Bungkas News
Internasional

Jepang Eksekusi Pelaku Pembakaran Pachinko yang Tewaskan Lima Orang

Oleh: rizky 21 Aug 2026, 15:18 WIB
Jepang Eksekusi Pelaku Pembakaran Pachinko yang Tewaskan Lima Orang

TOKYO, BungkasNews — Pemerintah Jepang mengeksekusi seorang pria yang terbukti melakukan pembakaran terhadap sebuah tempat permainan pachinko di Osaka pada 2009. Aksi tersebut menyebabkan lima orang tewas.

Dilansir dari Channel NewsAsia (CNA), Sunao Takami, 58 tahun, dieksekusi dengan cara digantung pada Jumat (21/8/2026). Ia merupakan pelaku pembakaran sebuah tempat pachinko di Osaka yang dilakukan dengan menyiramkan bensin sebelum membakar lokasi tersebut. Dalam peristiwa itu, empat pelanggan dan satu karyawan meninggal dunia akibat kebakaran.

Menteri Kehakiman Jepang Hiroshi Hiraguchi mengatakan keputusan eksekusi dilakukan setelah mempertimbangkan kasus tersebut secara menyeluruh. Menurutnya, peristiwa tersebut menimbulkan dampak serius serta ketakutan di tengah masyarakat.

Takami dilaporkan baru diberitahu mengenai pelaksanaan hukuman mati pada Jumat pagi, beberapa saat sebelum eksekusi dilakukan. Praktik pemberitahuan dalam waktu singkat tersebut merupakan prosedur yang selama ini diterapkan Jepang.

NHK melaporkan eksekusi terhadap Takami dilakukan di Osaka.

Eksekusi tersebut menjadi hukuman mati pertama yang dilakukan Jepang sejak Juni 2025, ketika Takahiro Shiraishi, yang dikenal sebagai “Twitter killer”, dieksekusi setelah terbukti membunuh sembilan orang.

Jepang dan Amerika Serikat merupakan dua negara anggota G7 yang masih menerapkan hukuman mati. Pemerintah Jepang mempertahankan hukuman tersebut meskipun praktiknya mendapat kritik dari sejumlah organisasi hak asasi manusia.

Survei pemerintah Jepang pada 2024 menunjukkan sekitar 83 persen responden menilai hukuman mati masih diperlukan. Di sisi lain, dukungan terhadap penghapusan hukuman mati meningkat menjadi 17 persen.

Menurut data yang dikutip CNA dari Amnesty International, jumlah eksekusi di berbagai negara juga mengalami peningkatan pada 2025. Amnesty mencatat sedikitnya 2.707 eksekusi di seluruh dunia pada tahun tersebut.