Bungkas News
Nasional

Buka IITS 2026, Pramono Dorong Kolaborasi Atasi Persoalan Transportasi

Oleh: rizky 21 Aug 2026, 09:01 WIB
Buka IITS 2026, Pramono Dorong Kolaborasi Atasi Persoalan Transportasi

JAKARTA, BungkasNews — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendorong penguatan kolaborasi dalam menangani berbagai persoalan transportasi perkotaan. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi keynote speaker dalam Indonesia International Transport Summit (IITS) 2026 di The Tribrata Hotel & Convention Center, Jakarta Selatan, Kamis (20/8/2026).

Dilansir dari Beritajakarta.id, Pramono menyampaikan bahwa forum IITS 2026 menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dan mendorong mobilitas perkotaan yang lebih berkelanjutan.

Menurut Pramono, persoalan transportasi tidak hanya menjadi tantangan bagi Jakarta, tetapi juga dihadapi berbagai kota di dunia. Tantangannya mencakup kemacetan, perluasan akses transportasi, hingga upaya mengurangi polusi dan emisi.

Jakarta saat ini memiliki sekitar 11,1 juta penduduk, sementara kawasan penyangga dihuni sekitar 41,9 juta jiwa. Tingginya mobilitas masyarakat tersebut memberikan tekanan terhadap sistem transportasi perkotaan.

Di sisi lain, layanan transportasi publik di Jakarta telah menjangkau sekitar 92 persen penduduk. Namun, sektor transportasi masih menjadi penyumbang emisi gas rumah kaca terbesar di Jakarta, dengan kontribusi sekitar 52 persen dari emisi langsung pada 2024.

Karena itu, Pramono mendorong masyarakat untuk menjadikan transportasi publik sebagai pilihan utama dalam melakukan mobilitas sehari-hari. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menempatkan transformasi transportasi sebagai bagian dari agenda menuju kota rendah karbon.

Pemprov DKI menargetkan Jakarta mencapai Net Zero Emission pada 2050, menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 30 persen pada 2030, serta meningkatkan penggunaan transportasi publik hingga 55 persen pada 2044.

Selain memperluas layanan transportasi publik, Pemprov DKI juga mengembangkan kawasan Transit Oriented Development (TOD), menyediakan akses transportasi gratis bagi 15 golongan masyarakat, serta meningkatkan fasilitas bagi pejalan kaki.

Dalam upaya elektrifikasi transportasi publik, Jakarta telah mengoperasikan sekitar 500 bus listrik dan menargetkan 10.047 bus listrik pada 2030.

Pramono menegaskan bahwa transformasi transportasi membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, sektor swasta, inovator teknologi, dan masyarakat.

Ia berharap IITS 2026 dapat memperkuat kolaborasi, mendorong inovasi, serta membuka peluang investasi transportasi yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus lingkungan.