jiwa patriotisme dan rasa cinta tanah air di lingkungan pendidikan. Rangkaian perayaan diawali dengan pembukaan yang dipimpin oleh kepala sekolah SMA Islamic Centre Sumardi, S.Pd., M.M.Kehangatan acara makin terasa saat memasuki sesi perlombaan. Berbagai cabang kompetisi diselenggarakan untuk mempererat tali silaturahmi serta menguji kekompakan antarpeserta. Perlombaan olahraga seperti voli dan badminton menjadi daya tarik utama yang menyedot perhatian banyak penonton. Tidak kalah seru, perlombaan tradisional seperti lomba kelereng dan tarik tambang dan lomba lainnya turut menyumbang gelak tawa serta keseruan yang luar biasa. Seluruh elemen sekolah, mulai dari guru, mahasiswa PPL/PLP, hingga para siswa, melebur jadi satu dalam semangat sportivitas dan kebersama.Kemeriahan rangkaian perayaan ini akhirnya ditutup dengan sesi pemberian apresiasi dan foto bersama di antara dewan guru dan tim mahasiswa. Sebagai pamungkas acara, seluruh peserta memanjatkan doa bersama untuk keselamatan, kemajuan bangsa, serta keberlanjutan masa depan dunia pendidikan Indonesia yang lebih cemerlang.Poto bersama Mahasiswa PPL/PLP UCA dengan Seluruh dewan guru dan Stap SMA Islamic Centre Sumber: IstimewaSeluruh dewan guru dan jajaran stap atau petugas di SMA Islamic Centre menyambut hangat inisiatif ini dan mengapresiasi kontribusi aktif mahasiswa PPL/PLP yang telah membawa energi positif dalam momentum peringatan kemerdekaan tahun ini. Kegiatan ditutup dengan doa bersama untuk kemajuan bangsa dan dunia pendidikan Indonesia.

17 Aug 2026
Mahasiswa

Resmi Dimulai: Mahasiswa FTIK UCA Laksanakan PPL/PLP di SMA Islamic Centre

Tangerang, Bungkasnews - Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Cendekia Abditama resmi memulai program Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) / Praktik Latihan Profesi (PLP) di SMA Islamic Centre. Acara pembukaan dan penyerahan mahasiswa tersebut digelar secara khidmat di Ruang Rapat SMA Islamic Centre pada Senin (3/8/2026), dimulai tepat pukul 09.00 WIB.Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) FTIK Universitas Cendekia Abditama, Dr. Deden Saeful Ridhwan, MZ, M.A., yang menyerahkan secara simbolis para mahasiswa kepada jajaran pimpinan dan guru sekolah.Kedatangan rombongan kampus disambut hangat oleh Kepala Sekolah SMA Islamic Centre, Sumardi, S.Pd., M.M., bersama Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, serta para Guru Pamong yang akan membimbing mahasiswa selama masa praktik mengajar, di antaranya Abdul Rohman, S.Pd.(Guru Pamong Kelas 10) dan Djakaria Mahmud Putra, S.Pd,(Guru Pamong Kelas 11).Dalam sambutannya, Dr. Deden Saeful Ridhwan MZ, M.A. menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kesediaan SMA Islamic Centre menjadi mitra strategis dalam mencetak calon pendidik yang berkualitas."Program PPL/PLP ini merupakan wahana penting bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan teori akademis ke dalam dinamika persekolahan yang nyata. Kami berharap mahasiswa dapat menjaga etika, beradaptasi dengan lingkungan sekolah, serta menimba ilmu sebanyak-banyaknya dari para pengajar senior di SMA Islamic Centre," ujar Dr.Deden Saeful Ridhwan, MZ.Kepala Sekolah SMA Islamic Centre, Sumardi, S.Pd., M.M., menyambut positif kehadiran para mahasiswa dan menegaskan komitmen sekolah untuk memberikan pendampingan terbaik."Kami menyambut terbuka kehadiran mahasiswa FTIK Universitas Cendekia Abditama. Bersama Wakil Kurikulum dan Guru Pamong, kami siap mendampingi adik-adik mahasiswa agar mendapatkan pengalaman mengajar dan pengelolaan persekolahan yang optimal," tutur Sumardi.Daftar Tim Mahasiswa dan Pendamping PPL/PLP SMA Islamic Centre 2026Berikut adalah susunan lengkap Dosen Pembimbing Lapangan, Guru Pamong, serta tim mahasiswa FTIK Universitas Cendekia Abditama yang bertugas dalam program PPL/PLP di SMA Islamic Centre:Dosen Pembimbing Lapangan (DPL): Dr. Deden Saeful Ridhwan, MZ, M.A.Guru Pamong:Pamong Kelas 10: Abdul Rohman, S.Pd.Pamong Kelas 11: Djakaria Mahmud Putra, S.Pd.Mahasiswa PPL/PLP FTIK UCA 2026Ubay Barokah Mrp.(2324110089)Kania Nurazizah (2324110032)Salsa Diva Azzahra (2324110070)Nurlaela (2324110051)Nur Hapipah (2324110095)Nur Ing Ati (2324112001)Habibah (2324110025)Salsa Alfahira (2324110069)Lulu Masruro (2324110034)Fakhrizal Maulana Muhasan (2324110021)

03 Aug 2026